Mataram, LombokInsider.com – Ada yang spesial pada parade budaya atau Mandalika Fashion Carnival yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Festival Pesona Bau Nyale (FPBN) 2018 nanti. Pihak panitia dalam hal ini dibawah Kapolres Lombok Tengah (Loteng) akan banyak mengadopsi style dari kegiatan Jember Fashion Carnival (JFC) yang sudah sangat terkenal.

Kepastian ini disampaikan Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman, sebagai koodinator pelaksana Mandalika Fashion Carnival, pada keterangan pers di Mataram, Sabtu (3/3).

Meriahnya Mandalika Fashion Carnival

“Sebelumnya kami berterimakasih atas dukungan dari berbagai pihak, dari Setda dan Kadispar Loteng, Kadispar NTB dan juga Kemenpar RI, sehingga saya yang diberi tanggungjawab dapat melaksanakannya,” katanya.

Kholilur Rochman mengatakan, akan ada 64 orang dengan kostum yang ditampilkan pada parade kali ini ditambah lagi 50 perserta lainnya yang akan meramaikan Mandalika Fashion Carnival ini, juga ada dua orang wisatawan asal Inggris yang sudah konfirm ikut serta.

“Ini merupakan mimpi lama saya untuk dapat menyumbangkan ide, pikiran dan kreatifitas pada HUT Loteng Oktober lalu. Dimana dapat membantu adik-adik pelajar di Loteng yang memiliki banyak kreatifitas namun tidak ada wadahnya,” lanjut Kholilur Rochman.

Selain itu menurutnya yang sangat mendukung gagasannya ini adalah teman lamannya di Jember yakni Dinand Faridz, sebagai founder dari Jember Fashion Carnival (JFC).

Parade akan dilaksanakan pada Senin (5/3) dan diisi berbagai atraksi seni budaya, dengan tema Legenda Putri Mandalika. Akan ada Putri Mandalika yang mengenakan selendang sepanjang 20 meter warna warni yang menggambarkan nyale atau cacing laut.

Juga ada kereta yang dirancang secara khusus, disertai penampilan 17 para dayang yang menyertai Putri Mandalika, 7 orang Pangeran yang memperebutkan Sang Putri selain juga ada Punggawa dan prajurit sehingga menjadi lengkap layaknya sebuah kerajaan. Parade ini diikuti peserta dari 12 kecamatan dan ada peserta dari kalangan wisatawan.

“Selain itu juga ada peserta dari luar daerah yang sudah konfirmasi, yakni Kutai Kartanegara, Sumatra Barat dan Riau akan hadir pada kesempatan tersebut,” ujar Kholilur Rochman

Bau Nyale Festival yang Unik

Sementara Kepala Dinas Pariwisata NTB HL. Moh. Faozal menjelaskan bahwa even FPBN tahun ini telah masuk dalam 100 Wonderful Event Indonesia.

“Tentunya hal ini menjadi kebanggaan karena FPBN masuk dalam 100 calender of event Kemenpar RI, karena tidak mudah suatu acara atau festival suatu daerah dapat masuk dalam 100 calender of event tersebut, harus melalui seleksi panjang dan berliku,” jelas Faozal.

“Jika melihat festival sebelumnya, festival tahun ini dipastikan akan lebih seru. Lebih meriah, FPBN itu unik. Selalu menarik dan sudah memiliki branding sendiri, makanya selalu dibanjiri wisatawan,” kata Kadispar NTB ini.

“FPBN sarat sejarah, kebudayaan, religi, kearifan lokal dan kaya akan pesan moral, sosial serta unik. Jadi FPBN tidak sekadar festival atau pesta budaya biasa. Kita berharap dengan berbagai kegiatan yang menjadi rangkaian dari FPBN ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang hadir,” tegas Faozal. (LI/AA)

 

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com