Taliwang, LombokInsider.com – Keindahan dan keunikan alam menjadi modal utama destinasi pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Meski baru berusia 14 tahun, namun KSB memiliki keunikan daya tarik dan keindahan alam yang tidak dimiliki daerah lain.

Wakil Bupati KSB, Fud Saifuddin menegaskannya pada saat menyambut para pelari Tambora Challenge, Rabu (4/4) yang akan berlomba pada lomba lari lintas pulau Sumbawa yang akan di start pada (4/4) dan akan finish di Doro Ncanga (7/4).

“KSB memiliki banyak pulau kecil, atau yang kita kenal sebagai gili, selain itu pantai-pantai yang kita miliki sangat indah dan tidak kalah dengan pantai yang ada Bali ataupun Lombok, demikian juga dengan terumbu karangnya,” kata Fud.

“Keunikan ini yang menarik bagi para turis, Pantai Pink misalnya memiliki butiran pasir yang putih seperti mutiara, jadi di Sumbawa Barat ini juga ada Pantai Pink, bukan hanya di Lombok,” ujarnya.

Menurutnya, selain itu ada juga Pantai Balas dan Jelenga, Kertasari, Maluk, Sekongkang, Lawar, Tropical serta masih banyak lagi yang lainnya. Namun Fud mengakui bahwa masih ada kendala yang dihadapi pihaknya, terutama pada aksesbilitas menuju KSB, baik melalui udara dan laut.

“Dari sekian pantai 3 diantaranya Pantai Kertasari, Jelenga dan Maluk. Fasilitas akomodasi juga sudah mulai banyak bermunculan, tentunya ini memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar destinasi,” tuturnya.

Terkait kegiatan Festival Pesona Tambora yang didalamnya ada rangkaian lomba lari Tambora Challenge 320 K, Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat ini menginginkan agar KSB mendapat percikan dampak positif, khususnya terhadap kunjungan wisatawat ke daerahnya.

Lomba lari Tambora Challenge 2018 ini, merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya. Sebanyak 47 orang pelari ikut terlibat pada kegiatan ini, akan ada 7 check point pada tiap 40 km, sementara tempat istirahat atau water station akan ada disetiap 20 km.

“Intinya kami selalu mendukung setiap kegiatan terkait pengembangan pariwisata NTB, karena secara potensi kami tidak kalah dengan daerah lain, tinggal bagaimana Pemerintah Provinsi dan Pusat mau terus membantu kami kedepannya,” tegas Fud. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com