Mataram, LombokInsider.comIndonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) cabang Lombok kembali mengadakan seminar, sebagai bagian dari usahanya untuk terus meningkatkan kualitas General Manager (GM) dan Manager yang menjadi anggotanya, kali ini seminarnya bertajuk “Creating Sustainable Competitive Advantage for Hospitality Leaders”, berlangsung di Aruna Hotel Senggigi pada (15/10). Bertindak sebagai pembicara adalah President IHGMA Reza Sunardi, yang juga merupakan GM di Padma Resort Ubud, Bali.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) NTB, HL. Moh. Faozal mengatakan bahwa pihaknya telah bersinergi bersama IHGMA untuk memajukan pariwisata NTB. “Mewakili pemerintah dalam hal ini Budpar NTB, sangat bangga dan kagum dengan IHGMA yang walaupun baru saja terbentuk telah banyak memberikan kontribusi, khususnya untuk perkembangan pariwisata NTB, semoga sinergi antara IHGMA dan Budpar kedepannya akan lebih solid untuk pariwisata Lombok dan Sumbawa,” jelas Faozal saat memberikan sambutan pada seminar tersebut. Faozal menjelaskan bahwa akan ada komunikasi yang berkelanjutan dengan Reza Sunardi sebagai Ketua Umum dan para pengurus IHGMA di Lombok untuk bersama-sama mencari solusi demi kemajuan pariwisata NTB.

Puluhan GM dan Manager hadir pada Seminar IHGMA di Aruna Hotel Senggigi, Lombok pada (15/10).

Puluhan GM dan Manager hadir pada Seminar IHGMA di Aruna Hotel Senggigi, Lombok pada (15/10).

Senada dengan Kadis Budpar, Erik Tumbelaka sebagai Ketua IHGMA cabang Lombok pada sambutannya menyampaikan selamat datang pada Reza Sunardi dan timnya serta seluruh anggota IHGMA dan berharap seminar ini memberikan dampak positif bagi pesertanya. “Semoga setelah dari seminar ini kualitas kita sebagai GM dapat meningkat kearah yang lebih baik, selain itu dengan seminar ini bisa meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita tentang peningkatan kualitas pelayanan, serta dapat mengaplikasikan di pekerjaan dan hotelnya masing-masing,” tegas Erik yang merupakan GM di Kila dan Pool Villa Senggigi. Menurutnya bahwa dengan keberadaannya, IHGMA harus ikut bertanggung jawab dan punya andil dalam memajukan pariwisata Lombok dan Sumbawa.

Demikian halnya dengan Reza Sunardi selaku President atau Ketua Umum IHGMA Pusat menyatakan bahwa salah satu tujuan seminar ini adalah untuk menciptakan pemimpin-pemimpin di industri perhotelan yang unggul dan kompetitif serta berkelanjutan. “Sebuah hotel diharapkan memiliki pemimpin yang dapat membawa hotelnya menjadi unggul yang berkelanjutan bukan hanya sesaat, dimana GMnya harus paham betul seluruh bidang kerja yang ada di perhotelan, sehingga secara profesi pribadi dan asosiasi dapat maju bersama-sama,” kata Reza pada jumpa pers disela-sela seminar.

Selain itu menurut Reza, IHGMA yang merupakan asosiasi profesi ini diharapkan dapat menjalin sinergi yang baik dengan pemerintah setempat sehingga dapat memberikan energi positif atau kontribusi terhadap kemajuan pariwisata daerah bahkan Indonesia secara umum. Reza menambahkan sebagai bagian dari peningkatan kemampuan individu para GM dan manager IHMGA juga akan melakukan sertifikasi profesi yang disebut dengan Certificate Hotel Administration (CHA) dimana nantinya setiap GM atau Manager dapat ambil bagian pada program sertifikasi ini, karena ini berstandar Internasional.

Beberapa GM foto Bersama Sebelum Acara Seminar (Foto FB).

Beberapa GM foto Bersama Sebelum Acara Seminar (Foto FB).

Hal yang sama diungkapkan oleh Ketut Swabawa, CHA, yang merupakan wakil dari Reza Sunardi di IHGMA sekaligus sebagai Ketua Komite Akreditasi & Sertifikasi DPP dan Wakil Ketua II (DPD Bali). “Langkah-langkah yang ditempuh oleh IHGMA khususnya cabang Lombok sangat baik dan cepat, sehingga pada sertifikasi yang akan dilakukan pada 24 Oktober ini hampir semua GM sudah siap untuk ikut,” ungkap Swabawa. Ia menambahkan dengan tingkat akreditas yang tinggi berstandar Internasional diharapkan semua GM dan Manager hotel yang mengikuti sertifikasi dapat lulus, walaupun selama ini 15-20% peserta biasanya harus mengulang.

Dengan memiliki sertifikasi CHA, dapat dipastikan seorang GM sudah cukup mumpuni untuk berkompetisi di tingkat ASEAN bahkan Internasional. “Harapanya dengan adanya IHGMA dan program-program didalamnya, kualitas para GM dapat meningkat dan siap menghadapi MEA, bahkan dominan di pasar ASEAN sebagai seorang GM yang berkualitas,” pungkas Swabawa. Hingga saat ini anggota IHGMA yang resmi di seluruh Indonesia mencapai 550 orang, sementara di Lombok tercatat 55 orang anggota. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com