Mataram, LombokInsider.com – Rantai distribusi pertanian yang masih panjang menjadi masalah utama yang membuat para petani belum merasakan keuntungan maksimal. Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Ketahanan Pangan Provinsi (BKP) NTB kemudian mengambil langkah terobosan dengan mempertemukan langsung petani dengan pelanggan dalam acara Temu Teknis Penangan Keamanan Pangan Segar di Hotel Santika Mataram, Kamis (17/11). Dengan hadirnya kedua belah pihak, yaitu petani dan konsumen, Sekda mengajak petani untuk tidak segan-segan berkomunikasi langsung dengan manager hotel yang hadir. “Silakan bapak-ibu petani berkenalan langsung, jangan malu-malu berkenalan dengan GM-GM hotel ini,” canda Sekda mencairkan suasana.

Sayuran Segar Menjadi Salah Satu Komoditi Utama yang siap dipasarkan kepada Konsumen, dalam hal ini Industri Hotel dan Restoran di NTB.

Sayuran Segar Menjadi Salah Satu Komoditi Utama dari Kelompok Tani Japri Farm, yang siap dipasarkan.

Acara yang mengusung Tema “Optimalisasi penguatan kelembagaan pangan segar dan peningkatan daya saing produk lokal menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Sekretaris Daerah Provinsi NTB Dr.Rosiadi Sayuti, Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) NTB yang lama, I Gusti Lanang Patra, Kelompok Tani Japri Farm sebagai kelompok tani sukses yang perlu dicontoh petani lainnya, perwakilan dari Balai POM Dra. Winartuti dan dipandu langusung oleh Kepala BKP Prov.NTB, Hj. Hartina. Diskusi Para Narasumber dengan para peserta baik dari petani, pengusaha ritel, GM dan Manager hotel berbintang di NTB berlangsung hangat dan produktif.

Sekda Menyerahkan Secara Simbolis Sertifikat Prima 3 kepada 4 orang Perwakilan Kelompok Tani.

Sekda NTB, Menyerahkan Secara Simbolis Sertifikat Prima 3 kepada 4 orang Perwakilan Kelompok Tani.

Sekda NTB juga menyampaikan kepada petani untuk berproduksi menghasilkan kualitas terbaik yang tersertifikasi dengan keterjaminan stok agar dapat terserap dan sesuai dengan Kebutuhan Hotel. “Pemerintah Hadir untuk membantu petani menghasilkan produksi dengan kulitas terjamin agar tidak ada alasan lagi hotel menolak produk petani lokal kita” tegas Rosiadi.

Untuk menjamin pemasaran, Sekda menunjuk dinas terkait untuk menginterfensi pasar dan membantu petani yang belum mampu memasarkan produknya secara maksimal dan masih berperantara. “Kita harus merubah sistem selama ini yang masih free trade menjadi fair trade market system, untuk itulah intervensi pemerintah dibutuhkan,” pungkasnya.

Pada acara tersebut, Sekda juga menyerahkan secara simbolis sertifikat keamanan pangan segar (Sertifikat Prima 3) kepada 4 orang perwakilan kelompok tani, salah satunya Amaq Husni dengan komoditas cabe keriting yang diklaim mampu meraih keuntungan Rp. 15 juta per sekali panen dengan luas tanah 15 are. Para petani juga memamerkan hasil produk pertanian mereka di lokasi acara. (LI/SP/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com