Mataram, LombokInsider.com – Sebagai bagian dari tugas dan bantuan moril bagi perkembangan dan kemajuan industri ekonomi kreatif (e-kraf) di daerah, maka Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Badan Direktorat Pengembangan Pasar Dalam Negeri Deputi Pemasaran, menyelenggarakan acara Pengembangan Promosi Produk Kreatif bagi 150 pelaku ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Barat (NTB), di Lombok Astoria Hotel, selama dua hari (1-2/8).

Dukungan Dinas Perdagangan

Seperti diketahui saat ini pariwisata di Lombok-Sumbawa (NTB), semakin berkembang dan hal ini memerlukan dukungan dari Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM) yang merupakan penggerak ekonomi kreatif di daerah ini. “Dinas Perdagangan sangat mendukung apa yang telah dilakukan Bekraf sejauh ini. Pelatihan dan pembekalan yang berkelanjutan sangat diperlukan oleh sektor industri kreatif di NTB,” jelas M. Saroji, Sekretaris Dinas Perdagangan NTB.

Mewakili Kadisnya yang berhalangan hadir, Saroji menjelaskan bahwa apa yang telah dilakukan Dinas Perdagangan selama ini kepada industri kreatif yang ada di NTB adalah pendampingan dan penguatan modal, melalui kerjasama dengan perbankan yang ada.

“Kemajuan teknologi juga menuntut para pelaku e-kraf di NTB untuk terus membekali diri dan meningkatkan kemampuan, khususnya bagaimana cara melakukan promosi dengan memanfaatkan teknologi digital, seperti media sosial/online dan internet,” lanjut Saroji.

“Seiring perkembangan pariwisata di NTB, tentunya menuntut peran serta industri ekonomi kreatif yang ada, agar dapat memenuhi kebutuhan wisatawan yang datang dengan memanfaatkan kemajuan informasi dan teknologi,” ucapnya. Karena menurut Saroji, potensi transaksi yang terjadi jika menggunakan teknologi digital dapat mencapai ratusan juta bahkan hingga trilyunan rupiah per tahun. Hal ini tentunya ditunjang oleh kemajuan teknologi digital bidang perbankan.

Pentingnya Promosi

E-KRAF. Produk-produk Industri Kreatif dari UMKM yang ada di NTB.

Senada dengan Sekdis Perdagangan NTB, Sappe Sirait sebagai Direktur Pemasaran Dalam Negeri, sekaligus sebagai pembicara pada acara ini menegaskan pentingnya promosi untuk meningkatkan nilai jual dari produk yang dipasarkan.

“Promosi itu sangat penting, dari peserta yang hadir berapa banyak atau seberapa sering mempromosikan produknya?” tanya Sappe Sirait kepada 150 orang peserta yang hadir. Ternyata masih banyak dari pelaku industri kreatif ini yang kurang gencar dalam melakukan promosi, dengan berbagai alasan dan kendala masing-masing.

Sappe mengatakan inilah maksud diselenggarakannya acara Pengembangan Promosi Produk Kreatif oleh Bekraf di NTB. “Kami secara intens mengadakan acara semacam ini hampir diseluruh daerah, tidak lain adalah untuk membantu para pelaku industri agar mengerti apa dan bagaimana caranya memanfaatkaan kemajuan teknologi yang ada untuk mempromosikan produk yang dijualnya,” lanjutnya.

Demikian juga dengan tim dari Markplus, yang merupakan konsultan dari Bekraf. MarkPlus adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konsultan marketing yang cukup berpengalaman dibidangnya, sehingga Bekraf memilihnya untuk dapat memberikan solusi marketing atau pemasaran kepada para pelaku industri kreatif ini.

Menurut mereka (tim Markplus), adalah bagaimana seorang pelaku usaha harus selalu aktif memasarkan produknya agar dikenal luas dikalangan masyarakat, baik secara offline maupun online, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Selain itu tim Markplus juga berbagi tips dan trik menghadapai persaingan global yang ada di depan mata.

Harapannya setelah digelarnya acara ini, 150 orang pelaku industri kreatif ini tidak lagi bingung dan kuatir dengan kendala yang akan ditemui ditengah perjalanan usahanya nanti. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com