Mataram, LombokInsider.com – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri Lombok saat ini sudah berjalan selama sepuluh bulan di tahun ajaran barunya. Menjadi salah satu dari dua Poltekpar yang ada di Indonesia, yang berada dibawah dukungan langsung dari Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI. Hal ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Lombok yang memiliki Politeknik Negeri Pariwisata, hal ini juga sebagai indikator dari dukungan pemerintah pusat kepada daerah untuk kemajuan pariwisata di NTB. Apalagi kedepan Poltekpar Negeri Lombok dihajatkan untuk menjadi yang terbaik di Indonesia.

KAMPUS. Wisma Tambora di Lingkup Kantor BKD NTB, Menjadi Kampus Sementara bagi Poltekpar Negeri Lombok.

Menjadi yang Terbaik di Indonesia

Keseriusan Kemenpar dalam mengelola Poltekpar Negeri Lombok ini terlihat dari komitmen Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yang telah berpesan agar pembangunan dan pengelolaannya harus lebih baik daripada Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali yang selama ini menjadi tolak ukur pendidikan pariwisata di Indonesia. Dengan metode Kampus Hijau, Poltekpar Negeri Lombok diharapkan bakal menjadi yang terbaik di Indonesia.

Saat ini proses belajar mengajar di Poltekpar telah memasuki semester kedua. Kedisiplinan dan profesionalisme telah dikenalkan sejak dini, untuk menghadapi kerja nyata di dunia industri, khususnya perhotelan yang identik dengan kedua hal tersebut. Untuk mencapai hal itu, Poltekpar Negeri Lombok bekerjasama langsung dengan ASITA, PHRI dan HPI untuk dapat membantu dalam mengevaluasi kurikulum yang diajarkan di perkuliahan. Keterlibatan pemangku kepentingan ini sangat bermanfaat karena mereka memiliki pengalaman nyata di bidang masing-masing.

SIBUK. Situasi Praktek Membuat Masakan di Dapur, Prodi Seni Kuliner.

Proses Belajar Mengajar

Seperti apa proses belajar mengajar di Poltekpar Negeri Lombok ini, berikut hasil liputan LombokInsider.com yang berkesempatan berkunjung ke kampus sementara mereka, di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB di Jalan Pemuda Mataram. Sejauh ini, Poltekpar Negeri Lombok menerapkan apa yang hotel terapkan, untuk membiasakan mahasiswa dengan suasana kerja di hotel.

Hal ini ditegaskan Luh Putu Kartini, dosen bidang seni kuliner, yang merupakan salah satu program studi (prodi) yang ditawarkan di Poltekpar Lombok. “Disini kami sejak awal telah menerapkan disiplin dan profesionalisme kepada para mahasiswa, karena seperti diketahui di industri perhotelan khususnya kedua unsur tersebut adalah yang paling diperlukan. Hal ini juga untuk membiasakan mereka agar nantinya dilapangan tidak kaget lagi,” jelas Putu. Segala sesuatunya harus sudah disiapkan ketika mulai belajar, baik teori maupun praktek.

MINUMAN. Menikmati Welcome Drink, dari Prodi Tata Hidang.

Selain itu kedua unsur tadi, hal yang ditekankan adalah persentase pelajaran yang diberikan, teori 30% dan praktek 70%. “Mengapa lebih banyak praktek daripada teori, karena didalam kerja nyata di industri nantinya prakteknyalah yang diharapkan, teori sebagai penunjang saja. Oleh karenanya kami sangat menekankan pada prakteknya,” lanjut dosen yang telah berpengalaman10 tahun, di industri perhotelan bintang 4 dan 5 di Bali ini.

Menurut Putu, di Prodi Seni Kuliner perencanaan awal dan persiapan menjadi hal yang sangat penting bagi mahasiswa. “Ini bahkan lebih penting daripada memasaknya sendiri, karena tanpa perencanaan dan persiapan, maka dapat dipastikan proses memasak tidak dapat berjalan dengan baik. Persiapan ini meliputi pengambilan bahan ke storage, kemudian memilih bahan juga menyelesaikan proses administrasi di storage dan pengetahuan tentang bahan makanan yang akan dimasak.

RAPI. Kesibukan dari Prodi Divisi Kamar, Merapikan Kamar Hotel.

Demikian halnya dengan Prodi Tata Hidang, yang merupakan bidang yang bertugas melayani tamu setelah makanan keluar dari dapur. Menurut Wahyu, Dosen Tata Hidang di Poltekpar Negeri Lombok ini mahasiswa bagian Tata Hidang akan lebih banyak praktek, baik itu di restoran, bar maupun steward. “Kegiatan sehari-harinya adalah persiapan dasar di restoran, hal ini merupakan basic dari kelancaran operasional restoran, bar dan steward,” ungkap Wahyu yang telah berpengalaman 6 tahun di berbagai hotel berbintang di Lombok.

PRAKTEK. Prodi Pengaturan Perjalanan Wisata, Melakukan Praktek di Kampus Poltekpar Negeri Lombok.

“Dari segi Tata Hidang kita perkenalkan dan ajarkan kepada mahasiswa yakni American style, Continental style, France style dan Asian style. Bidang Tata Hidang selalu melakukan service sesuai dengan masakan yang dibuat oleh dapur,” tegas Wahyu yang juga pernah bekerja di hotel Timur Tengah. Selain menata meja di restoran dan juga pelayanan makanan, hingga memasuki semester kedua ini bagian Tata Hidang telah memasuki pelajaran dasar Bar, seperti persiapan dan juga pencampuran minuman. “Semester pertama para mahasiswa ini akan diajarkan pencampuran mocktail, kemudian pada semester berikutnya cocktail dan kemudian barista,” ujarnya.

Saat ini Poltekpar Negeri Lombok memiliki empat program studi (prodi) yang ditawarkan yakni Diploma IV Pengaturan Perjalanan, Diploma III Seni Kuliner, Diploma III Tata Hidangan dan Diploma III Divisi Kamar. Sementara itu Anas Pattaray, salah satu dosen Poltekpar mengatakan, kelebihan Poltekpar dibandingkan dengan sekolah pariwisata yang lain adalah dipisahkannya menjadi empat prodi. Dengan demikian mahasiswa dapat memilih prodi sesuai dengan yang diinginkan, sehingga akan lebih fokus. (LI/AA)

 

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com