Mataram, LombokInsider.com – Saat ini keindahan Lombok dan Sumbawa atau Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah semakin terkenal luas dikalangan para wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara. Bahkan hingga Oktober ini, menurut Kepala Dinas Pariwisata NTB, pergerakan wisatawan yang masuk ke NTB sudah mencapai 3,1 juta dari target 3,5 juta orang untuk 2017.

Kesiapan Sarana dan Prasarana

Persiapan NTB dalam menyambut atau mencapai target 4 juta kunjungan wisatawan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Rakor Tata Kelola Destinasi, Calender of Event dan Strategi Pemasaran 2018, di Hotel Golden Palace pada (24-25/10). “Target 4 juta ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang ada. Namun hal ini bukan tanpa hambatan dan rintangan, tapi kita tetap optimis dapat tercapai,” kata Kadispar NTB, HL. Moh. Faozal di sela-sela Rakor.

Untuk mewujudkannya, sinergitas seluruh pihak terutama Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi bersama dengan Kabupaten/Kota dan stakeholder pariwisata menjadi faktor penentu keberhasilan tersebut. “Seluruh Kabupaten dan Kota menyatakan kesanggupannya untuk melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan, untuk membangun pariwisata NTB,” ucapnya.

“Beberapa kendala yang selama ini sering terjadi di lapangan diantaranya, soal tata kelola destinasi, tentang sampah, pungutan, kesiapan keamanan dan lainnya itu yang kita bahas. Pengembangan kelembagaan, peran stakeholder, bagaimana pramuwisata dan transportasi, serta tanggung jawab masing-masing bidang di Dispar, baik Provinsi, Kabupaten dan Kota,” lanjut Faozal.

Untuk kalender even, Faozal mencontohkan bahwa penguatan kualitas manajemen even harus ditingkatkan. “Itulah mengapa kita mendatangkan Dynand Fariz kemarin, karena kisah suksesnya penting untuk kita dengar dan terapkan. Dimana dia telah berhasil mengelola Jember Fashion Carnaval (JFC) dari even keluarga, sampai menjadi even karnaval terbaik ketiga di dunia,” ungkap Kadispar NTB ini.

Faktor penting ketiga, menurut Faozal yakni strategi promosi. “Kita harus bisa melihat pasar promosi potensial yang ada. Korea, Malaysia, Cina, Australia dan Timur Tengah, ini strategi kita dalam melihat potensi pasar,” ujarnya.

Dukungan Kemenpar RI

Rasa optimis Kadispar NTB ini bukan tanpa alasan karena empat even besar NTB, masuk dalam Calendar of Event Kemenpar RI. “Alhamdulillah empat even tahunan kita masuk dalam 100 kalender even nasional Kemenpar. Bau Nyale, Tambora, Moyo dan Bulan Pesona Lombok Sumbawa. Lepas dari berbagi kritik yang ada, namun dukungan pusat membuktikan empat even ini layak di branding,” tegasnya.

Senada dengan Kadispar, Asisten II Setda NTB Chaerul Mahsul, menyatakan bahwa dengan dukungan masyarakat dia optimis target kunjungan 4 juta wisatawan tersebut akan tercapai.

“Kita harus optimistis kalau melihat persiapan. Target itu tidak terlalu fantastis, ya masih realistis karena kita lihat dalam beberapa tahun terakhir kita siapkan landasan landasannya, event yang terjadwal, penataan destinasi, strategi promosi,” ujarnya.

“Bahkan, kita terbantu dengan promosi vlog Presiden Jokowi yang viral. Jadi 4 juta itu bisa akan lebih karena di 2016 saja 3,2 juta lebih dari target dari 3 juta,” kata Chaerul mencontohkan.

Menurutnya berbagai pihak harus mendukung, Dinas Pertanian dan Perkebunan misalnya, back up pasokan bahan baku restoran dan hotel seperti sayur, beras dan buah,“Sekitar destinasi juga perlu penguatan kelembagaan untuk masyarakat, sehingga mereka berperan membantu aparat keamanan dalam mengamankan daerahnya, demikian juga dengan UMKM yang ada,” lanjutnya.

Terkait kesiapan SDM, Chaerul mengatakan daya saing SDM kepariwisataan di NTB cukup bagus. “Sekarang sudah ada Poltekpar, nanti diperkuat pendidikan pelatihan provokasional seperti yang ada di BLK. Jika hotel-hotel di KEK Mandalika sudah mulai beroperasi, dipastikan akan ribuan tenaga kerja lokal NTB,” pungkasnya.

Rakor diakhiri dengan kunjungan peserta ke Desa Wisata Sade untuk menyerahkan bantuan alat kebersihan dan Pantai Kuta Mandalika untuk melakukan aksi bersih destinasi wisata. (LI/AA)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com