Pengunjung membanjiri wahana Perahu Nabi Nuh Ark Encounter

Kentucky, LombokInsider.com – Meski sesungguhnya lokasi pendaratan perahu Nabi Nuh belum diketahui secara pasti, namun perahu tiruannya dipastikan mendarat di sebuah perbukitan di Kentucky, sebuah negara bagian Amerika Serikat yang terkenal dengan ayam gorengnya itu. Perahu raksasa tiruan itu kini menjadi destinasi wisata yang disebut Ark Encounter yang mulai dibuka untuk umum pada 7 Juli 2016. Demikian dilaporkan oleh CNN Travel pada 8 Juli 2016.

WAHANA BESAR. Gambaran kompleks wahana wisata Perahu Nabi Nuh di Kentucky, AS.

WAHANA BESAR. Gambaran kompleks wahana wisata Perahu Nabi Nuh di Kentucky, AS.

Penelusuran lebih jauh di laman web Ark Encounter memberikan detail tentang wahana wisata perahu Nabi Nuh ini. Perahu ini berukuran 155,5 meter panjang atau satu setengah panjang lapangan bola. Perahu ini cukup besar sehingga bisa menampung tiga pesawat ulang-aling NASA berjajar dari ekor ke hidung di atap perahu ini. Tingginya 15 meter atau setinggi gedung bertingkat empat.

Dengan ukuran sebesar itu, The Ark memiliki kapasitas muat sebaganyak sekitar 500 truk semi-trailer standar. Perahu ini bisa mengangkut 120.000 domba.

Tentu saja dengan ukuran sebesar itu, perahu ini menjadi perahu kayu terbesar di dunia. Yang mungkin bisa menandingi adalah kapal Yung He dari China pada tahun 1400an atau kapal Yunani Tessronteres yang lebih tua. Perahu Ark merupakan perahu terbesar kayu terbesar yang bisa dibangun.

Wahana Wisata

Sebagai sebuah wahana wisata, Ark Encounter tidak saja menawarkan kekaguman akan besarnya perahu namun juga museum tentang Nabi Nuh, kebun binatang dan bahkan permainan dan petualangan yang semuanya terletak dalam kompleks yang berdekatan.

Museum, misalnya, menyediakan pelbagai peraga tentang banjir, Nabi Nuh, hewan-hewan yang dirancang untuk menjawab pertanyan mengenai muatan Perahu Nuh dan lainnya.

SEJARAH. Kehidupan Nabi Nuh dan keluarga di atas perahu pada jaman banjir besar.

SEJARAH. Kehidupan Nabi Nuh dan keluarga di atas perahu pada jaman banjir besar.

Di sini, pengunjung juga seakan dibawa berkunjung ke masa lampau untuk bertemu dengan Nabi Nuh dan tujuh anggota keluarganya, yang tinggal di atas perahu dan memelihara semua hewan selama masa banjir. Pengunjung bisa melihat bagaimana wujud tempat tinggal mereka yang terbuat dari kayu, apa saja yang mereka bawa ke perahu, dan bahkan jenis pakaian yang mereka kenakan.

Untuk mengunjungi wahana Perahu dan museum, pengunjung dewasa dikenakan tiket seharga $60.

Sebuah ide destinasi wisata yang cukup menarik untuk Nusa Tenggara Barat yang tengah mengembangkan wisata halal. Dengan menggali sejarah Islam, mungkin bisa dikembangkan wahana wisata yang menarik dan edukatif di Lombok. (LI/KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono