Mataram, LombokInsider.com – Terkesan dengan perkembangan dan kemajuan Pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya konsep wisata halal di Pulau Lombok hal itulah yang dirasakan oleh anggota Komisi X, DPR RI yang datang ke Mataram pada Jum’at (29/6) dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker).

Keberhasilan Pemerintah Provinsi NTB mengembangkan brandind wisata halal untuk menarik minat kunjungan para wisatawan ke daerah berjuluk “Pulau Seribu Masjid”, ternyata banyak mendapat apresiasi. Tak terkecuali anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pariwisata.

Pada sambutannya yang dibacakan oleh Dra. SB Wiryanti Sukamdani, pihak Komisi X merasa sangat terkesan dengan perkembangan dan kemajuan pariwisata di NTB, khususnya di Pulau Lombok yang memiliki destinasi-destinasi wisata yang terkenal sangat indah baik pantainya, lembah, gunung, adat dan budaya serta kuliner.

“Kita mengetahui bahwa saat ini NTB khususnya Pulau Lombok sedang mengembangkan konsep wisata halal, yang berfokus pada peningkatan pelayanan kepada seluruh wisatawan yang datang tanpa mengenal zonasi,” katanya.

“Selain itu NTB merupakan satu-satunya provinsi yang memiliki Peraturan Daerah (Perda) pariwisata halal yang tertuang dalam Perda No.2/2016, yang disahkan pada 21 Juni 2016,” ujarnya.

Menurutnya, Perda ini sangat membantu dalam legitimasi hukum terkait wisata halal, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pelayanan khususnya dalam bidang akomodasi dengan menyediakan kebutuhan wisatawan terkait peribadatan selama berkunjung ke Lombok hingga sajian kuliner halal yang telah tersertifikasi.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL Moh. Faozal, pada kesempatan itu juga membenarkan, bahwa program pariwisata, merupakan program prioritas Pemerintah Provinsi NTB di era kepemimpinan Gubernur TGH M Zaenul Majdi.

Faozal menjelaskan bahwa perkembangan pariwisata yang terjadi saat ini merupakan sinergitas dari para pemangku kepentingan bersama pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga desa.

“Apa yang kita lihat saat ini adalah hasil sinergi dari para pemangku kepentingan pariwisata di NTB bersama kami dalam pemerintahan. Kita bisa lihat dengan semaikn banyaknya properti hotel yang hadir baik di kawasan Senggigi maupun gili di Kabupaten Lombok Utara,” jelas Faozal.

Selain itu, menurutnya infrastruktur pendukung yang dibutuhkan seperti akses jalan ke destinasi yang ada juga sudah sangat memadai, sehingga akan memudahkan akses wisatawan menuju ke destinasi tersebut.

“Terkait wisata halal, kita patut bersyukur, sejak dijadikan branding wisata kami di NTB, telah berhasil memperoleh penghargaan, baik nasional bahkan internasional,” ucap Kadispar NTB ini.

Sekda NTB, H. Rosyadi Sayuti, dalam sambutan menyampaikan selamat datang kepada rombongan anggota Komisi X DPR RI. Seperti yang telah disampaikan Kepala Dinas Pariwisata NTB lanjut Sekda, keberhasilan Pemprov NTB dalam mengembangkan sektor pariwisata, adalah kerja kolektif atau sinergitas dari seluruh pemangku kebijakan di NTB dan para pelaku usaha wisata, termasuk para pengusahanya. Tentu juga atas dukungan yang tidak berhenti dilakukan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.

“Berbagai destinasi wisata yang ada di NTB telah dikunjungi oleh ratusan ribu wisatawan mancanegara dan ratusan ribu wisatawan nusantara. Dengan kerja keras dan cerdas yang kita lakukan, kedepan kita harapkan jumlah wisatawan berkunjung yang oleh Kemenpar ditargetkan sebanyak 4 juta wisatawan, akan terwujud,” harap Rosyadi.

Sebelum kembali ke Jakarta, anggota Komisi X ini menyempatkan untuk mengunjungi Masjid Hubbul Wathan Islamic Center untuk sholat Jum’at, kemudian ke Desa SADE dan kunjungan berakhir di Kuta Beach Park the Mandalika. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com