Mataram, LombokInsider.com – Saat ini pariwisata di Indonesia secara umum sedang mengalami perkembangan dan kemajuan kearah yang lebih baik, industri ini disamping mendatangkan devisa dan keuntungan yang besar bagi negara juga merupakan industri dengan biaya yang murah dan mudah. Hal ini dijelaskan Menteri Pariwisata Arief Yahya pada saat membuka Munas HPI VI di Hotel Lombok Raya, Mataram-Lombok pada Senin malam (3/10) yang akan berlangsung hingga (6/10). Menpar menambahkan bahwa jika seluruh komponen bangsa bersatu, maka bersama kita bisa untuk pariwisata yang lebih baik lagi.

Ratusan. Tampak Para Peserta Munas yang Hadir Malam itu dari DPD dan DPC Seluruh Indonesia Mencapai Ratusan Orang.

Ratusan. Tampak Para Peserta Munas yang Hadir Malam itu dari DPD dan DPC Seluruh Indonesia Mencapai Ratusan Orang.

“Semoga kedepannya negara kita menjadikan pariwisata sebagai core bisnisnya, melihat perkembangan saat ini bahkan Indonesia bisa saja memimpin industri pariwisata regional dan Internasional. Namun tentunya hal itu tidak mudah diraih, oleh karenanya seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dari pusat hingga daerah harus bersama dan bersatu untuk pariwisata Indonesia, terutama para pramuwisata yang merupakan salah satu ujung tombak,” jelas Arief Yahya. Malam itu Menpar melakukan pemaparan didepan peserta Munas HPI VI dari seluruh Indonesia, pemaparan berisi pandangan kedepan bahwa pariwisata Indonesia merupakan nsebuah industri yang sangat menjanjikan bagi para pelakunya, juga untuk bangsa dan negara serta masyarakat banyak.

Menpar juga menampilkan data-data pendukung bahwa pariwisata dalam beberapa tahun terakhir memang memberikan pemasukan yang besar bagi negara, dari segi Produk Domestik Bruto

Peserta di Suguhkan Tarian Selamat Datang dari Bima NTB.

Peserta di Suguhkan Tarian Selamat Datang dari Bima NTB.

(PDB) pariwisata menyumbang 10% dari PDB nasional, selain itu PDB pariwisata tumbuh 4,8% dengan trend naik hingga 6,9%, jauh lebih tinggi dibandingkan industri lainnya seperti manifaktur, otomotif bahkan pertambangan. Devisa yang diterima dari pariwisata mencapai US$ 1 juta, menghasilkan PDB US$ 1,7 juta atau 170% dibanding industri lainnya, hanya memerlukan 2% untuk marketing dari proyeksi devisa yang dihasilkan. Pariwisata juga menjadi penyumbang 9,8 juta lapangan kerja atau sebesar 8,4% secara nasional dan peringkat keempat nasonal tumbuh 30% dalam waktu 5 tahun terakhir.

“Ada ‘4 P’ yang perlu diketahui dalam dunia marketing yakni, product, price, promotion dan place, nah untuk yang terakhir inilah yang langsung bertemu dengan para wisatawan termasuk teman-teman pramuwisata,” lanjut Arief. Jika keempat ‘P’ tadi sudah dipenuhi maka yang harus diperhatikan adalah peningkatan kualitas para pramuwisata, dalam hal ini dengan sertifikasi tentunya. Dari data yang diperoleh Kemenpar ada sekitar 13.650 orang pramuwisata yang terdaftar dalam HPI, 9000 orang telah disertifikasi baik oleh kementrian maupun secara mandiri, sedang sisanya sebanyak 4.650 belum disertifikasi. “Jumlah tersebut baru dapat

Menpar Arief Yahya Memberikan Pemaparan Tentang Potensi Pariwisata Indonesia di Hadapan Peserta Munas.

Menpar Arief Yahya Memberikan Pemaparan Tentang Potensi Pariwisata Indonesia di Hadapan Peserta Munas.

melayani 9,75% dari total wisatawan yang berkunjung ke Indonesia sehingga lowongan kerja di bidang pramuwisata masih sangat terbuka lebar, belum dari bidang lainnya,” pungkas Menpar.

Senada dengan Menpar, Gubernur NTB TGH DR. M. Zainul Majdi mengatakan bahwa menurut beliau pariwisata berarti pertemuan, dimana tamu bertemu dengan tuan rumahnya dan pramuwisata merupakan wakil terdepan tuan rumah saat menyambut kedatangan para wisatawan. “Sebagai wakil tuan rumah pramuwisata dituntut untuk bersikap professional, bersikap jujur dan berkomitmen untuk memajukan pariwisata daerahnya, perjumpaan dengan para tamu ini tentunya akan mendatangkan berkah, juga keramahan dan jabat tangan bahkan berpelukan, hal ini tentunya menimbulkan keakraban antara pramuwisata dan tamu yang dilayaninya,” jelas Gubernur.

“Saya mewakili pemerintah dan juga masyarakat NTB mengucapkan terima kasih dan bersyukur karena HPI mengadakan Munas di Lombok yang tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami yang selalu menjadi tempat pertemuan bertaraf nasional oleh para pelaku pariwisata di Indonesia, seperti halnya Rakernas ASITA yang beberapa waktu lalu juga dilaksanakan di Mataram, Lombok,” tegas orang nomor satu di NTB ini. Gubernur juga mengingatkan agar para pramuwisata melayani para tamunya dengan hati dan ikhlas agar memberikan kesan yang baik bagi wisatawan sehingga mereka selalu ingin kembali lagi ke Lombok baik untuk berlibur maupun melakukan pertemuan.

Menpar Arief Yahya dan Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, Membuka Secara Resmi Munas HPI VI semalam (3/10).

Menpar Arief Yahya dan Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, Membuka Secara Resmi Munas HPI VI semalam (3/10).

Sementara itu ketua DPD HPI NTB DR. Ainuddin, SH pada laporannya menjelaskan bahwa dirinya merasa bangga Lombok terpilih sebagai tuan rumah Munas HPI ke VI, dari hasil Rakernas di Bandung. “Saya mewakili seluruh pihak yang terlibat langsung dalam kepanitiaan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga acara ini dapat berjalan seperti yang diharapkan,” ungkapnya. Ainuddin juga berterima kasih pada Pemprov, Disbudpar, ASITA, PHRI dan juga para sponsor yang mendukung penuh Munas kali ini, juga pada para peserta Munas yang telah hadir baik wakil DPC maupun DPD. Ainuddin menjelaskan dihadapan Menpar bahwa kualitas SDM pramuwisata di NTB yang resmi terdaftar dalam HPI telah memenuhi syarat standar kepramuwisataan.

“Dari 700an orang yang menjadi anggota HPI NTB, telah banyak mengikuti diklat atau pelatihan mandiri untuk pengembangan kualitasnya, selain itu tercatat penguasaan bahasa selain Inggris juga Jerman, Belanda Mandarin dan Arab,” lanjut Ainuddin. Ketua DPD HPI NTB ini juga meminta kepada Menpar untuk membantu mempromosikan NTB ketingkat nasional, regional bahkan internasional, selain itu HPI NTB berkomitmen untuk mendukung pemda mempertahankan predikat destinasi wisata halal dan bulan madu terbaik di dunia.

Para Ketua DPD Berfoto Bersama Menpar dan Gubernur NTB.

Para Ketua DPD Berfoto Bersama Menpar dan Gubernur NTB.

Demikian juga halnya dengan Ketua DPP HPI Erwan Maulana yang mengatakan bahwa dengan pelaksanaan Munas HPI VI di Mataram, Lombok, ini merupakan wujud dukungan HPI terhadap pariwisata NTB. “Dengan berkumpulnya seluruh anggota dari 34 DPD dan juga seluruh DPC maka otomatis nantinya sepulang dari Lombok setiap peserta akan mempromosikan destinasi wisata yang ada di NTB. Apalagi disela-sela Munas para anggota juga diajak berjalan-jalan mengunjungi destinasi wisata yang ada di Lombok,” jelasnya. Menurutnya HPI juga berkomitmen untuk lebih professional dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil tuan rumah daerahnya masing-masing dan Indonesia secara umum, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan kepariwisataan Indonesia. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com