Mataram, LombokInsider.com – Dalam bisnis perhotelan, November memang bukan bulan puncak atau peak season, justru merupakan bulan low season. Namun demikian data statistik yang di rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, pada Selasa (2/1) 2018 menujukan terjadi kenaikan pada data statistik perhotelan selama November 2017 lalu.

“Meski kecil atau sedikit, data statistik hotel di NTB secara umum pada November 2017 lalu mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Ini cukup baik bagi dunia bisnis perhotelan, walaupun diakhir bulan terpengaruh oleh bencana erupsi Gunung Agung,” kata Endang Tri Wahyuningsih, Kepala BPS NTB.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada November 2017, mengalami kenaikan dibandingkan Oktober, dari 49,85 persen menjadi 52,48 persen, atau naik sebesar 2,63 poin. Bahkan jika dibandingkan November 2016 yang sebesar 44,40 persen, maka terjadi kenaikan 8,08 poin.

“Demikian halnya dengan TPK hotel non bintang November 2017 ini naik 0,49 poin, dibandingkan Oktober dari 25,34 persen menjadi 25,83 persen. Juga jika dibandingkan TPK pada bulan yang sama 2016 terjadi kenaikan sebesar 0,44 poin, dari 25,39 persen,” lanjut Endang.

Untuk Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang pada November ini tercatat 1,97 hari, yang berarti naik 0,03 hari, dibandingkan dengan RLM Oktober 2017 sebesar 1,94 hari. Jika dibandingkan dengan RLM November 2016 yang hanya 1,71 berarti terjadi kenaikan 0,26 hari.

Kenaikan juga terjadi pada Rata-rata Lama Menginap (RLM) hotel non bintang, untuk November ini naik, sebesar 0,14 hari yang mencapai 1,83 hari dari bulan sebelumnya. Namun jika dibandingkan November 2016, terjadi penurunan sebesar 0,11 hari.

Jumlah tamu yang menginap pada hotel bintang pada November 2017 tercatat 87.001 orang. Terdiri dari 73.030 orang tamu dalam negeri (83,94 persen) dan tamu luar negeri 13.971 orang (16,06 persen).

Sementara terkait kedatangan tamu atau wisatawan melalui Lombok International Airport (LIA), mengalami penurunan. Tercatat penumpang yang datang melalui penerbangan internasional berjumlah 9.663 orang turun sebesar 31,62 persen, sedangkan melalui penerbangan domestik sebanyak 145.520 orang, atau turun sebesar 6,47 persen dari bulan sebelumnya.

Hal yang sama terjadi pada terminal keberangkatan, pada November penumpang yang berangkat melalui terminal domestik hanya mencapai 139.359 orang terjadi penurunan sebesar 9,27 persen. Sedangkan dari terminal internasional sebanyak 8.242 orang atau turun sebesar 29,90 persen.

Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa turunnya statistik penerbangan melalui LIA ini terpengaruh oleh bencana erupsi Gunung Agung di Bali, yang terjadi pada akhir November lalu. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com