Mataram, LombokInsider.com – Saat ini, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu provinsi di kawasan Timur Indonesia yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun komponen dana perimbangan yang dialokasikan oleh pusat, meskipun meningkat dari tahun- ketahun, tetapi porsinya masih sangat kecil. Misalnya dari 2015 hingga 2017 berturut-turut setiap tahun hanya sebesar Rp1,49 triliun, Rp2,33 triliun dan Rp3,22 triliun.

Guna mendorong pertumbuhan pembangunan kawasan maka perlu perhatian dan kebijakan Pemerintah. Kebijakan tersebut harus berpihak kepada pertumbuhan pembangunan di kawasan Timur Indonesia, terutama Provinsi NTB.

Hal tersebut disampaikan dan dibahas Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH, M.Si bersama Komisi XI DPR RI saat diterima di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Selasa (2/5). Kebijakan itu harus terlihat dari berbagai program prioritas nasional dan semakin proporsionalnya kebutuhan pembiayaan pembangunan yang telah dianggarkan.

Wagub menjelaskan, dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTB terus mengalami pertumbuhan positif, yakni sebesar Rp1,42 triliun pada 2015, Rp1,45 triliun pada 2016 dan ditargetkan mencapai Rp1,50 triliun pada 2017 ini. Pertumbuhan PAD tersebut parallel dengan pertumbuhan ekonomi NTB yang berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu sebesar 5,82% pada 2016.

Lebih lanjut, Wagub mengatakan capaian positif ini ditandai dengan menurunnya angka kemiskinan menjadi 16,02%, indeks rasio gini sebesar 0,36, serta menurunnya tingkat pengangguran menjadi 3,94%.

“Untuk terus mendorong pertumbuhan itu, kami akan terus meningkatkan infrastruktur dasar, seperti jalan raya, listrik dan air bersih. Insya Allah, dengan pemenuhan infrastruktur dasar ini dapat pula meningkatkan gairah investasi dan pariwisata di Provinsi NTB,” harapnya.

Sementara itu, pimpinan rombongan Ir. H. Soepriyatno menyampaikan maksud kunjungan mereka dalam rangka mendapatkan data dan informasi mengenai rencana pembangunan terutama recana kerja pemerintah daerah dalam APBD, capaian kerja pembangunan, laporan keuangan pemerintah daerah, serta data statistik terkait kondisi sosial dan ekonomi di Provinsi NTB. “Nantinya masukan tersebut akan kami teruskan ke dalam rapat-rapat kerja dengan Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Supriyanto menyampaikan bahwa, kinerja perekonomian nasional menghadapi tekanan seiring dengan pelemahan ekonomi global serta berbagai tantangan yang dihadapi perekonomian domestik. Pada 2016 pertumbuhan domestik diperkirakan mengalami peningkatan, terutama didorong dari meningkatnya alokasi infrastruktur pemerintah yang mendorong keberlanjutan pembangunan infrastruktur baik pemerintah maupun swasta. (LI/SP/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com