Mataram, LombokInsider.com – Hotel Santika Mataram kembali raih penghargaan dari situs pelayanan wisata terbesar di dunia yang didalamnya ada ulasan dari para tamu dan sebagai rujukan wisatawan dunia, yaitu Trip Advisor untuk kategori Certificate of Excellence 2018.

Ini menjadi bukti dari komitmen mewujudkan pelayanan dan produk terbaik dari Hotel Santika Mataram kepada para tamu atau wisatawan.

Reza Bovier GM Hotel Santika mengatakan, “Saat ini, sudah ada hotel lain yang mendapatkan penghargaan serupa. Tapi ingat, kami yang pertama kali meraihnya pada 2016 untuk Kota Mataram. Pasca musibah gempa ini, mendapatkan penghargaan merupakan angin segar dan penyemangat bagi tim serta bukti pada masyarakat luas bahwa ada hotel terbaik dari sisi pelayanan dan produk di Lombok. Pelayanan kepada tamu adalah yang paling utama, hotel harus mempersiapkan sumber daya manusia sebaik-baiknya. Karena saat tamu check-out yang ditanyakan pertama kali adalah pelayanannya bukan hotelnya besar atau mewah,” kata Reza.

Reza menambahkan, bahwa Hotel Santika Mataram, menyadari keterbatasan yang ada terutama dari segi kuantitas. “Ruang rapat kami terbatas, kamar tidak terlalu banyak, restoran terbatas, lobby juga terbatas, tetapi pelayanan kami terbaik. Semua bisa dihasilkan berkat kerjasama tim yang baik serta pelatihan yang selalu dilaksanakan dengan tolak ukur terencana,” lanjutnya.

Menurut Reza, asesmen atau penilaian kinerja harus dilakukan. Persoalan ada dilapangan bukan dibelakang meja kerja oleh karena itu pemimpin itu pelaku bukan pengamat maka seringlah keliling keluar kantor sehingga paham apa yang diinginkan tamu dan banyak ide kreatif yang muncul dengan sendirinya. “Saya selalu peduli dengan dunia pendidikan khususnya pariwisata. Pendidikan adalah cetak biru dari industri, tanpa pendidikan/pelatihan yang baik mustahil bisa mendapatkan penghargaan ini. Kami punya moto; Kami bukan yang pertama tapi yang terbaik,” ucap Reza.

Hotel Santika Mataram, makin percaya diri dalam bersaing dengan hotel lain, bahkan dengan hotel yang klasifikasinya lebih tinggi. Oleh karena itu dalam persaingan bahwa penurunan harga atau memberikan harga murah bukanlah sebuah strategi yang baik. Pepatah mengatakan ada harga ada rupa.

“Ada beberapa klien yang akhirnya kembali lagi ke Hotel Santika karena merasa pelayanan yang diberikan sesuai, bahkan melebihi ekspektasi. Penghargaan ini menjadi bukti, ini adalah penilaian dari tamu yang dirangkum dalam satu tahun berjalan. Perang harga karena persaingan adalah salah total, mau bukti? Tanya sama pesaing kami, apakah dengan harga murah hotelnya penuh terus? Tidak juga, malah tamunya tidak puas” pungkasnya.

Hotel Santika selalu respon semua keluhan, kritik dan penghargaan, maka dengan begitu tamu merasa dihargai. Reza menyampaikan juga jangan pernah copy paste atau mencontek program hotel lain karena dijamin gagal.

Dalam pengelolaan hotel banyak aspek yang harus diteliti secara benar karena yang dilayani adalah orang bukan mesin. Tidak ada hotel yang sempurna, keluhan tamu atau pelanggan merupakan pelajaran berharga dari suatu pelayanan untuk perbaikan. Mereka akan bayar berapapun asal pelayananannya sesuai harapan. (LI)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com