Praya, LombokInsider.com – Sebagai bagian dari upaya promosi dan juga peningkatan kualitas pelayanan, manajemen PT Angkasa Pura (AP) I, Lombok International Airport (LIA), sejak 2015, setiap awal tahun atau 1 Januari, selalu melakukan penyambutan terhadap penumpang perdana dari mancanegara yang tiba di bandara. Hal ini dilakukan sejak I Gusti Ngurah Ardita, menjabat sebagai General Manager (GM).

Tradisi Tahunan

“Penyambutan tamu perdana dari mancanegara di LIA ini memang sudah kami jadikan tradisi, sekaligus sebagai pencitraan terhadap pariwisata Provinsi NTB, khususnya Pulau Lombok sebagai destinasi wisata internasional,” kata Ardita, di sela-sela penyambutan, Senin (1/1).

Siapapun tamu (baca wisatawan, red) yang datang berkunjung ke suatu daerah, jika dari pertama datang mendapatkan sambutan yang baik dan ramah dari tuan rumah, pasti kesan yang didapatkan juga akan positif.

Pihak manajemen LIA menggandeng Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, serta para pelaku usaha wisata yang tergabung dalam DPD ASITA NTB, DPD HPI NTB, DPD PHRI NTB dan lainnya, dalam penyambutan di pintu kedatangan internasional.

KULINER. Wisatawan yang Datang di Sambut Suguhan Kuliner khas Lombok.

Seperti tahun sebelumnya, para tamu yang datang dikalungi selendang tenun khas Lombok dan disuguhi aneka jajanan tradisional serta minuman khas Lombok. Kesenian tradisional Lombok, Gendang Beleq, juga ikut menyambut dengan alunan tetabuhan yang membahana dan ritmik. Beberapa tamu langsung mengabadikan momen itu dengan melakukan swafoto dan diantaranya ada yang langsung ikut berjoget.

“Jadwal penerbangan maskapai luar negeri yang datang paling awal di LIA adalah Air Asia dari Kuala Lumpur, Malaysia, dengan penumpang sebanyak 106 orang,” jelas Ardita seraya menyampaikan, selain pagi ini, nanti sore juga akan Air Asia lainnya, yang membawa 160 penumpang.

Pergerakan Penumpang 2017

Disampaikan Ardita, untuk 2017 pergerakan penumpang di LIA mencapai 3,6 juta penumpang. Pihaknya berharap 2018 ini, pergerakan penumpang di LIA bisa lebih banyak lagi.

“Melihat antusias wisatawan yang datang dan tanggapan mereka terhadap Lombok yang dinilai sangat indah, memiliki seni budaya yang unik, pun masyarakatnya yang sopan dan ramah. Kami yakin angka pergerakan penumpang tahun 2018 bisa lebih banyak lagi,” ujarnya.

Untuk itu, pihak Manajemen PT AP I LIA juga mengaku telah melakukan berbagai koordinasi atau komunikasi dengan berbagai maskapai asing lainnya. “Maaf kami belum bisa menyampaikan maskapai apa saja yang akan terbang ke Lombok (LIA). Kalau sudah positif, maka akan kami publikasikan. Namun yang perlu diketahui, rata-rata mereka (maskapai asing) menyambut positif. Bahkan beberapa diantaranya juga telah menanyakan slot penerbangan yang ada di LIA,” lanjut Ardita.

Promosi Pariwisata

Sementara Kepala Dispar NTB, HL Moh. Faozal, menyampaikan bahwa NTB sebagai destinasi wisata internasional, tentunya upaya promosi harus digencarkan. “Penyambutan wisatawan perdana yang dilakukan Dispar NTB bersama Manajemen PT AP I dan para pelaku usaha wisata setiap awal tahun ini. Juga sebagai salah satu upaya promosi dan pencitraan pariwisata kita,” ujarnya.

Selain melakukan penyambutan lanjutnya, upaya melengkapi berbagai sarana dan prasarana pariwisata juga penting dilakukan. Demikian pula dengan menyebarluaskan agenda atau jadwal kegiatan pariwisata yang ada di NTB melalui “Calendar of Event” yang telah dilakukan sejak jauh hari.

“Semua kita lakukan agar wisatawan yang berkunjung ke Lombok dan Sumbawa, mereka tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alamnya saja, tapi juga berbagai agenda seni dan budaya yang ada. Sehingga dapat menyesuaikan jadwal kedatangannya.

Sarah dari Finlandia, mengaku kaget dan bahagia dengan sambutan yang dilakukan manajemen LIA dan Dispar NTB. “Ini kali pertama saya datang ke Lombok. Sudah lama saya mendengar tentang keindahan alamnya. Pertama datang dan mendapat sambutan meriah semacam ini sangatlah luar biasa,” ujar Sarah, yang mengaku akan berlibur selama enam hari di Lombok. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com