Mataram, LombokInsider.com – Setelah berlangsung selama sebulan penuh Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS) 2016 resmi ditutup semalam, (16/9) sekaligus menandai dimulainya Festival Pesona Senggigi oleh Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin. Acara yang berlangsung meriah di Hotel Santosa Senggigi, menampilkan atraksi seni tari dan budaya dari Lombok dan Sumbawa, gelaran festival ini merupakan sinergi dari Disbudpar NTB dan Pemkab Lombok Barat (Lobar) yang telah dua tahun ini dilaksanakan, digelar mulai 16-19 September.

Pada sambutan pembukaan Festival Pesona Senggigi sekaligus penutupan BBLS 2016, Wagub menyampaikan Festival ini juga memiliki brand image tersendiri bagi wisatawan, khususnya dari mancanegara dan Senggigi juga telah menjadi salah satu destinasi wisata di Lobar yang telah mendunia. “Warga NTB khususnya wilayah Senggigi patut berbangga karena menjadi salah satu destinasi unggulan yang telah mendunia, namun jangan sampai nilai kearifan lokal yang ada tergerus oleh pengaruh dari luar, konsep wisata halal sudah menjadi pilihan,” ungkap Wagub.

Hiburan Tarian Khas Daerah NTB, pada Malam Pembukaan Festival Pesona Senggigi.

Hiburan Tarian Khas Daerah NTB, pada Malam Pembukaan Festival Pesona Senggigi.

Menurut Wagub sinergi yang ada dari Disbudpar NTB dan Kabupaten Kota se-NTB sudah sangat baik dan perlu ditingkatkan agar menghasilkan tujuan bersama yang berguna untuk seluruh masyarakat. “Perkembangan pariwisata NTB sudah sangat baik, efek yang dihasilkan juga luar biasa, menurunya angka kemiskinan dengan meningkatnya perekonomian warga setempat. Juga perlu penataan Senggigi yang lebih baik lagi kedepannya oleh Kabupaten Lobar sebagai pemilik wilayah,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Kadis Budpar HL. Moh. Faozal pada laporan penutupan BBLS dirangkai dengan pembukaan Festival Pesona Sengggi. “Setelah sebulan penuh masyarakat dihibur oleh gelaran BBLS, mulai malam ini hingga (19/9) nanti akan dihibur lagi dengan kegiatan Festival Pesona Senggigi,” kata Faozal. Menurutnya kali ini akan lain dari sebelumnya, dimana akan ada tiga spot aktifitas disepanjang jalan raya senggigi sampai Pasar Seni Senggigi, demikian juga dipantainya. “Setiap panggung akan menampilkan atraksi seni dan budaya yang berbeda sehingga pengunjung dapat memilih sesuai minat mereka. Selain itu akan disediakan 35 stand bazaar kuliner dan UKM yang akan menyediakan berbagai macam kuliner khas daerah serta kerajinan yang menyediakan oleh-oleh untuk menarik minat wisatawan yang hadir, kurang lebih seperti yang terjadi malam ini,” lanjut Faozal.

Antusias. Para Penonton Umum Antusias Menyaksikan Acara Pembukaan Festival Pesona Senggigi semalam.

Antusias. Para Penonton Terlihat Antusias Menyaksikan Acara Pembukaan Festival Pesona Senggigi semalam.

Faozal menambahkan bahwa pagi sebelumnya telah melaksanakan pelibatan masyarakat bersama HPI, Kepolisian NTB dan Korem serta siswa SD/SMP di sekitar Senggigi untuk melakukan aksi bersih sepanjang pantai, bersama penyanyi Nugie yang ikut serta menyemarakan acara peduli lingkungan ini. “Sore tadi juga telah diadakan parade perahu hias, melibatkan ratusan perahu nelayan sekitar Senggigi,” pungkasnya. Faozal menambahkan bahwa tingkat hunian hotel yang mencapai 80% dalam bulan ini baik hotel kota maupun resort, hal ini merupakan salah satu efek dari banyaknya acara hiburan seni budaya dan juga bertepatan dengan libur panjang di luar negeri.

Sementara itu Bupati Lobar, Fauzan Khalid mengatakan pihaknya bersama Disbudpar Provinsi telah melakukan penataan di beberpa lokasi seputar Senggigi. “Penataan kami lakukan untuk menarik minat wisatawan datang ke Senggigi, juga mengharapkan partisipasi masyarakat untuk ikut berperan serta menjaga kebersihan lingkungan pantai Senggigi dan destinasi wisata lainnya di wilayah Kabupaten Lobar,” kata Fauzan. Lobar juga terpilih sebagai pilot project (percontohan) melalui program Sustainable Tourism Observation (STO) yang merupakan bagian dari Sustainable Tourism Development (STD).

Para Penari Dingklik Sinden, dari ISI Jogja Memberikan Hiburan Yang Atraktif, Walau Umur Mereka Sudah Tak Lagi Muda.

Para Penari Dingklik Sinden, dari ISI Jogja Memberikan Hiburan Yang Atraktif, Walau Umur Mereka Sudah Tak Lagi Muda, Rata-rata 50 tahun.

Penghargaan yang diberikan oleh Menteri Pariwisata pada tiga daerah yang telah membuktikan kinerjanya dengan baik dalam wisata ramah lingkungan pada malam pembukaan PATA Travel Mart 2016, di ICE BSD (7/9), antara lain adalah Pangandaran di Jawa Barat, Sleman di DI Yogyakarta dan Lombok Barat mewakili NTB. “Sustainable Tourism Development artinya adalah pembangunan pariwisata berkelanjutan. Artinya, suatu destinasi yang dibangun dengan memperhatikan aspek lingkungan dan kehidupan masyarakat. Sehingga, produk pariwisatanya tak hanya dapat dinikmati saat ini saja namun sampai masa mendatang,” pungkas Fauzan.

Penutupan BBLS sekaligus pembukaan Festival Pesona Senggigi semalam dihadiri oleh para undangan, Wagub NTB, Bupati Lobar, Bupati KLU, Forkompnida NTB dan Kabupaten Kota, Danlanud, Danlanal, Dir. Obvam mewakili Kapolda, Kepala SKPD NTB dan Kabupaten Kota, Budayawan, Seniman para General Manager Hotel (IHGMA), dimeriahkan oleh gelaran musik dan tari, penampilan penyanyi Nugie juga penampilan para seniman senior dari ISI Jogya dengan tari Dingklik Sinden. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com