160705 Rangking Destinasi Ramadan1

Indonesia Akan Turun ke Peringkat 11 pada 2030

LombokInsider.com – Indonesia menempati urutan kedua menempel Malaysia dalam MasterCard-Crescent Rating Ramadan Travel Report 2016. Namun, dalam tren 10 tahun mendatang, posisi Malaysia akan tetap kokoh di puncak rangking sementara posisi Indonesia turun ke peringkat delapan. Sedangkan dalam 15 tahun mendatang, posisi Malaysia turun ke peringkat 3 dan Indonesia di peringkat 11. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya daya tarik destinasi-destinasi di Timur Tengah. Demikian siaran pers MasterCard Asia Pasifik yang dikeluarkan pada 16 Juni 2016.

The MasterCard-CrescentRating Ramadan Travel Report melihat perubahan pola perjalanan selama bulan suci puasa. Laporan ini merupakan kajian yang paling komprehensif yang memberikan informasi mendalam utama mengenai destinasi dan bisnis dalam mengembangkan rencana strategis jangka menengah dan jangka panjang untuk menarik pelancong Muslim selama 15 tahun mendatang.

Sebanyak 50 destinasi dianalisis dalam laporan tahun ini. Destinasi ini dipilih berdasarkan 50 destinasi terbaik dari laporan MasterCard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2016, di mana 49 destinasi (tidak termasuk Arab Saudi) dinilai berdasarkan rerata terbobot tiga kriteria dalam rentang waktu 15 tahun, rentang waktu yang efektif untuk perencanaan strategis jangka panjang sebuah destinasi.

Kriteria yang digunakan dalam studi ini didasarkan pada kenyamanan dan kemudahan perjalanan, dan tidak didasarkan pada perspektif penghargaan dalam Islam.

Karena itu, MasterCard-CrescentRating Ramadan Travel Report fokus pada tiga tema berikut:

  • Rerata suhu siang hari
  • Lama berpuasa
  • Global Muslim Travel Index (GMTI) 2016 Score. Untuk tujuan studi ini, diasumsikan bahwa skor GMTI tetap konstan selama 15 tahun.

Temuan Utama

Makkah dan Medina (Arab Saudi) menjadi destinasi tertinggi dari perspektif agama, tidak terkait dengan tiga kriteria yang digunakan dalam analisis ini. Oleh karena itu, Arab Saudi tidak dimasukkan dalam rangking ini dan dibahas secara terpisah dalam studi ini.

Analisis terhadap 49 destinasi ini didasarkan pada rangkin destinasi ini untuk pelancong Muslim selama Ramadan. Karena rerata suhu siang hari dan durasi berpuasa berubah-ubah dari tahun ke tahun, dipadukan dengan skor GMTI 2016, ada perubahan tahunan dalam rangking destinasi selama rentang 15 tahun.

Dari tahun 2023 ke 2030, Ramadan akan terjadi pada bulan-bulan April sampai Januari. Karena itu negara-negara seperti UAE, Qatar, Oman, Bahrain dan Kuwait, yang sudah ramah untuk pelancong Muslim, akan menjadi destinasi menarik dari kriteria suhu siang hari dan durasi berpuasa.

Destinasi Afrika Utara seperti Maroko dan Tunisia, serta Mesir dan Jordan, juga akan naik rangkingnya.

Pada 2030, selain Arab Saudi, diperkirakan 10 destinasi paling menarik untuk pelancong Muslim di bulan Ramadan adalah UAE, Qatar, Oman, Bahrain dan Kuwait.

Destinasi Asia Tenggara

Rangking Malaysia, Indonesia, Singapore, Brunei dan Thailand pada 2016 sampai 2030 tetap tinggi karena konsistensi dalam rerata suhu siang hari dan durasi berpuasa di destinasi-destinasi khatulistiwa ini.

Namun, karena meningkatnya daya tarik destinasi-destinasi Timur Tengah, rangking lima teratas dari Asia Tenggara (Malaysia, Indonesia, Singapore, Brunei dan Thailand) diperkirakan akan turun dari 2016 ke 2030. Pada 2030, Malaysia adalah satu-satunya negeri yang mempertahankan tempat lima teratas. Thailand akan keluar dari top 20 pada 2021.

Malaysia akan mampu bertahan di posisi atas sebagai destinasi paling menarik pelancong Muslim pada Ramadan untuk 10 tahun dari 2016 sampai 2026 karena lingkungan yang ramah untuk Muslim. Diperkirakan Malaysia akan turun dua peringkat dalam tahun-tahun berikutnya.

Apakah yang bisa dilakukan oleh negara-negara Asia Tenggara untuk mengatasi gelombang ini?

  • Memperkenalkan layanan-layanan yang lebih ramah untuk pelancong Muslim. Destinasi bisa membuat diferensiasi dengan lebih memperkenalkan produk dan layanan Ramadan yang lebih spesifik, yang bisa memenuhi kebutuhan pelancong Muslim pada bulan Ramadan.
  • Ini bisa disinergikan dan dikonsolidasikan ke dalam kampanye yang menyasar Muslim untuk mengalami Ramadan di Asia Tenggara.
  • Strategi ini utamanya sesuai untuk destinasi yang tidak mengalami banya perubahan suhu dan durasi puasa.

 

Rank 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
1 Malaysia Malaysia Malaysia Malaysia Malaysia Malaysia Malaysia Malaysia Malaysia Malaysia
2 Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia UEA UEA UEA UEA
3 Singapore Singapore Singapore Singapore Singapore Morocco Morocco Morocco Qatar Qatar
4 Turkey Turkey Turkey Turkey Turkey Turkey Turkey Turkey Turkey Turkey
5 Brunei Brunei Morocco Morocco Morocco UEA Indonesia Qatar Morocco Morocco
6 S Africa S Africa S Africa UEA UEA Singapore Jordan Indonesia Oman Oman
7 Maldives Maldives UEA S Africa S Africa Jordan Singapore Jordan Indonesia Bahrain
8 UEA UEA Brunei Brunei Qatar Qatar Qatar Oman Bahrain Indonesia
9 Iran Iran Iran Jordan S Africa Oman Singapore Jordan Eqypt Kuwait
10 Oman Morocco Maldives Jordan Iran Iran Tuisia Bahrain Singapore Jordan

 

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono