Mataram, LombokInsider.com – Untuk kedua kalinya jumpa pers di kantor BPS NTB telah dipimpin oleh Kepala BPS yang baru yakni Endang Tri Wahyuningsih, demikian juga pada Selasa (1/11). Seperti biasa Endang memaparkan data-data perkembangan inflasi, statistik hotel, transportasi, serta perkembangan nilai tukar petani dan diakhiri dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur di NTB.

“Untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada hotel bintang, bulan ini mengalami penurunan dari bulan sebelumnya, sebesar 2,73 poin dari 42,17% menjadi 39,44%, demikian juga dibandingkan data tahun lalu di bulan yang sama mencapai 51,32% berarti turun sebesar 11,88 poin. Hal yang sama terjadi pada hotel non bintang yang juga mengalami penurunan” kata Endang. TPK hotel non bintang pada September ini juga mengalami penurunan, tercatat 26,30% turun 6,02 poin dari Agustus 2016 yang tercatat 32,32%, namun jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2015, yakni 24,32% berarti naik 1,98 poin.

“Sementara dari data jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada September 2016 juga terjadi penurunan 3,35% dibanding Agustus yakni 72.0494 menjadi 70.064, namun jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2015 yakni sebanyak 59.636 orang maka tahun ini mengalami peningkatan sebesar 17,49%,” jelas Endang. Demikian juga dengan Rata-rata Lama Menginap (RLM) untuk September naik dibanding Agustus 2016.

Kualitas Pelayanan Tinggi dengan Harga Bersaing, Membuat Tamu Memilih Hotel Bintang untuk Menginap.

Kualitas Pelayanan Tinggi dengan Harga Bersaing, Membuat Tamu Memilih Hotel Bintang untuk Menginap.

“Rata-rata Lama Menginap (RLM) hotel bintang mengalami kenaikan dari 1,64 hari pada Agustus menjadi 1,67 hari naik sebesar 0,03 hari, namun jika dibandingkan bulan yang sama pada 2015, yang mencapai 2,06 hari maka terjadi penurunan hingga 0,39 hari. Namun sayangnya hal itu tidak terjadi pada RLM hotel non bintang, pada September ini yakni 1,83 hari, mengalami penurunan 0,09 hari, namun jika dibandingkan bulan yang sama pada 2015 tercatat 1,46 hari maka terjadi kenaikan 0,37 hari,” lanjut Endang.

Untuk kelas hotel, tidak terjadi perubahan pada September ini dimana tamu yang paling banyak menginap masih di hotel bintang 4 yakni mencapai 28.661 orang, selanjutnya bintang 3 sebanyak 27.923 orang, kemudian berturut-turut bintang 2, 5 dan 1 yakni 6.696, 4.847 dan 1.938 orang. Namun untuk data TPK tertinggi dicapai oleh hotel bintang 5 yaitu sebesar 54,18%, kemudian bintang 4 sebesar 41,98% dan yang terendah terjadi pada bintang 1 yakni 22,41%.

“Tentunya hal ini sangat bagus untuk kelas hotel bintang 5 karena walaupun dari jumlah tamu menginap hotel bintang 5 hanya pada peringkat 4, namun tingkat hunian kamar menempati urutan teratas, ini artinya para tamu yang menginap di hotel bintang 5, berarti satu orang menginap disatu kamar di hotel bintang lima ini,” ungkapnya.

“Untuk kedatangan orang melalui Lombok Internasional Airport (LIA) melalui penerbangan domestik September ini sebanyak 143.744 orang, turun 3,40% dari Agustus lalu yang mencapai 148.800 orang. Sedangkan melalui penerbangan internasional justru mengalami peningkatan 3,76%, dari 11.181 orang pada Agustus menjadi 11.601 pada September ini,” pungkas Endang. Menurut Kepala BPS, secara umum terjadi peningkatan kualitas pariwisata di NTB dalam tiga tahun terakhir, selain semakin banyak orang atau tamu yang datang berkunjung dan menginap, juga lama tinggal atau Rata-rata Lama Menginap (RLM) semakin meningkat. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com