Mataram, LombokInsider.com – Gubernur NTB Dr. TGH M Zainul Majdi membuka acara survei akreditasi versi 2012 oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma Provinsi NTB, Selasa (6/9). Dalam sambutannya, Gubernur NTB berharap kepada Tim Surveyor KARS dapat melihat dan menilai secara objektif, sehingga dapat memberikan akreditasi Paripurna ke RSJ Mutiara Sukma. Menurutnya, Inti dari pembangunan terletak pada ikhtiar membangun manusia. Hal ini perlu dilakukan agar manusia yang menghuni Republik Indonesia sehat lahir dan batin.

“RSJ Mutiara Sukma sebagai salah satu perangkat di baris depan untuk mewujudkan ikhtiar membangun manusia NTB yang sehat lahir dan batin dapat memberikan pelayanan publik terkait dengan tupoksinya,” ujarnya. Gubernur juga berharap kepada seluruh jajaran RSJ Mutiara Sukma dapat turun ke bawah, menggandeng para pemangku amanah pembangunan yang lain, tokoh masyarakat, dan kelompok lain yang memiliki pengaruh agar menjadikan kesehatan jiwa sebagai perhatian utama bagi kita semua.

Tim Akreditasi. Gubernur NTB Dr. TGH M Zainul Majdi, Menyambut Tim Akreditasi.

Tim Akreditasi. Gubernur NTB Dr. TGH M Zainul Majdi, Menyambut Tim Akreditasi.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur menekankan agar RSJ Mutiara Sukma dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien. Tak lupa juga Gubernur mengucapkan selamat berjuang kepada RSJ Mutiara Sukma atas pengajuan Akreditasi Paripurna yang pertama di Provinsi NTB. “Bagi saya proses akreditasi tidak hanya berarti pengakuan formal dari alat negara pada kualitas pelayanan bagi rumah sakit, tetapi juga menunjukkan semangat pelayanan yang Insya Allah lebih baik lagi di masa akan datang. Semoga semua ikhtiar yang dilakukan ini membawa kebaikan untuk masyarakat NTB,” pungkasnya.

Tim Surveyor KARS terdiri dari: Dr. Dyah Wiryastini, MARS Surveyor Manajemen, Dr. Aminullah Moeloek, Sp.KJ, MM Surveior Medis, Gandauli Panggabean, SKM, MARS Surveior Keperawatan.

Menghadapi survei akreditasi versi 2012 ini, beberapa kegiatan telah dilakukan oleh RSJ Mutiara Sukma, antara lain pembentukan: tim akreditasi, bimtek dari KARS, sosialisasi kepada seluruh staf dan pasien serta keluarga pasien, monitoring dan evaluasi serta beberapa pelatihan dan workshop baik internal maupun eksternal yang terkait dengan standar berupa pengendalian dan pencegahan infeksi (PPI), bantuan hidup dasar (BHD), teknik evakuasi dan penyelamatan pasien, asset dan dokumen, pemakaian alat pemadam api ringan, serta pelatihan mutu dan keselamatan pasien. (LI/SP)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com