Mataram, LombokInsider.com – Langkah cepat ditempuh Dinas Pariwisata NTB, dibawah koordinasi Kadispar NTB, mengajak sejumlah asosiasi pariwisata NTB untuk peduli terhadap korban pasca terjadinya gempa tektonik pada Ahad (29/7) kemarin.

“Alhamdulillah, atas bantuan dari teman-teman Asosiasi dan Industri Priwisata, kita langsung bergerak menuju Sembalun, beberapa saat setelah kejadian. Kami berhasil mengevakuasi dua tim wisatawan dari Malaysia yang berjumlah 35 orang setelah pulang dari pendakian,” kata HL. Moh. Faozal, Kepala Dinas Pariwisata NTB, saat jumpa pers di Hotel Golden Palace, Mataram, Ahad malam (29/7).

“Sebenarnya mereka akan pulang ke Malaysia pukul 13:00 Wita , namun naas, saat sedang packing barang, gempa datang dan rumah tempat mereka menginap roboh menimpa mereka. Bahkan satu diantaranya meninggal dunia,” jelas Kadispar.

Korban meninggal dunia diketahui atas nama Siti Nur Iesmawida Ismail (30), merupakan salah seorang dari dua tim wisatawan Malaysia yang mendaki.

Faozal menuturkan, pemerintah provinsi NTB dan juga para pelaku pariwisata di NTB juga telah menyiapkan beberapa fasilitas kepada wisatawan asal Malaysia yang menjadi korban dari gempa ini.

“Kami telah menyiapkan peti jenazah untuk korban meninggal dunia, mobil ambulan yang membawa jenazah dari lokasi gempa merupakan sumbangan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur,” ucap Faozal.

Lebih lanjut, Faozal menyatakan, seluruh biaya perawatan korban di tanggung oleh Pemprov, baik yang luka-luka maupun yang meninggal. Termasuk 35 korban selamat wisatawan asal Malaysia itu diberikan penginapan gratis.

“Malam ini teman-teman dari PHRI dan AHM juga memberikan fasilitas penginapan gratis di lima hotel yang ada di Mataram bagi wisatawan asal Malaysia tersebut. Mereka tersebar di hotel Golden Palace, hotel Lombok Raya, hotel Lombok Plaza, hotel Puri Indah dan hotel Santika,” ujarnya.

Sementara pihak Imigrasi Kelas I Mataram, melalui Kepala Kantornya, Dudi Iskandar menuturkan telah melakukan koordinasi dengan kedutaan Malaysia, Dispar dan Kominfo NTB.

“Kami akan tindaklanjuti terkait pemulangannya, menurut informasi wakil Kedutaan Malaysia akan datang besok (Senin 30/7, red). Sementara untuk dokumen atau passport yang hilang, akan dikeluarkan dokumen pengganti bagi mereka oleh Kedutaan Malaysia,” jelas Dudi.

Dudi memastikan bahwa pihaknya tentu akan memberikan kemudahan pengurusan berkas untuk pemulangan jenazah dan korban yang masih hidup. “Jelas akan kami permudah, karena ini merupakan kasus force major,” tegasnya.

Selain itu, pihak Dispar bersama Asosiasi Pariwisata NTB yang terdiri dari, PHRI, AHM dan BPPD juga melakukan penggalangan dana untuk memberikan bantuan bagi masyarakat sekitar Sembalun, Senaru, Sambelia dan Bayan yang terkena dampak cukup parah. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com