Praya, LombokInsider.com – Terciduk merokok menggunakan rokok elektrik (vape) dalam kamar kecil (lavatory) bagian depan pesawat Airbus A320-200CEO registrasi PK-LUW, seorang penumpang laki-laki berinisial “FC” yang duduk di nomor 2D diamankan petugas berwenang bandara Lombok International Airport pada Rabu (9/5).

“Apa yang dilakukannya merupakan tindakan yang mengganggu kenyamanan perjalanan dan melanggar aturan penerbangan sipil,” kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Batik Air, melalui keterangan persnya.

Menurutnya, ketentuan yang mengatur keselamatan serta keamanan penerbangan bersumber dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 dan Program Keamanan Penerbangan Nasional pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia 80 Tahun 2017. Kedua peraturan ini selanjutnya diberlakukan dalam kebijakan maskapai, termasuk Lion Air Group.

Batik Air merupakan grup dari Lion Air, menyampaikan keterangan mengenai penanganan seorang pelanggan pada penerbangan ID 6950 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang (CGK) dengan tujuan Bandar Udara Internasional Lombok Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (LOP) dilakukan sesuai standar operasi prosedur dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

“Apa yang dilakukan Kepala Awak Kabin (senior flight attendant/SFA) bekerjasama dengan pilot dalam memutuskan tindakan sudah tepat, berdasarkan peraturan perusahaan dan penerbangan sipil. Pilot menyampaikan informasi kepada petugas keamanan bandar udara (aviation security/avsec),” jelas Danang.

Pesawat ID 6950 mendarat pukul 11.25 WITA di Lombok. Koordinasi yang baik antara awak pesawat, petugas layanan darat (ground handling) dan avsec, sehingga proses penanganan “FC” berikut barang bukti berjalan secara tepat. Batik Air menyerahkan “FC” kepada avsec dan otoritas bandar udara (otband) untuk pemeriksaan dan proses lebih lanjut.

“Seluruh operasional pesawat adalah bebas asap rokok termasuk rokok elektronik. Setiap penerbangan, awak kabin memberitahu penumpang bahwa merokok di pesawat adalah tindakan yang dilarang,” tegasnya.

Batik Air menghimbau kepada seluruh pelanggan dan publik untuk memahami serta mematuhi aturan “tidak merokok” di dalam kabin atau di kamar kecil saat pesawat di udara dan berada di darat.

Menurut peraturan keselamatan penerbangan sipil (CASR) 25.854, setiap pesawat udara yang berkapasitas 20 orang atau lebih, wajib memasang pendeteksi asap (smoke detector system) di setiap lavatory dan harus dilengkapi fire extinguisher pada setiap disposal. Pesawat juga harus dilengkapi placard atau passenger sign information at least one placard. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com