Mataram, LombokInsider.com – Gubernur NTB Dr. TGH M Zainul Majdi menerima kunjungan Syaekh Ali Jabeer dan Ketua Gerakan Nasional Wakaf Qur’an Braille Digital Arief Pribadi di Ruang Tamu Gubernur NTB, Kamis (15/9). Dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh Asisten Administrasi Umum dan Kesra Drs. Baharuddin dan Kepala Biro Humas dan Protokol H. Yusron Hadi.

Gubernur NTB Dr. TGH M Zainul Majdi bertemu Syaekh Ali Jabeer dan Ketua Gerakan Nasional Wakaf Qur’an Braille Digital Arief Pribadi di Ruang Tamu Gubernur NTB, Kamis (15/9).

Gubernur NTB Dr. TGH M Zainul Majdi Bertemu Syaekh Ali Jabeer dan Ketua Gerakan Nasional Wakaf Qur’an Braille Digital Arief Pribadi di Ruang Tamu Gubernur NTB, Kamis (15/9).

Syaekh Ali Jabeer menyampaikan saat ini pihaknya sedang melaksanakan Gerakan Nasional Wakaf Qur’an Braille Digital. “Kami memiliki target untuk mengumpulkan 10.000 Wakaf Qur’an Braille Digital dari seluruh Indonesia. Alhamdulillah saat ini kita sudah mengumpulkan 4.000 dari berbagai wilayah di Indonesia,” ujar Syaekh Ali.

“Jarang sekali kegiatan sosial yang melibatkan tuna netra. Alhamdulillah yayasan kami telah melaksanakan kegiatan yang dihadiri oleh 1.500 tunanetra. Pada saat itu kita berhasil memperoleh rekor MURI karena telah melibatkan kaum tunanetra dalam jumlah banyak dan diliput oleh Stasiun TV Al-Jazirah Arab,” jelasnya.

Gubernur sangat menghargai apa yang telah dilakukan oleh Yayasan Qur’an Braile Digital adalah sesuatu yang sangat mulia, yaitu membantu kaum tunanetra agar bisa membaca dan memahami Al-Qur’an dengan lebih praktis. Seperti diketahui Qur’an Braile sebelumnya memiliki berat sekitar 18 kg. “Sesungguhnya jika mereka memiliki kesempatan untuk membaca alquran, maka tidak menutup kemungkinan para kaum tunanetra bisa menjadi penghafal Al-Qur’an,” ujar Gubernur.

Gubernur dan Syaekh Ali Memeriksa dan Mencoba Muhsaf Braile Digital.

Gubernur dan Syaekh Ali Memeriksa dan Mencoba Muhsaf Braile Digital.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengatakan NTB siap untuk menjadi tuan rumah bagi acara Gerakan 10.000 Wakaf Qur’an Braille Digital seluruh Indonesia, karena ini adalah langkah nyata dalam membantu kaum tunanetra yang selama ini kurang mendapat perhatian, sekaligus juga membumikan membaca Al-Qur’an di pulau seribu masjid.

Berdasarkan data dari Kementerian Sosial ditemukan sekitar 1.800.000 orang yang membutuhkan Qur’an braile se-Indonesia. Oleh karena itu, Yayasan Qur’an Braile Digital berusaha bekerja sama dengan para kepala daerah di seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan Al-qur’an bagi kaum tunanetra. Mushaf Braile Digital ini telah disahkan dan dibenarkan, serta merupakan Mushaf Braile Digital pertama di Indonesia. (LI/SP)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com