Senggigi, LombokInsider.com – Masih dari “ASEAN-Korea Tourism Capacity Building Workshop” yang berlangsug selama dua hari (11-12/1/2017) di Sheraton Senggigi Beach Resort. Acara ini dilaksanakan untuk memberikan semangat baru bagi industri pariwisata di Lombok khususnya, untuk dapat menarik pasar wisatawan Korea, karena dengan workshop ini akan mengetahui apa dan bagaimana suatu destinasi wisata yang diinginkan oleh wisatawan yang datang, khususnya dari Korea. Dari hasil pemaparan dan diskusi selama sehari penuh, diketahui bahwa mereka sangat senang dengan keindahan alam seperti pantai, pegunungan juga kegiatan wisata yang bersifat petualangan, tentunya Lombok memiliki hal itu, tinggal bagaimana strategi yang diambil industri pariwisata untuk dapat menarik wisatawan datang ke Lombok.

Jumpa Pers Workshop

INDAH. Keindahan Alam, Terutama Sembalun dan Gunung Rinjani bisa Menjadi Magnet bagi Wisawatan Korean untuk Berkunjung ke Lombok.

Hal itu disampaikan oleh Kim Young-sun yang merupakan Sekjen ASEAN Korea Centre (AKC), juga pernah menjadi Dubes Korea untuk Indonesia, pada jumpa pers yang dilakukan diruang terpisah. “Sebelum workshop kami sempat berjalan-jalan keliling ke beberapa destinasi wisata yang ada di Lombok, termasuk melihat sunset di Gili Trawangan, serta mengamati berbagai potensi yang ada, maka Pulau Lombok ini sangat indah dan cocok sekali untuk wisatawan asal Korea,” papar Kim seraya menyarankan, untuk menggaet Wisman Korea Selatan ke Indonesia, khususnya ke Lombok. Bukan tanpa alasan karena Kim sudah pernah tinggal lama di Indonesia dan dia merasa ini merupakan rumah kedua baginya, ia yakin wisatawan Korea yang datang pasti akan betah berlama-lama di Lombok.

Kim mengatakan bahwa letak geografis dan keindahan alam Indonesia dan Lombok khususnya, sangat cocok bagi wisatawan Korea, hal ini karena dia mengetahui dengan pasti karakteristik wisatawan Korea yang gemar wisata petualangan atau outbound. Jika solusi dan strategi mendatangkan tamu Korea sudah ditemukan dapat dipastikan akan banyak kunjungan grup dari Korea yang berkunjung ke Lombok. Namun semua hal ini tentunya tidak semudah itu perlu langkah-langkah nyata salah satunya dengan membuka penerbangan langsung dari Korea ke Lombok. “Untuk dapat mewujudkan penerbangan langsung tersebut tidaklah mudah, harus melalui proses yang panjang, walaupun bukan mustahil hal ini dapat terwujud,” ungkap Kim.

WORKSHOP. Puluhan Peserta dari Industri dan Pelaku Pariwisata Hadir pada “ASEAN-Korea Tourism Capacity Building Workshop” di Sheraton Senggigi.

Senada dengan pernyataan Kim, Wakil Dubes RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, menyampaikan bahwa potensi Wisman asal Korea Selatan untuk datang ke Lombok sangat besar. Hanya saja yang menjadi kendala adalah soal ketiadaan akses langsung penerbangan ke Lombok. “Ini merupakan pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah secara nasional. Tetapi jujur, salah satu yang sedang kita usahakan di Korea Selatan adalah adanya penerbangan langsung dari Korea Selatan ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk ke Lombok International Airport (LIA),” tegas Cecep.

Seperti yang dijelaskan Kim, hal ini mungkin agak sulit lanjut Cecep, mengingat kesediaan sebuah maskapai penerbangan untuk membuka rute penerbangan baru ke suatu negara atau daerah, sudah pasti terkait erat dengan bisnis yang harus menguntungkan. “Tetapi melalui kemauan yang kuat dari segenap pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha wisata, maka bukan tidak mungkin penerbangan langsung ke Lombok itu akan terwujud,” ujarnya meyakinkan. Menurut Cecep, satu hal lagi yang perlu diperhitungkan tentang pariwisata adalah, adanya blueprint atau tujuan pembangunan kepariwisataan yang jelas, jika hal ini sudah terlaksana maka urusan selanjutnya akan lebih mudah, karena pembangunan pariwisata adalah pembangunan jangka panjang, bukan yang serba cepat.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh I Gde Pitana, Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara di Kemenpar, menurutnya Lombok sangat berpotensi menjadi destinasi terbaik di Indonesia, sekarang tinggal bagaimana kemauan dan kerjasama yang kuat dari seluruh pihak terkait lainnya untuk dapat mewujudkannya. “Kami di Kemenpar siap untuk mendukung segala sesuatu yang berhubungan dengan pembangunan dan pengutan pariwisata di Lombok, baik dari segi destinasi, manajemen even dan promosinya,” tegas Pitana. Beliau juga mengingatkan bahwa kita semua harus yakin bahwa pariwisata akan menjadi industri yang sangat berkembang dan maju di Indonesia, khususnya di Lombok.

Pemaparan Kadis Pariwisata NTB

PAPARAN: Kadis Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal dan Awan Aswinabawa, saat Memberikan Pemaparan Tentang Potensi Destinasi Wisata yang ada di Lombok.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL Moh. Faozal, pada pemaparannya sebagai salah seorang narasumber pada workshop tersebut menyampaikan, bahwa Korea Selatan merupakan pasar wisata yang sangat potensial untuk NTB, khususnya Lombok. “Karakter wisatawan asal Korea yang sangat gemar aktifitas out door, seperti surfing atau diving, trekking dan sebagainya, tentunya akan menjadi pasar baru yang sangat potensial bagi Lombok. Apalagi Lombok memiliki Sembalun dan Gunung Rinjani yang sangat indah. Kami yakin wisatawan Korea Selatan akan sangat menyukai untuk berwisata ke Lombok,” pungkas Faozal.

Selain itu, harapan dari pemda dan masyarakat NTB, yakni dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan pariwisata di NTB memang merupakan hal yang cukup urgen, ini mengingat Lombok baru saja menyabet tiga gelar terbaik dalam ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 di Abu Dhabi. Hal ini tentunya perlu lebih banyak dipromosikan ke dunia internasional dengan branding baru yakni Lombok Friendly yang telah di launching di penghujung 2106 lalu. Hal ini juga berhubungan dengan pembangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang jika hal ini dapat terwujud, maka akan dipastikan pariwisata NTB akan maju dan akan memberikan dampak positif terhadap perekonimian daerah dan masyarakatnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com