More Digital, more personal! More digital, more global! More digital, more professional!” (Menpar RI, Arief Yahya)

 

Mataram, LombokInsider.com – Banyak orang bahkan yang telah biasa menulis akan mengalami kesulitan ketika memulai sebuah tulisan, hal ini merupakan kendala mendasar yang ditemui hampir semua penulis, karena menulis merupakan suatu seni dan seni perlu waktu yang tepat (mood) dan konsentrasi tinggi untuk menghasilkan sesusatu. Hal ini diungkapkan oleh Yusran Darmawan sebagai salah seorang pemateri yang juga blogger senior pemilik blog www.timurangin.com, pada workshop dan jumpa blogger “Lombok Sumbawa Blogger time” di Hotel Santika Mataram (10/9).

Dukungan

Blogger. Para Peserta Yang Hadir Pada Acara Workshop dan Jumpa Blogger, Sabtu (10/9).

Blogger. Para Peserta Yang Hadir Pada Acara Workshop dan Jumpa Blogger, Sabtu (10/9).

Sementara itu Kadis Budpar NTB HL. Moh Faozal mengatakan sangat mengapresiasi para peserta workshop yang telah hadir, diharapkan setelah workshop dan acara nge-camp bareng di Gili Sudak minggu depan (17-18/9) akan terbentuk komunitas blogger yang dapat menjadi bagian dari promosi pariwisata NTB. “Semoga para blogger dapat membantu pemerintah melakukan promosi melalui tulisannya di blog masing-masing, khususnya tentang wisata halal yang menjadi konsen bersama antara pemerintah, pengusaha, pelaku industri pariwisata, serta pegiat media sosial (medsos),” kata HL. Moh. Faozal pada saat membuka workshop dan pemaparan tentang wisata halal.

Teknik Menulis

Pada sesi perkenalan setiap blogger diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri dan blognya masing-masing, selain itu mereka diberikan kesempatan untuk saling sharing pengalaman menulis maupun yang lain. Menurut Yusran, keistimewaan blog terletak pada kebebasan, semua penulis bebas untuk melihat satu sudut persoalan dari banyak sisi, hal ini yang justru luput dari pantauan para jurnalis. “Untuk pariwisata, tulislah suatu hal yang unik dan menarik, yang dapat dimengerti oleh semua orang dari beragam kalangan,” ungkap pria kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara ini. Yusran menambahkan bahwa menulis dapat menggunakan teori 3M, yakni Mulai dari yang terjadi di sekitar kita, Mulai dari hal kecil dan sederhana serta Mulai dari sekarang.

Yusran Darmawan, Blogger Senior yang Menjadi Pemateri pada Workshop Kemarin.

Yusran Darmawan, Blogger Senior yang Menjadi Pemateri pada Workshop Kemarin.

Yusran juga berpesan bahwa jangan pernah ragu untuk mulai menulis, terutama di blog. “Jangan pernah hiraukan penilaian orang tentang tulisan kita yang tidak menarik, karena mereka dapat dipastikan bukan penulis, sebab tidak menghargai bahwa menulis membutuhkan konsentrasei, waktu dan tingkat kesulitan yang cukup tinggi,” ungkap peraih beasiswa di Universitas Ohio, Amerika Serikat ini. Tercatat Yusran telah menulis lebih dari 1500 artikel dan blognya telah dikunjungi hingga jutaan orang. Yusran menambahkan bahwa seorang penulis, baik buku, novel atau blogger dan jurnalis, juga harus rajin membaca banyak buku terkait kiat-kiat dalam menulis. Yusran mengutip pernyataan Pramoedya Ananta Noer “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Promosi online dan offline

Mbak Jhe Ipul, Dosen Komunikasi UNRAM, saat Memberikan Pemaparan Tentang Promosi Pariwisata Online dan Offline.

Mbak Jhe Ipul, Dosen Komunikasi UNRAM, saat Memberikan Pemaparan Tentang Promosi Pariwisata Online dan Offline.

Senada dengan Kadis Budpar, Jhe “Siti Chotijah” Ipul dosen komunikasi di UNRAM, yang juga merupakan pemateri pada workshop ini mengatakan bahwa Lombok Sumbawa (NTB) akan dapat mengusai pangsa pasar pariwisata Indonesia jika bisa menguasai dunia maya. “Hal-hal yang dapat dilakukan untuk pariwisata NTB adalah dengan membuat tulisan atau konten di blog atau medos mengenai indahnya destinasi wisata, budaya, masyarakat, adat ataupun tokoh di NTB,” kata Jhe Ipul. Selain itu Jhe berharap nantinya akan ada komitmen dari para bolgger yang hadir secara komunitas untuk bersama-sama secara aktif melakukan promosi baik secara online maupun offline dan hal ini diaminkan oleh para bolgger.

“Secara online kita bisa menulis di blog ataupun medsos tentang pariwisata Lombok Sumbawa dari pelbagai sudut pandang masing-masing, sedang sedang secara offline dengan melakukan kegiatan sosial yang mengedukasi masyarakat untuk ikut berperan dalam pariwisata yang bersih, aman dan sehat,” pungkasnya. Workshop hari itu juga merupakan bagian dari BBLS 2016, diikuti sekitar 50 orang blogger dari Lombok, yang telah lolos seleksi administrasi oleh panitia, karena keterbatasan tempat. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com