Mataram, LombokInsider.com – Sebagai bagian dari keberkahan bulan suci Ramadhan pada Rabu (14/6) lalu, pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pariwisata bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keungan (OJK) menyelenggarakan acara Silaturahmi Ramadhan. Acara ini diisai dengan buka puasa bersama, serta mendengar penjelasan dari OJK tentang pentingnya menabung di usia muda.

Pada laporannya Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal menjelaskan bahwa pihaknya dan OJK mengajak 500 anak yatim dan pesantren di seluruh NTB untuk hadir pada Silaturahmi Ramadhan bersama dengan Toga dan Toma. “Bahagia rasanya bisa berbagi di hari yang suci ini, bersama anak-anak kita generasi penerus bangsa sore ini,” kata Faozal.

Faozal menjelaskan bahwa selain buka bersama pada acara Silaturahmi Ramadhan ini juga dilakukan pemutaran film “IQRO” yang merupakan kerjasama antara Pemprov dan Masjid Salman Bandung, serta penjelasan dari Kepala OJK cabang NTB.

Sementara Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin saat memberikan sambutan mengatakan rasa terima kasihnya kepada OJK, yang telah memberi edukasi dan promosi, sehinggan NTB dapat terus berprestasi.

“Apresiasi kami berikan kepada pihak OJK yang selama ini telah membantu dan mengedukasi pelaksanaan manajemen keuagan daerah di NTB. Sehingga meningkatkan prestasi dan majunya industri keuangan daerah, ini menjadi salah satu cirri daerah yang sedang berkembang,” jelas Wagub Amin.

Menurut Wagub, saat ini di NTB sudah begitu banyak bermunculan bank-bank baru sebagai indikator kemajuan daerah NTB. “Semoga dengan banyaknya bank, dapat menjadikan persaingan yang baik dalam memberikan pelayanan perbankan pada nasabah,” lanjut Wagub.

Demikan juga dengan Kepala OJK NTB, Yusri memaparkan bahwa pihaknya terus berusaha memberikan syiar dan mencerdaskan masyarakat khususnya tentang keuangan syariah.

“Berdasarkan hasil survei pemahaman masyarakat terhadap industri keuangan di masih sangat rendah, kedua terendah setelah Irian Jaya,” kata Yusri. Hal ini tentunya bukan tugas mudah bagi pihaknya untuk terus memberikan edukasi keuangan terhadap masyarakat agar pengetahuannya meningkat.

Yusri juga mengajak anak-anak yang hadir gemar menabung, menabung juga melatih menahan kesabaran, disiplin, untuk menata keuangan dengan baik. “Tercatat 1/3 dari masyarakat NTB adalah pelajar dan pada usia produktif ini sangat baik jika sudah mulai membiasakan diri menabung,” ungkap Yusri.

Sebagai bagian dari tugasnya OJK memiliki peran untuk mencerdaskan masyarakat agar paham terhadap kemajuan industri keuangan. Yusri juga menjelaskan bahwa inklusi keuangan NTB saat ini baru sekitar 69%, dari target 75% pada 2019, namun dirinya yakin target tersebut dapat tercapai pada waktunya nanti.

Diakhir acara sebelum melakukan pemutaran film IQRO, panitia dalam hal ini Dispar dan OJK mengadakan quiz berhadiah sepeda dan tabungan, yang pertanyaannya seputar penjelasan Ketua OJK sebelumnya. Salah seorang dari anak panti asuhan yang hadir berhasil menjawab dan membawa pulang hadiah utama tersebut. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com