Taliwang, LombokInsider.com – Menjadi bagian dari Festival Pesona Tambora, Festival Pesona Mantar yang berlangsung dari (2-8/4) menyajikan berbagai kegiatan atraksi seni dan budaya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Barapan Kebo salah satunya, pada setiap kegiatan ini selalu menarik perhatian masyarakat, maupun wisatawan yang hadir.

LUMPUR. Ketua KONI, Andi Hadianto Berhasil Mencapai Finish saat Tampil Sebagai Joki pada Barapan Kebo, Desa Tapir, Seteluk, KSB pada Minggu (2/4).

Meriahnya Festival Mantar KSB

Festival ini telah menjadi agenda penting dari Dinas Pariwisata KSB, sehingga Bupati KSB DR. Ir. H.W Musyafirin, MM mengingatkan hal tersebut saat memberikan sambutan pada pembukaannya, Minggu (2/4) di Desa Tapir, Kecamatan Seteluk, sekaligus memukul gong tanda dibuka secara resminya kegiatan ini.

Sekitar 320 pasang Kerbau ikut meramaikan Barapan Kebo di Desa Tapir ini, termasuk Kerbau milik Bupati KSB dan juga jawara Kebo dari seluruh KSB ikut bertanding. Suasana meriah dapat dirasakan bahkan dari semenjak memasuki arena barapan, spanduk dan umbul-umbul, serta ratusan penonton memenuhi arena balap yang merupakan kawasan persawahan yang telah penuh oleh lumpur.

Yang membuat Barapan kali ini sangat spesial adalah selain sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Pesona Tambora, para pejabat yang hadir sebagai tamu undangan, didaulat sebagai joki untuk melakukan uji coba berlomba saat pembukaan. Kepala Dinas Pariwisata dan Ketua KONI NTB, serta Kapolres KSB, tampil sebagai peserta/joki. Hal ini menambah meriah suasana, karena mereka bukanlah orang-orang yang biasa sebagai joki, namun cukup berhasil membuat para kerbau tunggangannya untuk patuh.

Bahkan Andi Hadianto yang juga merupakan Ketua KONI NTB ini, berhasil mencapai garis finish dan menabrak ‘Saka’, sementara Kadispar NTB, HL. Moh Faozal berhasil menyelesaikan setengah dari jarak race kemudian terjatuh. Yang kurang beruntung adalah Kapolres KSB AKBP Andy Hermawan, yang baru beberapa meter Kebo dilepas sudah terjatuh.

MERIAH. 320 Pasang Ekor Kerbau Turut Memeriahkan Barapan Kebo di Desa Tapir, Kec. Seteluk – KSB, pada Minggu (2/4).

Kadis Pariwisata KSB, IGB Sumbawanto, saat memberikan laporannya mengatakan bahwa, Festival Pesona Mantar yang akan berlangsung hingga 8 April mendatang, menjadi pembuka rangkaian kegiatan Festival Pesona Tambora 2017. “Pemerintah KSB mengharapkan Festival Pesona Mantar dan rangkaian kegiatan didalamnya akan menghasilkan output berupa rekomendasi sebagai acuan untuk pengembangan pariwisata kedepan,” katanya.

Festival Pesona Mantar 2017

Rangkaian Festival Pesona Mantar ini telah dimulai sejak 1 april 2017 dengan kegiatan pelatihan dan seminar juri paralayang tingkat nasional yang dilanjutkan dengan Kejurda Paralayang NTB di Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano, 2 – 4 april.

Pada 3 April dilangsungkan seminar pengembangan pariwisata KSB yang akan diikuti oleh ASITA, PHRI dan Badan Promosi Pariwisata, serta travel agent dari Bali dan NTB. Kegiatan akan dilanjutkan 4 April dengan pentas budaya yang akan dilaksanakan di Puncak Mantar sekaligus penutupan Kejurda Paralayang NTB.

“Puncak acara Festival Pesona Mantar akan ditutup dengan pelepasan atlet lari marathon 320 km yang akan diikuti oleh para pelari dari seluruh Indonesia bahkan dunia menuju Doro Ncanga di kaki Tambora, Dompu,” lanjut Sumbawanto.

HADIR. Bupati dan Wabup KSB, serta Undangan VIP yang Hadir pada Acara Barapan Kebo di Desa Tapir, Seteluk -KSB.

Demikian juga dengan Kadispar NTB, HL. Moh. Faozal yang mewakili Pemprov, mengatakan akan siap mendukung KSB dalam pengembangan pembangunan pariwisata pada khususnya. “Pemerintah Provinsi NTB gembira dan sangat mendukung upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah KSB dalam pengembangan pariwisata di KSB dan menjadikan daerah ini sebagai destinasi wisata NTB yang punya daya saing untuk dijual sebagai bagian promosi Wisata NTB,” ujarnya.

Sementara Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin, berharap agar Festival Mantar ini dapat menjadikan KSB dengan potensi pariwisata yang dimiliki lebih dikenal di dunia.

“Banyak sekali spot-spot pariwisata berskala lokal, nasional maupun internasional di KSB. Ada ombak untuk surving di Sekongkang yang sudah mendunia, ada gugusan Gili Balu (Pulau-Pulau kecil) yang eksotik di Selat Alas, dan yang unik dan satu-satunya di dunia, ada Mantar dengan budaya dan site paralayangnya,” ujar Bupati.

Barapan Kebo merupakan adat tradisional masyarakat Sumbawa dan Sumbawa Barat yang biasanya diselenggarakan pada awal musim tanam padi. Para Sandro, Joki dan Kerbau terbagus saat tiba musim tanam Sumbawa, selalu berkumpul untuk melaksanakan kegiatan ini. Tradisi Barapan Kebo diselenggarakan oleh hampir seluruh daerah di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), karena memang merupakan warisan leluhur dan telah menjadi even budaya khas Sumbawa, yang sering diadakan untuk meramaikan acara-acara adat maupun seremonial di Sumbawa. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com