Mataram, LombokInsider.com – Untuk mensiasati tingkat hunian hotel dan kunjungan wisatawan yang datang ke Lombok dan Sumbawa pada masa low season ini, pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata (Dispar) NTB bersama-sama industri dan pelaku pariwisata seperti PHRI, ASITA, BPPD, HPI, ASPPI dan lainnya berinisiatif mengadakan paket diskon bagi wisatawan yang datang. Angka diskon yang variatif meliputi maskapai penerbangan, hotel dan restoran, paket tur dan perjalanan wisata serta paket belanja di toko oleh-oleh yang ada di Lombok. Hal ini disampaikan Kadispar NTB, HL. Moh. Faozal pada jumpa pers Lombok-Sumbawa Great Sale, Selasa (17/1) di kantornya.

Paket Diskon Lombok Sumbawa Great Sale

Diskon. Puri Indah Hotel, Menawarkan Diskon Hingga 50% saat Pelaksanaan Lombok-Sumbawa Great Sale (1-28/2).

“Lombok-Sumbawa Great Sale ini sebenarnya adalah paket diskon yang dikemas dengan manajemen yang baik oleh kami di Dispar bersama pelaku industri pariwisata yang ada di Lombok, untuk memancing wisatawan berkunjung ke Lombok pada masa low season seperti Januari hingga Maret,” jelas Faozal. “Besaran diskonnya variatif berkisar antara 20-60%, tergantung kebijakan manajemen masing-masing industri, tentunya hal ini merupakan kabar yang menggembirakan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Lombok selama Februari ini,” lanjutnya. Kegiatan yang akan berlangsung satu bulan penuh ini menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak-banyaknya pada Februari, agar tingkat hunian (akupansi) dan lama tinggal dapat terpenuhi, walaupun menurut Kadispar NTB ini angka akupansi untuk city hotel dan resort saat ini berkisar 30-40%.

Pembenahan LIA

Berbenah. Lombok International Airport (LIA) Sebagai Salah Satu Pintu Masuk Wisatawan ke NTB, Terus Melakukan Pembenahan.

Sementara itu GM Angkasa Pura I, I Gusti Ngurah Ardita yang merupakan operator dari Lombok International Airport (LIA), menjelaskan pihaknya akan mendukung penuh terselenggaranya acara ini, tentunya dengan memberikan pelayanan terbaik saat kedatangan dan keberangkatan tamu. “Dengan melihat statistik pergerakan tamu atau wisatawan yang menggunakan jasa bandara hingga akhir 2016 yang meningkat cukup signifinkan yang sempat menyentuh 16 ribu orang/hari. Bahkan diawal 2017 ini telah mencapai 11-12 ribu orang/hari, maka tentunya pihak kami terus melakukan pembenahan di beberapa lini dari Bandara LIA,” ungkap Ardita.

Ardita mencontohkan pihak telah merenovasi hampir seluruh toilet yang ada di bandara, demikian juga dengan taman untuk mempercantik tampilan LIA sebagai Bandara Internasional. Pihaknya juga akan segera mengoptimalkan ruang tunggu di lantai tiga, dengan terus meningkatnya pergerakan penumpang di LIA, keseluruhan program untuk mempercantik bandara ini, menurut Ardita akan menghabiskan dana sekitar Rp4 Milyar. Ini semua dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan bagi para penumpang, juga memperindah bandara LIA.

Dukungan Industri Pariwisata

Sementara Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB, Afan Ahmad mengatakan BPPD sangat mendukung acara ini, karena memang merupakan bagian dari promosi Lombok kepada khalayak pariwisata luar daerah. “Sejauh ini kami selalu berkoordinasi dengan Dispar NTB untuk menyesuaikan program promosi dan kegiatan dalam mendukung pengembangan pariwisata NTB,” kata Afan. Ketua BPPD ini juga menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan promosi penguatan branding, baik itu branding Lombok-Sumbawa maupun Friendly Lombok, khsususnya Branding Friendly Lombok harus lebih sering di promosikan karena baru saja di launching pada akhir tahun lalu.

Demikian halnya dengan Ketua PHRI NTB, Abdul Hadi Faishal mengatakan bahwa hingga saat ini telah 62 hotel khususnya hotel bintang yang menyatakan ikut dalam Lombok-Sumbawa Great Sale. “Sementara ini baru hotel bintang yang menyatakan kesanggupan mengikuti acara ini, namun tidak menutup kemungkinan hotel non bintang juga akan masuk, demikian juga dengan restoran yang ada di Lombok,” tegas Abdul Hadi. Keikutsertaan anggota PHRI dalam acara ini, tentunya sebagai upaya dalam meningkatkan pendapatan atau akupansi hotel dan juga restoran mereka, yang memang pada awal-awal tahun relatif sepi pengunjung.

Mendukung. Seluruh Industri Pariwisata NTB, Siap Mendukung Program Lombok-Sumbawa Great Sale, Februari 2017.

Sementara Dewantoro Umbu Joka, sebagai Ketua ASITA yang juga hadir menyatakan, dengan adanya acara ini diharapkan akan terjadi banyak transaksi, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan bukan hanya industri pariwisata, namun juga pelaku dan juga pemerintah. “Tentu harapan dari diadakannya acara ini adalah mendatangkan banyak wisatawan untuk berkunjung, sehingga efek domino dari transaksi-transaksi pariwisata dapat dirasakan oleh seluruh pihak,” tegasnya. Hal yang sama dinyatakan oleh GN Wirajagat yang merupakan Ketua Asosiasi Profesional Pariwisata Indonesia (ASPPI) NTB, yang anggotanya saat ini kebanyakan dari industri travel agent.

“ASPPI sangat mendukung terselenggaranya Lombok-Sumbawa Great Sale ini, selain untuk memancing datangnya wisatawan dari luar daerah, ini juga memberikan efek positif bagi warga Lombok dan Sumbawa yang ingin memanfaatkan momen ini untuk berlibur. Yang pasti hal ini akan membawa dampak bagi perekonomian daerah kita,” ucap mantan Direktur Eksekutif di BPPD NTB ini. Pada kesempatan ini Wirajagat juga menjelaskan bahwa pada Maret mendatang ASPPI juga akan menggelar kegiatan serupa dengan nama program Lombok Travel Mart IV (LTM), yang mana akan melibatkan agen perjalanan wisata di NTB dan akan mendatangkan buyer dari regional ASEAN. Menurutnya, hingga saat ini telah masuk mendaftar 50% dari target 250 buyer yang akan datang ke LTM IV yang akan digelar pada 24-26 Maret, Jagat optimis targetnya akan tercapai. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com