Mataram, LombokInsider.com – Peringatan malam Nuzulul Quran di Islamic Center NTB pada Rabu (14/6) malam, berlangsung khidmat. Ribuan warga memadati area selatan Kompleks Islamic Center NTB, tempat digelarnya peringatan ini.

Pada sambutannya Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, mengajak para pemimpin daerah bahkan bangsa dan masyarakat untuk mengambil hikmah dari peringatan nuzulul quran serta mempelajari dan mengamalkannya, atau dengan kata lain mentadaburinya. Peringatan Nuzulul Quran merupakan bukti kesyukuran atas diturunkannya Alquran.

“Semoga kita semua yang hadir, lahir batin menjadi bagian jadi umat alquran. Al-Quran itu membuka pintu kebaikan yang tidak ada batasnya,” ujar TGB. “Sebagai individu, pemimpin dan masyarakat muslim harus berpedoman kepadanya, karena Al-Quran merupakan jalan keluar dari berbagai permasalahan yang ada,” tegasnya.

TGB mengingatkan, peringatan Nuzulul Quran juga menjadi momentum untuk belajar dan memaknai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya Al-Quran merupakan sumber apapun yang diperlukan dalam menjalani kehidupan, seperti menjadi pemimpin yang adil, pendidik yang baik dan juga dalam kehidupan berbangsa.

TGB melanjutkan, Rasulullah SAW mengibaratkan Al-Quran seperti mata air yang tidak pernah mengering. TGB berharap, Alquran menjadi cahaya dan inspirasi bagi kita semu untuk bersikap, berucap, dalam melakukan apapun.

“Allah SWT mengingatkan bahwa keberagaman tidak boleh menjadi sebab kita jauh satu sama lain, tapi jadi lahan yang sangat subur untuk belajar hal yang baik,” ungkap TGB. Beliau juga menghimbau masyarakat untuk dapat memaklumi jika terdapat banyak kekurangan sepanjang penyelenggaraaan Pesona Khazanah Ramadhan ini, hendakanya hal ini dapat menjadi pengalaman agar tahun depan dapat lebih baik lagi.

Peringatan malam Nuzulul Quran ini dibuka dengan pertunjukan seni musik Islami, menyanyikan lagu Indonesia Raya, lantunan doa dari Imam Syekh Khalid Barakat dan juga pembacaan ayat-ayat suci Alquran dari Qari terbaik internasional di Thailand pada 2017 asal Bima, NTB, Budiman Hasan. Juga petuah dari Guru besar Universitas Al Azhar Mesir Syekh Muhammad Nasr Addusuqi Al- Abbani kepada jamaah tentang pentingnya membaca dan mengamalkan Alquran.

Syekh Muhammad Nasr Addusuqi Al- Abbani mengatakan, Alquran tidak semata-mata untuk dibaca, tapi juga untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Maukah hadirin sekalian menjadi ahli Alquran, maka kita akan menjadi keluarga Allah SWT dan Rasulullah SAW,” ujar Syekh Muhammad Nasr Addusuqi Al- Abbani.

Rasulullah pernah bersabda, sesungguhnya Allah SWT memiliki keluarga dari kalangan manusia, yakni ahli-ahli Alquran yang senantiasa membaca, menghapal, dan mengamalkan Alquran. Mereka itu adalah hamba-hamba spesial di sisi Allah SWT.

Al-Quran menjadi penghilang karat yang ada di dalam hati manusia. Sesungguhnya hati manusia berkarat dengan dosa, Rasulullah menjawab banyak-banyak membaca Alquran dan mengingat Alquran sebagai penghilang karat-karat tersebut.

Sementara tausyiah diisi oleh Ust. Fahrurrozi, menggantikan Aa’ Gym yang berhalangan hadir. Dalam tausyiahnya ustadz ini membahas tafsir surat Al-Ma’un, tentang pentingnya, sholat diawal waktu, berjamaah dan khusyuk.

Acara peringatan malam nuzulul quran ditutup dengan penampilan Raden Muhamad Samsudin Dajat Hardjakusumah atau lebih dikenal dengan Sam Bimbo. (LI/SP/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com