Pelatihan P3K untuk stakeholder pariwisata
peserta pelatihan p3k

Dukungan masyarakat sangat penting dalam penanganan kecelakaan

Mataram, LombokInsider.com – Sering terjadinya kecelakaan di beberapa destinasi wisata yang ada di wilayah NTB dan jauh dari jangkauan klinik atau rumah sakit modern, serta sarana transportasi dan komunikasi yang terbatas, membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB, mengambil inisiatif untuk mengadakan pelatihan “Bimbingan Teknis Pengembangan Pariwisata dan Sapta Pesona”, di Hotel Lombok Plaza (26/5).

“Jangan sampai ada orang lagi selfie kemudian terjatuh dari tebing dan pemandu wisata serta masyarakat sekitar tidak dapat memberikan pertolongan pertama,” jelas HL Moh Faozal Kadis Disbudpar NTB.

Narasumber yang hadir antara lain dari RSUD, BPPD, Angkatan Laut, Pol Airud dan Basarnas yang sering bersentuhan langsung dengan kejadian-kejadian diatas. Para peserta yang diundang juga mereka yang sering langsung mengalaminya seperti para pemandu wisata, pemilik tempat destinasi wisata di daerah yang jauh jangkauan dari fasilitas kesehatan modern, seperti Benang Setokel dan Benang Kelambu, Bloam, Gili Trawangan, Selong Belanak, Tanjung Aan, Sendang Gile, Selong Belanak dan lainnnya.

Pelatihan ini mengajarkan teknik-teknik pertolongan pertama kepada seorang yang mengalami gagal jantung, patah tulang, penyelam yang pingsan saat menyelam dan sebagainya. Dari paparan yang diberikan oleh narasumber diharapkan peserta pelatihan dapat mengambil inisiatif pertolongan pertama jika ada kejadian-kejadian gawat darurat.

Salah satu nara sumber adalah Dr. Oksy Cahyo Wahyuni Sp. Em, dari RSUD Mataram yang memberikan materi tentang pertolongan pertama. “Pertolongan pertama adalah pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera/kecelakaan yang memerlukan pertolongan medis dasar, sedang medis dasar adalah tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh pelaku pertolongan pertama, seperti CPR dan Bantuan Hidup Dasar,” kata Dr Oksy.

Kerjasama Masyarakat

Mayor Laut I Gede Padang, pelaksana Lanal Mataram dan Ida Bagus Ngurah Nyoman Astana, instruktur kantor SAR Mataram juga menjelaskan bahwa mereka tidak dapat melakukan pertolongan jika tidak mendapat bantuan dari masyarakat sekitar, koordinasi dan informasi yang tepat sangatlah diperlukan.

Mereka mencontohkan jika terjadi kecelakaan di daerah pelosok, di tengah hutan yang sulit dijangkau jika tidak ada informasi dan pertolongan pertama oleh masyarakat setempat sangat tidak mungkin petugas penolong dapat tiba disana dalam waktu singkat. Pemasangan tanda-tanda peringatan potensi bahaya juga harus dilakukan di daerah destinasi pariwisata, karena saat ini masih sedikit sekali yang sudah terpasang.

Pelatihan sehari tentang teori pertolongan pertama dan penanggulangan bencana ini rencananya akan dilanjutkan dengan praktek dilapangan. “Semoga setelah pelatihan teori dan praktek di lapangan, para peserta dapat menularkan ilmunya kepada masyarakat di sekitarnya, agar kesadaran mereka tentang keselamatan meningkat,” ungkap Faozal.

“Dengan begitu keamanan dan keselamatan di destinasi wisata dapat terjaga, hal ini tentu dapat meningkatkan nilai jual pariwisata NTB di mata wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” pungkas Faozal. (LI/AA)

Tags: , , , ,
About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono