Mataram, LombokInsider.com – Hingga pertengahan even Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2018, Dinas Pariwisata (Dispar) NTB dan stakeholders pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat bahwa persentase jumlah tingkat hunian akupansi kamar hotel mengalami peningkatan antara 25-30 persen.

“Sampai pertengahan event LSGS ini, kami lihat LSGS membawa dampak positif bagi pertumbuhan kunjungan. Indikatornya seperti meningkat akupansi hotel dan penukaran voucher yang sudah sesuai skema great sale,” kata HL. Moh Faozal, Kadispar NTB, dalam keterangan pers bersama PHRI, ASITA dan INCA di Mataram.

Selain itu, sejumlah paket wisata yang ditawarkan pelaku industri wisata di NTB juga tercatat naik transaksinya dan sejumlah destinasi wisata buatan juga mulai mengalami trend tingkat kunjungan.

Even LSGS 2018 yang akan berakhir pada 28 Februari mendatang, sudah mulai terasa dampak positifnya bagi sektor pariwisata di NTB secara umum.

“Berbagai kondisi dan indikator positif ini menunjukan bahwa even LSGS 2018 yang dihajatkan untuk menarik wisatawan datang ke Lombok dan Sumbawa di masa low season Januari-Februari, cukup efektif dan memberi efek yang sangat positif,” lanjut Faozal.

Sementara Lalu Hadi Faishal Ketua PHRI NTB, memaparkan akupansi hotel saat ini di perkotaan atau city hotel tercatat rata-rata 50-60 persen, sementara di resort-resort wisata seperti Senggigi di Lombok Barat dan Gili di Lombok Utara tercatat hingga 75-80 persen.

“Jadi ada peningkatan rata-rata 30 persen, dibandingkan dengan akupansi pada Januari. Meski peningkatkan ini tidak bisa dipastikan garis lurus bersama Great Sale, tapi kami yakin ini salah satu dampak positif gerat sale,” ungkapnya.

Selain itu peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara yang terbaca dari pintu kedatangan, baik di Lombok International Airport (LIA) dan juga Pelabuhan Lembar. Event LSGS ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat di NTB, di Kota Mataram dan sekitarnya.

“Ini membuktikan dampak positif LSGS juga, bagi masyarakat Mataram dan NTB umumnya dan pasti dampak ini sangat terasa bagi kami pelaku industri pariwisata,” tegas Hadi.

Sedikitnya 137 merchant dan tenor yang ikut meramaikan LSGS 2018 ini. Itu semua terdiri dari city hotel dan resorts, restaurant, toko oleh-oleh, travel agent, taman rekreasi, hingga industri UMKM pariwisata, yang menawarkan diskon harga hingga 65 persen dari harga normal. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com