Mataram, LombokInsider.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pariwisata NTB, memastikan bahwa even Sail Moyo Tambora tetap akan digelar pada 9-23 September mendatang. Even bertaraf internasional ini justru menjadi awal dari recovery pariwisata Lombok dan Sumbawa pasca gempa yang menerpa NTB secara beruntun dalam beberapa minggu terakhir.

“Sail Moyo Tambora ini merupakan wujud dari recovery kita di NTB pasca gempa, mayoritas kegiatannya akan kita redesain menyesuaikan keadaan saat ini. Nantinya akan banyak diisi dengan kegiatan amal dan bakti sosial, sehingga dapat membangkitkan kembali semangat dan mengurangi beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal, pada jumpa pers, Rabu (29/8), di Mataram.

Seperti diketahui, Lombok dan Sumbawa memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, pantai yang indah, gunung dan lembah, juga aneka ragam seni dan budaya yang telah diakui oleh dunia.

“Pariwisata NTB sudah sangat dikenal dunia, Pulau Moyo dan Gunung Tambora, itulah mengapa kita branding sail ini dengan Sail Moyo Tambora. Ini saatnya kita eksplor seluruh potensi pariwisata yang ada di Pulau Sumbawa,” ujar Faozal.

Sementara, Arif Toha Tjahjagama, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, mengatakan persiapan pelaksanaan Sail Moyo Tambora 2018 mencapai 90 persen.

“Persiapan telah mencapai 90 persen, hingga hari ini (29/8), jelang seremoni. Sail Moyo Tambora merupakan momentum bangkitnya pariwisata NTB pasca gempa,” jelas Arif.

Menurutnya, Kemenhub memberikan dukungan penuh even pariwisata bertaraf internasional ini, karena merupakan momentum bangkitnya pariwisata tidak saja di Lombok dan Sumbawa, tapi juga di Indonesia.

Demikian halnya dengan Hendri Noviardi, Kabid Pemasaran I, Regional III Kemenpar RI, menyatakan pihaknya dari awal telah komitmen untuk mendukung even Sail Moyo Tambora ini.

“Kami dari awal sudah komit untuk terus mendukung dari sisi promosi dan publikasi even Sail Moyo Tambora yang merupakan rangkaian dari Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) ini,” jelasnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com