Mataram, LombokInsider.com – Lombok-Sumbawa Great Sale resmi diluncurkan pada Minggu (22/1) di Lombok Epicentrum Mall (LEM), Mataram, Lombok. Salah satu faktor yang menjadi latar belakang diadakannya acara ini adalah untuk mensiasati tingkat hunian hotel dan kunjungan wisatawan yang datang ke Lombok dan Sumbawa pada masa low season yang rutin terjadi diawal tahun. Hal inilah yang menjadi fokus dari pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata (Dispar) NTB bersama-sama industri dan pelaku pariwisata seperti PHRI, ASITA, BPPD, HPI, ASPPI, AHM, PUTRI dan lainnya berinisiatif mengadakan Lombok-Sumbawa Great Sale, yang berisi paket diskon bagi wisatawan yang datang ke Lombok. Angka diskon yang variatif meliputi maskapai penerbangan, hotel dan restoran, paket tur dan perjalanan wisata serta paket belanja di toko oleh-oleh yang ada.

SAMBUTAN. Sekda NTB, Rosiady Sayuti pada saat Memberikan Sambutan pada Peluncuran Lombok-Sumbawa Great Sale, di LEM, Mataram, Minggu (22/1).

Laporan Kadispar NTB

Hal ini disampaikan Kadispar NTB, HL. Moh. Faozal pada malam Launching atau Peluncuran Lombok-Sumbawa Great Sale, di LEM, Mataram, Minggu (22/1) kemarin. “Lombok-Sumbawa Great Sale ini sebenarnya adalah paket diskon yang dikemas dengan baik oleh pelaku industri pariwisata yang ada di Lombok, untuk memancing wisatawan berkunjung ke Lombok saat low season seperti pada Januari hingga Maret,” jelas Faozal. “Besaran diskon yang variatif berkisar antara 10-70%, diharapkan akan mampu memancing tamu atau wisawatan untuk berkunjung ke Lombok dan Sumbawa, selama masa Great Sale ini. Sekitar 69 hotel yang menjadi anggota PHRI dipastikan akan ikut ambil bagian, juga dengan beberapa maskapai penerbangan seperti Garuda, Citilink dan Lion, demikian juga dengan beberapa outlet yang ada di LEM dan LCC telah menyatakan siap berpartisipasi dalam kegiatan ini, juga dengan 24 anggota ASITA, yang diharapkan masih akan bertambah hingga hari “H” pada 1 Februari nanti.

UNDANGAN. Puluhan Undangan Hadir pada Peluncuran Lombok Sumbawa Great Sale, di Atrium Lombok Epicentrum Mall (LEM).

Apresiasi Pemprov NTB

Kegiatan yang akan berlangsung satu bulan penuh selama Februari ini, menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak-banyaknya, agar tingkat hunian (akupansi) dan lama tinggal dapat terpenuhi, walaupun menurut Kadispar NTB ini angka akupansi untuk city hotel dan resort saat ini berkisar 30-40%. Sementara itu, pada kesempatan yang sama Sekertaris Daerah (Sekda NTB) Rosiady Sayuti mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. “Pemprov sangat berterima kasih atas semangat dan kerja keras Dispar NTB bersama industri pariwisata lainnya, yang tanpa mengenal lelah selalu berupaya untuk meningkatkan dan memajukan pariwisata NTB dengan berbagai cara dan strategi, salah satunya dengan mengadakan acara Lombok-Sumbawa Great Sale ini,” jelas Rosiady saat memberikan sambutan.

RESMI. Pemukulan Gendang Beleq oleh Sekda NTB, Sebagai Tanda Diluncurkannya Secara Resmi Lombok-Sumbawa Great Sale, (1-28 Februari 2017).

Menurut Sekda, semua pihak pasti maklum bahwa pada awal tahun dari Januari-Maret kegiatan pemerintah atau korporasi swasta yang biasa disebut dengan Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE), belum optimal, terkait anggaran yang pastinya belum dapat difinalkan pada waktu-waktu itu. Oleh karenanya langkah ini cukup tepat untuk menyikapi keadaan ini, hanya saja menurutnya sebaiknya masa promosi dapat dilakukan lebih awal sehingga hasil yang diharapkan lebih optimal. Selain itu menurutnya pihak Pemprov pun juga memiliki target mendatangkan tamu atau wisatawan sebanyak-banyaknya ke Lombok dan Sumbawa.

Rencana yang akan dilakukan yakni dengan mengundang salah satu Imam Besar di Masjidil Haram, yakni Syeikh Abdurrahman Sudais untuk datang ke Lombok dan menjadi Imam pada sholat tarawih saat bulan Ramadhan mendatang di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center. “Ini tentunya dapat menjadi daya tarik dari sisi spiritual bagi orang-orang yang sudah pernah umroh dan haji ke tanah suci dan sangat mengenal beliau yang sering menjadi imam sholat lima waktu di depan Ka’bah,” ungkapnya. Sekda juga menyarankan agar pihak terkait seperti Dispar dan stakeholder pariwisata lainnya untuk aktif berpromosi keluar, baik nasional, regional bahkan tidak menutup kemungkinan ke tingkat internasional.

Acara ini dihadiri oleh hampir seluruh ketua stakeholder pariwisata yang ada di NTB, demikian juga beberapa GM dan Manager hotel, GM Angkasa Pura (LIA) serta rekan-rekan media, baik cetak, elektronik dan online. Dengan pemukulan Gendang Beleq secara simbolis oleh Sekda NTB, maka secara resmi Lombok-Sumbawa Great Sale ini diluncurkan, hal yang sama akan dilakukan di Kementrian Pariwisata pada 26 Januari mendatang. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com