Mataram, LombokInsider.com – Sebagai wujud ikut melestarikan peninggalan bersejarah islam yang ada di Pulau Lombok, Lombok Astoria (LA) hotel membuat miniatur Masjid Kuno Bayan Beleq dari bahan roti.

Miniatur masjid berbahan dasar roti jahe (ginger bread) ini menyambut setiap tamu yang datang ke LA hotel, karena memang sengaja di pamerkan di lobi hotel tersebut.

“Sengaja kita buat dari bahan dasar roti agar memiliki daya tarik yang unik,” kata Excecutive Chef LA hotel Selinggara Puji, saat ditemui LombokInsider.com.

“Ide awalnya dari tim manajemen, selain untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan juga sebagai upaya melestarikan dan memperkenalkan kepada para tamu yang datang tentang kekayaan budaya religi kita di Lombok ini,” jelasnya.

Menurut Puji, roti-roti jahe yang digunakan ini tanpa menggunakan bahan pengawet sama sekali.

“Roti ini tanpa bahan pengawet, jadi akan mengeras dengan sendirinya ketika terpapar udara seperti ini. Hanya setelah kering kami poles dengan madu, coklat powder dan cinamon powder, agar aromanya keluar dan terlihat lebih indah dan natural,” ujarnya.

Untuk membuat miniatur masjid dengan diameter lebih kurang 2x2x2 meter ini, Puji mengaku menghabiskan tepung sebanyak 250kg.

“Dengan miniatur sebesar ini bahan yang saya habiskan sekitar 10 karung tepung terigu, dimana satu karung beratnya 25 kg, jadi total 250 kg tepung,” jelas Puji.

Sementara untuk alokasi total dana yang digunakan untuk bahan dasar sampai finishing, dia mengaku menghabiskan dana hingga Rp10 juta.

“Miniatur roti ini jika dirawat bisa awet, bahkan mencapai setahun. Semakin terpapar udara akan semakin keras dan kuat, yang penting rajin dipoles dengan tiga bahan tadi,” tegasnya.

Puji menambahkan, meski tidak sampai berjamur, namun roti-roti ini sudah tidak layak untuk dikonsumsi lagi, karena telah terpapar udara bebas selama berhari-hari. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com