Mataram, LombokInsider.com – Normalisasi kepariwisataan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca bencana gempa yang mengguncang beberapa bulan lalu, pemerintah melalui Dinas Pariwisata (Dispar) fokuskan pada tiga aspek. Ketiga aspek tersebut meliputi, memperbanyak penerbangan ke Lombok dan Sumbawa, baik nasional maupun internasional, perbanyak even internasional dan pembentukan serta penguatan desa wisata.

Ketiga aspek tersebut menjadi fokus pembahasan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Normalisasi Program Kepariwisataan NTB Pasca Bencana, oleh Pemprov bersama dengan Kabupaten/Kota se-NTB, Rabu (24/10), di Aston Inn Hotel, Mataram.

“Tiga aspek ini memang menjadi fokus kita untuk bangkit kembali pasca bencana gempa, selain itu percepatan rehabilitasi dan konstruksi serta kebersihan destinasi wisata juga menjadi dua faktor penguat menuju normalisasi,” jelas Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah pada kesempatan tersebut.

Menurut Rohmi, jika seluruh pihak membantu pemerintah untuk fokus pada ketiga aspek tersebut maka diyakini pariwisata NTB dapat segera bangkit dan berjalan normal kembali pasca gempa yang meluluh lantahkan hampir setengah dari Pulau Lombok dan Sumbawa.

Sementara Bupati Lombok Timur (Lotim), HM. Sukiman Azmi menjelaskan bahwa saat ini daerahnya menjadi salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan.

“Kami di Lotim, punya semua potensi wisata, lembah, gunung, ngarai, sawah, pantai dan masih banyak lagi. Sekarang tinggal bagaimana kita bisa fokus untuk membenahi fasilitas terutama infrastruktur yang telah ada seperti jalan, air dan juga listrik,” kata Sukisman.

Bupati menyatakan bahwa pihaknya juga mengajak investor-investor yang ada baik lokal maupun nasional untuk bersama-sama membangun pariwisata NTB, khususnya di Lotim.

“SDM kami sebagian besar sudah sangat siap dan cukup professional untuk menunjang kemajuan pariwisata, kita punya BLK Internasional yang mencetak tenaga-tenaga kerja siap pakai,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Lotim menjelaskan akan menyiapkan dana hingga Rp800 Miliar untuk pembangunan infrastruktur di wilayahnya, tahun anggaran 2019.

Sementara, Kadispar NTB HL. Moh. Faozal pada laporannya menegaskan bahwa seluruh pihak diharapkan harus ikut terlibat dalam upaya pemulihan menuju normalisasi pariwisata NTB.

“Seluruh pihak kami undang dalam Rakor ini, agar kita bisa mengetahui semua potensi daerah masing-masing yang dapat diangkat untuk mempercepat proses normalisasi. Terutama teman-teman di wilayah Timur, banyak potensi destinasi yang belum terekspos,” tegas Faozal.

Dengan pelaksanaan Rakor ini, Faozal berharap akan terjadi sinkronisasi dan kolaborasi yang solid antara Provinsi, Kabupaten/Kota yang ada di seluruh NTB, sehingga dapat mempercepat proses normalisasi pariwisata yang telah ditargetkan bersama. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com