Mataram, LombokInsider.com – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), merupakan daerah bagian dari Pulau Sumbawa yang paling dekat dengan ujung Timur Pulau Lombok, kedua pulau ini merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sumbawa Barat terkenal memiliki berbagai potensi destinasi wisata yang indah, pantai, air terjun, perbukitan dan juga kuliner khas yang menggungah selera. Bukit Mantar salah satunya, merupakan sebuah bukit yang terletak di desa wisata Mantar, Kecamatan Pototano, KSB.

“Sebagai bagian dari dukungan Pemprov kepada daerah Kabupaten/Kota, Dinas Pariwisata NTB, siap mendukung susksesnya pelaksanaan Mantar Paragliding XC Open, yang merupakan salah satu even sport tourism,” kata HL. Moh. Faozal, Kadispar NTB, pada jumpa pers Mantar Paragliding XC Open, di Lombok Astoria Hotel, Mataram (15/7).

Jumpa Pers, Mantar Paragliding XC Open, Lombok Astoria Hotel, Sabtu (15/7).

Mantar Paragliding XC Open akan berlangsung 18-24 Juli mendatang, dengan jumlah peserta yang sudah mendaftar mencapai ratusan orang, 40 orang diantaranya dari mancanegara. 15 Negara dari Asia dan Eropa ikut berpartisipasi.

“Dengan segala keindahannya Mantar kita angkat sebagai destinasi unggulan di KSB dan even tahunan ini sudah yang ketiga kalinya, dengan peningkatan jumlah peserta yang luar biasa,” lanjut Faozal.

Saat ini Mantar terkenal dengan sebutan Negeri Diatas Awan, karena desa yang berada diketinggian 660 mdpl ini saat pagi hari akan diselimuti awan atau kabut tebal, bagaikan kapas yang bertebaran di kaki bukit. Dengan latar belakang Selat Alas dan Gunung Rinjani, sungguh pemandangan indah yang luar biasa.

Selain itu Mantar juga memiliki keunikan tersendiri dari penduduknya yang tinggal disana, salah satunya adalah keturunan Albino yang hanya terdiri dari 7 orang. Hal ini ditegaskan oleh IGB Sumbawanto, Kepala Dinas Pariwisata, KSB.

“Keunikannya adalah keturunan Albino ini selalu berjumlah 7 orang, kalau meninggal satu pasti akan lahir satu. Selain itu diatas dataran Mantar juga terdapat danau yang merupakan salah satu sumber air masyarakat sekitar,” tegas Kadispar KSB ini. “Mantar memang menjadi fokus destinasi wisata di KSB, Mantar ini luar biasa,” lanjutnya.

Sementara Danlanud Kolonel Penerbang Dodi Fernando, sebagai pembina FASI NTB, mengatakan sangat berterima kasih atas dukungan berbagai pihak untuk mensukseskan Mantar Paragliding XC Open. Menurut Dodi, selain sebagai ajang peningkatan kemampuan pilot-pilot paralayang Indonesia ajang Mantar Paragliding ini juga sebagai daya tarik olah raga pariwisata.

Zaidul Bahri, Ketua KONI KSB menjelaskan, pelaksanaan lomba atau turnamen kali ini agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini agak berbeda, karena sistemnya adalah Xross Country, atau lintas alam di udara. Yang dinilai adalah kemapuan untuk berada diatas udara sejauh jarak dan tempat mendarat yang telah ditentukan,” ujar Deden panggilan akrabnya.

Fun and Save Tournament

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Nixon Ray dan Nicky Moss, yang merupakan panitia pelaksana Mantar Paragliding XC Open, Nixon yang merupakan wakil ketua Asian Continental Paragliding Association (ACPA) dan juga perwakilan FASI pusat menjelaskan teknik pelaksanaan turnamen ini. “Turnamen ini akan diikuti ratusan peserta dalam dan luar negeri, yang mana secara teknik akan mengedepankan Fun and Save, rata-rata jarak tempuh 50-100 km,” kata Nixon.

Nixon menambahkan, selain mengangkat nama Mantar ke dunia luar, turnamen ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pilot paralayang Indonesia dan juga jam terbangnya sehingga dapat menambah poin. Turnamen ini juga telah didukung dengan software standar internasional sehingga setiap peserta akan mengetahui jalur-jalur yang akan mereka tempuh.

“Para peserta akan dapat menikmati keindahan alam Sumbawa dari udara, namun tetap mengedepankan keamanan. Mantar merupakan salah satu tempat terbaik di dunia, dengan letak geografis dan angin yang mendukung serta keindahan alamnya,” jelas Nicky yang merupakan Meet Director acara ini. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com