Mataram, LombokInsider.com – Sebagai tindak lanjut dari pengembangan dan peningkatan kemampuan kualitas Sumber Daya Manuasia (SDM) Pramuwisata yang ada di NTB. Pada Rabu (9/8), Dinas Pariwisata (Dispar) Bidang Kelembagaan dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPD NTB, menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi 50 orang Pramuwisata khusus untuk wisatawan Timur Tengah dan Korea. Pelatihan ini rencananya akan berlangsung selama enam hari (9-14/8), di Hotel Golden Palace, Mataram.

Diklat Pramuwisata

Pada laporannya Ketua HPI DPD NTB, DR. Ainuddin, SH, MH, menjelaskan bahwa sebagai ujung tombak pariwisata di daerah NTB, pramuwisata harus memiliki kualitas yang mumpuni. “Ini adalah wujud dukungan serta kepedulian pemerintah pusat Kemenpar dan daerah dalam hal ini Dispar NTB, untuk meningkatkan SDM kita khususnya dalam menyambut kunjungan wisatawan Timur dan Korea,” kata Ainuddin.

Menurut Ainuddin seseorang harus memiliki lima kaidah terpenting dalam menjalani profesinya sebagai pramuwisata. “Untuk menjadi Pramuwisata yang professional, paling tidak seorang Pramuwisata dituntut memiliki lima kaidah dasar kepramuwisataan. Hal ini meliputi attitude, skill, knowledge, performance dan initiative,” ungkap Ainuddin.

HPI bersama Dispar NTB adalah instansi atau asosiasi yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan lisensi pramuwisata yang legal, setelah seseorang dinyatakan lulus dari serentetan diklat yang diselenggarakan oleh kedua pihak tersebut. Ainuddin mengatakan ada tiga jenis lisensi kepramuwisataan yang dikeluarkan berdasarkan tingkatannya, yakni Lisensi Pemandu Wisata Muda, Pemandu Wisata Madya dan Pengatur Wisata (tour leader).

Pasar Timur Tengah dan Korea

DUKUNGAN. Kadispar NTB, saat Memberikan Sambutan pada Dklat Pramuwisata Timteng dan Korea di Golden Palace Hotel, Rabu (9/8).

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB, HL. Moh. Faozal pada sambutannya sekaligus membuka secara resmi Diklat tersebut, mengungkapkan alasan mengapa pihaknya bersama HPI mengadakan Diklat untuk Pramuwisata Timur Tengah dan Korea.

“Semua sudah mengetahui bahwa NTB telah terpilih sebagai Destinasi Wisata Halal terbaik Dunia di ajang WHTA pada 2015, kemudian disusul tiga penghargaan lagi di ajang yang sama pada 2016 lalu. Ini semua karena memang pasar Timur Tengah merupakan pasar potensial yang menuntut kualitas SDM Pramuwisata seperti yang mereka inginkan,” jelas Faozal.

Faozal menambahkan mengapa Korea juga menjadi fokus. “Ini tidak lain karena mulai 29 Juli lalu, charter flight maskapai Korean Air, telah masuk ke Lombok. Jadi mulai Juli hingga Oktober nanti akan ada tujuh penerbangan langsung yang rata-rata membawa 200 pax wisatawan Korea ke Lombok,” ujarnya. Jika setiap penerbangan membawa sekitar 200 orang, berarti dengan tujuh kali penerbangan hingga Oktober akan berkunjung sekitar 1.400 orang wisatawan Korea memalui charter flight, belum lagi yang melalui jalur tidak langsung.

Kadispar NTB juga menyinggung tentang tingkat akupansi rata-rata hotel di Mataram, Senggigi dan Gili secara umum mencapai 85% pada Juli-Agustus. “Ini disampaikan langsung oleh GM salah satu hotel di Gili Trawangan, data ini juga selalu di update oleh IHGMA, AHM dan PHRI,” terang Faozal.

Faozal dan Ainuddin yakin bahwa perkembangan dan kemajuan pariwisata NTB berada pada jalur yang positif. “Kita harus terus semangat untuk sama-sama mendukung perkembangan dan kemajuan pariwisata NTB. Seluruh pihak harus ikut berperan dalam hal ini,” pungkasnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com