Mataram, LombokInsider.com – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Abdul Hadi Faishal mengatakan tingkat okupansi kamar hotel di Lombok, NTB, pada bulan suci Ramadhan 1439 H jelang Idul Fitri ini cukup menggembirakan, terutama di daerah resorts.

“Hingga saat ini, rata-rata tingkat okupansi kamar yang ada di resort-resort berkisar pada angka 86 persen hingga 92 persen,” ucap Hadi Faishal di Mataram, Sabtu (9/6).

Hadi mengambil contoh sebuah resort, Pearl of Trawangan di Gili Trawangan, Lombok Utara, yang menyentuh angka 92,5 persen pada masa Ramadhan. Angka okupansi kamar yang tinggi juga ditunjukan Kila Senggigi Beach Hotel yang berada di kawasan Pantai Senggigi, Lombok Barat, dengan okupansi sebesar 85 persen.

“Rata-rata (okupansi kamar) di resort itu 80 persen sampai 90 persen, jadi secara umum masih stabil,” kata Hadi.

Hadi menjelaskan, okupansi resort yang tinggi meski saat Ramadhan disebabkan kebanyakan tamu yang menginap ialah wisatawan mancanegara (wisman) dari Eropa, Australia dan Amerika Serikat.

“Resort-resort memang hampir tidak mengenal mengenal low season di bulan Ramadhan, karena tamunya wisman yang sudah pesan sejak jauh-jauh hari,” jelasnya.

Kondisi ini agak berbeda dengan hotel-hotel di kota, yang mayoritas diisi wisatawan nusantara (wisnus). Kata Hadi, rata-rata okupansi kamar di hotel-hotel yang ada di Kota Mataram berada pada angka 47 persen hingga 52 persen, meski ada juga yang sempat menyentuh angka 55 persen seperti di Puri Indah, Mataram.

Kendati begitu, Hadi optimistis angka okupansi kamar di hotel-hotel akan bergerak naik pada masa libur panjang lebaran. Pasalnya, banyak masyarakat lokal yang memilih tinggal sementara waktu di resort-resort karena ditinggal asisten rumah tangga (ART) yang libur lebaran.

“Nah, jumlah resort tentu tidak cukup menampung para tamu, ujung-ujungnya akan lari (menginap) di hotel-hotel yang ada di kota, maupun wilayah lain di Lombok,” tegas Hadi.

Senada dengan Hadi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Indonesian Congress and Convention Asosiation (INCCA) NTB M. Nur Haedin atau akrab disapa Edo mengatakan, bahwa dirinya sempat mengecek langsung beberapa dan restoran di wilayah Senggigi, yang ternyata tetap ramai di saat Ramadhan.

“Kemarin saya cek ke hotel Transit, Paragon, Happy Café dan Restoran Menega, beberapa orang wisman tidak dapat kursi, saking ramainya,” ujar Edo.

Menurut Edo, hal ini juga menjadi indikator, bahwa kedepan NTB akan siap mengadakan acara Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE) saat Ramadhan.

“Tahun depan In Sya Allah, kita akan coba tawarkan paket MICE saat Ramadhan, sehingga dapat mendongkrak okupansi hotel-hotel di kota saat puasa Ramadhan,” tegasnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com