Mataram, LombokInsider.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Dinas Pariwisata (Dispar) NTB kembali menggelar Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) periode 28 Januari hingga 28 Februari 2018 untuk yang kedua kalinya. Kegiatan ini merupakan upaya Dispar NTB meningkatkan kunjungan wisatawan di bulan-bulan yang memang terjadi penurunan tingkat kedatangan wisatawan. LSGS II resmi diluncurkan pada Sabtu (20/1), di pusat perbelanjaan Transmart, Mataram.

Banjir Diskon

Selama sebulan penuh Dispar bekerjasama dengan seluruh pelaku industri pariwisata yang ada di NTB seperti hotel dan villa/resort, restoran/lesehan, travel agent, pusat oleh-oleh, UMKM, pusat rekreasi, transportasi online dan pusat perbelanjaan akan memberikan diskon yang besarannya berkisar antara 20-65 persen, kepada wisatawan yang berkunjung ke NTB.

Kepala Dinas Pariwisata Prov. NTB, HL. Moh Faozal menjelaskan bahwa kegiatan LSGS ini merupakan yang kedua, setelah tahun lalu juga dilaksanakan pada bulan yang sama. “Ini merupakan upaya kami bersama stakeholder pariwisata lainnya untuk mensiasati angka kunjungan yang biasanya menurun di bulan Januari-Februari,” jelas Faozal.

“Seperti tahun sebelumnya, sepanjang great sale ini diharapkan akan terjadi nilai transaksi mencapai Rp10 Miliar, dari 10 ribu kupon yang akan disebar,” lanjutnya. Kadispar NTB menambahkan bahwa untuk lebih optimalnya kegiatan ini, pihaknya telah memasang branding great sale di pintu masuk wisatawan yakni Lombok International Airport dan Pelabuhan Lembar.

Senada dengan Faozal, Lalu Hadi Faishal, Ketua PHRI NTB mengatakan bahwa penurunan kunjungan wistawan memang selalu terjadi pada bulan-bulan tersebut. “Akhir tahun kemarin akupansi hotel hampir mencapai 90 persen, namun untuk edisi Januari, Feburari hingga awal Maret biasanya turun, hingga dibawah 50 persen,” ujarnya.

Sinergitas Stakeholder Pariwisata

Sementara pada sambutannya yang sekaligus meluncurkan program SLGS ini, Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Rosiady Sayuti memberikan arahan terkait SLGS. “Sinergitas antara pemerintah dan industri pariwisata dalam mendukung pelaksanaan kegiatan ini sangat diharapkan, sehingga apa yang menjadi tujuannya dapat tercapai,” katanya.

“Harus terus berkreasi dan melihat peluang agar program ini lebih menarik wisatawan, misalnya bukan hanya diskon, bila perlu ada yang gratis. Misal menginap semalam gratis semalam dan semisalnya, sehingga mereka akan semakin tertarik,” tegas Rosiady.

Menurut Sekda, yang terpenting adalah informasi, marketing dan promosi yang berkelanjutan, sehingga bukan hanya di NTB saja namun gaungnya akan sampai di tingkat nasional, agar setiap tahun orang sudah ingat bahwa edisi Januari-Februari di NTB digelar great sale.

“Nah, hal ini tentunya perlu bantuan dari pihak Angkasa Pura dan maskapai penerbangan, serta seluruh stakeholder pariwisata di NTB untuk terus menerus memberikan informasi terkait great sale ini,” pungkasnya.

Besaran Diskon

Besaran diskon yang diberikan selama great sale sangat variatif, untuk City Hotel mencapai 65 persen, Villa/Resort 20 persen, Restoran/Lesehan 30 persen, Biro Perjalanan 40 persen, Pusat Oleh-oleh 40 persen, UMKM 25 persen, Pusat Rekreasi 30 persen, Transportasi (Ojek Online) 30 persen dan Pusat Perbelanjaan 25 persen. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com