Bidy Tour
Pak Bing dan tim Bidy Tour. Mengutamakan pelayanan bagi konsumen.

Pak Bing dan tim Bidy Tour. Mengutamakan pelayanan bagi konsumen.

Mataram, Lombokinsider.com – Industri pariwisata Lombok yang mulai berkembang pada 1980an mendorong munculnya beberapa perusahaan jasa perjalanan. Bidy Tour merupakan salah satu perintis dalam industri biro perjalanan di Bumi Selaparang ini.

“Dulu waktu saya mulai membangun usaha ini sekitar 1986, untuk memiliki usaha jasa travel agen harus mendapatkan ijin dari Dirjen Pariwisata di Jakarta,” jelas Bing Ha Midy, pemilik Bidy Tour. “Tidak boleh sembarangan dan harus bonafit. Standar pelayanan konsumen yang tinggi dan keramahtamahan menjadi penilaian untuk bisa memiliki travel agen,” lanjut Pak Bing.

Bidy Tour memang bukan yang pertama namun merupakan salah satu perintis. “Seingat saya ada beberapa travel agen lain yang juga memulai usahanya di tahun yang sama. Bukan kami yang pertama,” kata Bing.

Tantangan dan Rintangan

Namun kini dengan berkembangnya pariwisata NTB sekitar lima tahun terakhir menyebabkan tumbuh suburnya bisnis agen perjalanan di Mataram. Kemudahan mendapatkan izin juga semakin membuka lebar pintu masuk ke usaha ini. “Sayang kemudahan ini tidak dibarengi dengan kualitas travel yang bersangkutan. Malahan  justru merusak citra pariwisata NTB karena tidak memberikan pelayanan yang maksimal kepada tamu yang datang,” kata Bing.

Usaha agen perjalanan juga menghadapi beberapa kendala lainnya antara lain promosi yang masih kurang, infrastruktur yang belum mendukung serta sumber daya manusia juga masih terbatas. “Namun hal itu bukan menjadi halangan untuk maju, dalam bisnis pariwisata harus ada optimisme keberhasilan,” kata Bing.

“Untuk menjadi salah satu yang terbaik diantara travel lain, Bidy Tour mengutamakan pelayanan terbaik karena dengan begitu tamu-tamu yang pernah dilayani akan merasa puas dan menjadi sumber promosi bagi kita,” ungkap bapak empat anak ini.

Pasang dan Surut

Usaha pariwisata termasuk usaha yang rentan terhadap pengaruh eksternal seperti masalah keamanan regional dan internasional. “Seingat saya masa tersulit sejak kami mulai adalah pada kerusuhan 2001 di Mataram. Pariwisata NTB hancur dan kembali ke titik nol. Wisatawan tidak ada yang mau datang ke Lombok karena situasi dinilai tidak aman,” ujar Bing.

“Sejak 2001 itu untuk sementara kami mengalihkan bisnis ini lebih ke tiketing, supaya bisa tetap berjalan ditengah kesulitan, ini terjadi hampir lima tahunan,” tegas Bing yang lahir dan besar di Lombok. Pemulihan keadaan ke kondisi semula seperti tahun 1993-95 dimana pada waktu itu pariwisata Lombok sudah mulai berkembang sangat sulit hampir seperti berjalan ditempat demikian yang teringat olehnya.

Seiring berjalannya waktu perlahan-lahan keadaan mulai pulih ketika kesadaran masyarakat akan keamanan mulai meningkat, sejalan dengan itu pariwisata NTB pun mulai bangkit lagi. Hal ini dirasakan jug oleh Bidy Tour yang saat ini memiliki sekitar 50 orang karyawan, terdiri dari karyawan di kantor dan lapangan serta tersebar di beberapa cabang.

“Tamu kami dari seluruh Indonesia dan dunia, karena kami juga menjalin hubungan kerjasama dengan travel agen lain di dalam dan luar negeri. Kebanyakan mereka datang dari Eropa seperti Jerman, Prancis, Italia, juga dari Asia seperti Jepang, Taiwan, Hongkong dll,” jelas Bing.

Penghargaan

Dari awal kiprahnya di dunia agen perjalanan, Bidy Tour hingga saat ini telah banyak menerima penghargaan baik dari dalam negeri maupun luar, juga dari maskapai-maskapi penerbangan, serta dari pemerintahan semuanya terkait dengan pelayanan terbaik yang telah diberikan sebagai agen perjalanan. Seperti halnya hotel dengan peringkat bintang satu sampai lima, di bidang travel agen juga ada peringkat yang sama dengan sebutan berbeda yaitu Cakra dari Cakra 1-4 dan Bidy berada pada Cakra 3.

“Saya selalu mengingatkan kepada karyawan untuk melayani pelanggan dengan hati, karena kita berada di bisnis jasa dan modal utama adalah pelayanan yang maksimal serta dari hati, agar mereka memperoleh kesan yang baik terhadap travel kita dan pariwisata NTB pada umumnya,” kata pria kelahiran 1946 ini.

Itulah kelebihan dari Bidy Tour yang terletak di Jalan Ragi Genap sebagai salah satu travel agen perintis di Mataram. Selain itu mereka juga memiliki pramuwisata senior yang menguasai bahasa Jerman, Prancis, Itali, Jepang dan Mandarin, selain bahasa Inggris sebagai bahasa wajib.

Bidy Tour juga menyediakan paket-paket perjalanan ke Gili Air, Meno dan Trawangan, Kute, Sekotong yakni Gili Nanggu dan Gili Kendis, Paket Tur Rinjani dan City Tour. (LI/AA)

Tags:
About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono