Mataram, LombokInsider.com – Pelaksanaan even Pesona Khazanah Ramadhan (PKR) 2018 yang digelar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Dinas Pariwisata (Dispar) NTB dan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) NTB, selama sebulan penuh pada bulan ramadhan, gaungnya ternyata telah menasional.

Itu terbukti dari kunjungan para pengurus Masjid Agung Jawa Tengah (Jateng) ke Islamic Center (IC) NTB, Sabtu (26) lalu, yang hendak belajar pelaksanaan PKR. Bagaimana IC NTB dapat mengelola sebuah kegiatan yang tak hanya terkait ibadah saja pada bulan ramadhan. Namun lebih dari itu, even yang digelar itu bisa melibatkan masyarakat, sehingga bergerak perekonomiannya dan ternyata menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung.

“Jujur, kami sangat kagum dengan Pemerintah Provinsi NTB, khususnya para pengurus IC NTB, yang bisa menyelenggarakan suatu kegiatan di bulan ramadhan, yang tidak hanya terkait ibadah saja, tetapi juga dibarengi dengan kegiatan lain yang bisa menggerakkan stakeholder pariwisata, pengusaha, perbankan dan juga UMKM (masyarakat). Di Indonesia, kegiatan seperti ini mungkin yang pertama dan ini tergolong sukses,” kata pimpinan rombongan Pengurus Masjid Agung Jateng, KH Ali Mufiz, M.P.A, menyampaikan tujuan kedatangannya.

Menurut mantan Gubernur Jateng 2007-2008, pihaknya tidak sungkan-sungkan belajar, bahkan akan copy paste kegiatan PKR di IC NTB untuk diterapkan pada kegiatan-kegiatan di Masjid Agung Jateng.

“Walaupun PKR di IC NTB baru kali kedua diselenggarakan, ternyata gaungnya tidak hanya skala nasional saja, tetapi juga internasional. Ini sekaligus juga membuktikan bahwa pelibatan media massa juga sangat besar. Kami di Jateng memantau seluruh kegiatan PKR IC NTB ini justeru dari media massa. Termasuk para fotografernya juga intens upload gambar-gambar yang sangat indah Masjid Hubbul Wathan IC NTB di Medsos. Apalagi foto pada malam hari, luar biasa indahnya,” ujar Ali Mufiz terkagum-kagum.

Karena itu lanjutnya, tidak heran kalau PKR ini bisa memicu wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke NTB, seperti wisatawan asal Malaysia dan Singapura. “Apalagi jargon PKR 2018 yang digaungkan di media massa juga luar biasa, “Ramadhan tahun ini rugi kalau tidak berkunjung ke Lombok”. Ini tentu mengundang rasa penasaran tersendiri. Nah, untuk mengobati penasaran kami itu, mengapa kita langsung berkunjung ke NTB sekarang,” jelasnya.

“Jadi, kami para pengurus di Masjid Agung Jateng tidak malu-malu menjadi murid pertama NTB menerapkan PKR. Karena manfaatnya yang sangat bagus, tak hanya untuk pembangunan daerah, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ucap Ali Mufiz, yang pada kesempatan itu juga didampingi oleh Ketua MUI Jateng, DR KH Ahmad Daroji, M.Si, dan pengurus Masjid Agung Jateng lainnya.

Sementara Kepala Biro Kesra Setda NTB, H. Ahmad Mashuri, SH, yang menyambut kedatangan rombongan Pengurus Masjid Agung Jateng di IC NTB mengucapkan selamat datang, sekaligus terima kasih, karena NTB dipercaya menjadi tempat menimba ilmu.

“Ini (kunjungan) hal yang membanggakan bagi kami, masyarakat NTB. Benar, PKR memang baru dua kali terselenggara. Pada bulan puasa sebelumnya, tamu-tamu hotel biasanya sepi. Tetapi dengan adanya even PKR, telah menjadi penyelamat okupansi (tamu menginap) hotel-hotel kami di Lombok,” jelasnya.

Seperti 2017 lalu, sambung Mashuri, PKR di IC NTB juga mengundang para imam besar dari Timur Tengah untuk menjadi imam sholat tarawih di Masjid Hubbul Wathan IC NTB. “Tahun ini ada tiga imam besar yang datang, yaitu dua dari Mesir dan satu lagi dari Yordania. Masing-masing imam besar menjadi imam sholat tarawih di sepuluh hari pertama, kedua dan ketiga. Sehingga suasana sholat tarawih di Masjid Hubbul Wathan IC NTB seperti sholat tarawih di negara-negara Timur Tengah,” ucapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata NTB yang diwakili Sekretaris Dinas Pariwisata, Endah Setyorini, menyampaikan bahwa keterlibatan Dinas Pariwisata NTB secara aktif dalam kegiatan PKR, karena IC NTB sendiri merupakan salah satu ikon destinasi wisata.

“Sebagai destinasi wisata, tentu sudah menjadi tugas dan kewajiban kami Dinas Pariwisata NTB, bagaimana agar IC NTB tidak hanya ramai orang beribadah saja, tetapi juga ramai dikunjungi wisatawan,” ujar Endah.

Apalagi sambung Endah, pihak Kementerian Pariwisata RI juga sangat mendukung penuh. Dimana ketika IC NTB ditetapkan sebagai satu diantara ikon wisata NTB, pihak kementerian langsung membantu lighting (lampu sorot) yang menyinari seluruh kompleks IC NTB, termasuk empat menaranya, dan satu menara setinggi 99 meter. Sehingga kompleks IC pada malam hari seperti masjid-masjid di Timur Tengah yang megah.

“Bahkan pada 29-30 Mei nanti, pihak Kemenpar RI juga akan datang ke NTB untuk menyerap aspirasi para pelaku usaha wisata NTB, termasuk pemerintah daerah, terkait penyusunan paket-paket wisata halal. Dimana kepariwisataan NTB sendiri saat ini memang sedang gencar promosi wisata halal, sehingga itu sangat sinkron,” pungkas Endah, yang juga didampingi Kabid Destinasi Dispar NTB, Lalu Wijaya Kusuma.

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com