Sembalun, LombokInsider.com –Nama Gunung Rinjani sudah sangat mendunia, sebagai salah satu gunung  di NTB selain Tambora yang menjadi magnet bagi para pecinta alam dan pendaki untuk selalu ingin mengeksplorasi keindahan alamnya dengan Danau Segara Anak yang berada di bawahnya. Gunung bukan tempat sampah, sudah sangat sering didengungkan oleh para pecinta alam, namun masih saja banyak pendaki yang belum sadar untuk selalu menjaga kebersihan diatas gunung termasuk Rinjani. Hal inilah yang membuat Pemerintah Provinsi dalam hal ini Disbudpar NTB dan TNGR mengambil inisiatif untuk melakukan kegiatan Clean up Rinjani.

Semua unsur Bersihkan Rinjani

Persiapan Peserta Clean Up Rinjani di Kantor Disbudpar NTB, Jum'at (9/12).

Persiapan Peserta Clean Up Rinjani di Kantor Disbudpar NTB, Jum’at (9/12).

“Kegiatan Clean up Rinjani (9-11/12) ini tentunya sebagai salah satu jawaban dari berbagai kritik, masukkan dan saran kepada pemerintah dan TNGR sebagai pengelola Rinjani, untuk melakukan kegiatan membersihkan Rinjani dari sampah yang banyak ditinggalkan oleh para pendaki,” jelas Kadis Budpar NTB, HL. Moh. Faozal sesaat akan melepas peserta menuju Sembalun, Jum’at Siang (9/12) dikantornya. Selanjutnya rombongan yang terdiri dari kesatuan TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Basarnas, TNGR dan Komunitas Pecinta Alam yang ada di NTB bergerak menuju kantor Gubernur untuk dilepas resmi oleh Wagub menuju Sembalun.

Sekitar pukul 15:00 wita, rombongan bergerak beriringan menuju Sembalun ditemani hujan yang turun cukup deras sejak di daerah Aikmel Lotim dan tiba di Sembalun Lawang menjelang maghrib. Pada acara ramah tamah malam harinya Wagub H. Muh. Amin, menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini sangatlah baik dan penting untuk menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Rinjani khsususnya dan daerah sekitarnya. “Apalagi Rinjani dan Sembalun saat ini telah menjadi destinasi wisata unggulan dimana Sembalun telah meraih predikat (Destinasi Bulan Madu Ramah Wisatawan Muslim Terbaik) pada WHTA 2016 di Abu Dhabi beberapa waktu lalu dan Rinjani juga sedang meningkatkan statusnya untuk menjadi Global Geopark Dunia,” jelas Wagub Amin.

Malam Ramah Tamah di Nusantara Hotel dan Restoran, Sembalun Lawang.

Malam Ramah Tamah di Nusantara Hotel dan Restoran, Sembalun Lawang.

600 Peserta Dilepas dari Sembalun dan Senaru

Keesokan harinya Sabtu (10/12), 600 orang peserta Clean up Rinjani dilepas secara resmi oleh Wagub di halaman Hotel dan Restoran Nusantara, Sembalun Lawang. Tepat pukul 07:00 wita seluruh rombongan diberangkatkan dari dua pintu pendakian resmi, Sembalun 425 orang dan Senaru 175 orang. Pada sambutannya pagi itu Wagub menegaskan bahwa acara clean up ini juga sebagai edukasi kepada para pendaki akan pentingnya menjaga kebersihan gunung dimanapun mereka mendaki dan semua elemen pendukung kegiatan pendakian di Rinjani juga diharapkan untuk tidak henti-hentinya memberikan edukasi tentang kebersihan kepada seluruh pendaki khsususnya para pemula.

Untuk membakar semangat peserta Wagub sempat mengajak mereka untuk menyanyi bersama dengan lagu berjudul “Sahabat Gunung”. Dengan keadaan cuaca saat ini dimana intensitas hujan sangat tinggi, estimasi sampah yang dapat diangkut oleh para peserta hanya sekitar rata-rata 5kg/orang, diharapkan nantinya sampah yang terkumpul akan sesuai dengan estimasi tersebut. Selain membersihkan sampah para peserta baik yang berangkat dari Sembalun dan Senaru dan nantinya akan bertemu di Pelawangan, saat naik keatas juga menanam sekitar 600 bibit pohon, jadi kegiatan ini merupakan kegiatan 2 in 1 yakni menanam pohon dan membersihkan sampah di Gunung Rinjani.

Apel Pagi Pelepasan Peserta Clean Up Rinjani, Sabtu (10/12), di Sembalun.

Apel Pagi Pelepasan Peserta Clean Up Rinjani, Sabtu (10/12), di Sembalun.

Penanaman Pohon

Seperti yang telah dijelaskan, Clean up Rinjani ini diisi oleh 2 acara yakni membersihkan sampah sekaligus menanam bibit pohon, ada sekitar 600 bibit pohon dari berbagai jenis yang ditanam oleh para peserta yang naik pada Clean up Rinjani ini. Pagi itu Wagub, Kadis Budpar dan Kehutanan NTB juga berkesempatan secara simbolis melakukan penanaman bibit Flamboyan di pinggir jalan sepanjang jalur menuju pendakian, tentunya diharapkan beberapa puluh tahun kemudian bibit pohon yang ditanam ini akan memberikan kontribusi oksigen dan menggantikan pohon-pohon yang telah musnah ditebang oleh banyaknya pembalakan liar atau illegal logging.

Penanaman Pohon oleh Wagub Secara Simbolis pada Acara Clean Up Rinjani.

Penanaman Pohon oleh Wagub Secara Simbolis pada Acara Clean Up Rinjani.

Hari Gunung Sedunia

Beberapa waktu sebelum acara Clean up, Rinjani memang sempat ditutup untuk jalur pendakian umum, karena Gunung Barujari sempat erupsi kembali dan cuaca yang sering hujan. “Sebelumnya memang kami tutup selain karena G. Barujari sempat erupsi juga pada bulan-bulan ini memang curah hujan sangat tinggi, tentunya hal ini sangat berbahaya bagi para pendaki,” jelas Agus Budi Santoso, Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Menurutnya untuk penentuan buka tutup Rinjani ini pihak TNGR selalu menjalin koordinasi dengan pihak BMGK.

Agus Budi melanjutkan bahwa dibukanya Rinjani saat ini, khusus untuk kegiatan clean up (9-11/12), itupun hanya sampai Pelawangan, momen acara ini juga bertepatan dengan Hari Gunung Sedunia sehingga sangat tepat waktunya. Kedepan kegiatan clean up seperti ini akan rutin diadakan oleh Pemerintah dan TNGR paling tidak di siklus buka tutup Rinjani sekitar Desember-April setiap tahunnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com