Mataram, LombokInsider.com – Setelah mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Wisatawan Timur Tengah dan Korea selama enam hari (9-14/8) di Hotel Golden Palace, maka pada Senin (14/8) Diklat yang diikuti sekitar 50 orang Pramuwisata ini resmi ditutup. Seluruh peserta dinyatakan lulus dengan predikat diatas rata-rata sangat baik atau suma cumlaude.

Peningkatan Kualitas SDM

“Ini bukti dari keseriusan pemerintah dalam hal ini Kemenpar melalui Dinas Pariwisata (Dispar) NTB dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPD NTB, dalam upaya meningkatkan kualitas SDM di bidang kepramuwisataan khususnya, dalam menyambut wisatawan dari Timur Tengah dan Korea,” jelas ketuanya DR. Ainuddin, SH. MH.

Kemajuan Pariwisata NTB

TERBAIK. 50 Peserta Diklat Dinyatakan Lulus Dengan Predikat Terbaik.

“Saat ini predikat kepariwisataan NTB tidak bisa dipandang sebelah mata, siapapun dia, adalah sangat naif jika menilai bahwa pariwisata di NTB tidak maju. Diklat ini menjadi salah satu buktinya,” ujarnya.

Menurut Ainuddin, selain karena predikat yang telah diraih dan diakui dunia, juga karena kerja nyata dari seluruh elemen baik pemerintah dan stakeholder pariwisata serta masyarakat dalam mendukung terciptanya pariwisata yang berkembang dan maju, untuk bersaing dengan daerah lainnya.

Terkait peserta diklat, Ketua HPI DPD NTB ini menegaskan bahwa kualitas mereka rata-rata sangat baik. “Mereka ini luar biasa, multi talenta, bahkan ada yang bernyanyi menggunakan Bahasa Inggris Arab dan Korea secara lancar. Perilaku dari awal hingga akhir diklat sangat baik, mereka diatas rata-rata,” tegas Ainuddin.

Ainuddin menambahkan bahwa hingga 2017 ini, dari 1.100 anggota HPI yang terdaftar, sudah sekitar 200 orang lebih anggota yang diikutkan dalam kegiatan pelatihan maupun pendidikan. Para peserta adalah pramuwisata yang telah berkecimpung di profesinya selama 2-3 tahun.

Dukungan Pemerintah

Senada dengan Ketua HPI, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB, HL. Moh. Faozal mengatakan sangat bangga dengan hasil yang diraih para peserta sebagai ujung tombak pariwisata di NTB, ini disampaikan saat memberikan sambutan sekaligus menutup secara resmi diklat

“Ini sangat membanggakan, dimana seluruh peserta dinyatakan lulus dengan predikat sangat baik. Ini tentunya menjadi bukti betapa seriusnya pemerintah (Dispar) bersama HPI NTB dalam menyiapkan SDM kepramuwisataan yang lebih baik dan professional,” kata Faozal.

Faozal juga menghimbau agar prestasi di bidang pariwisata yang telah diraih dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan dan jika ada permasalahan dilapangan untuk dapat dicarikan solusi bersama, bukan malah saling menyalahkan tanpa memberikan solusi.

“Jangan sampai apa yang telah kita raih dan menjadi bukti kemajuan pariwisata NTB, lalu dikatakan tidak berhasil. Sedangkan yang menilai bahkan belum berbuat apa-apa untuk pariwisata di daerahnya,” ucapnya.

Selama diklat peserta diberikan pemaparan oleh para pemateri dari orang-orang yang berpengalaman dibidangnya masing-masing, seperti dari Imigrasi, Budayawan, Kepolisian, SAR, Rumah Sakit Kota Mataram, HPI, Kadispar NTB dan bahkan Sekda NTB.

Sementara Maesarah, salah seorang peserta diklat mengatakan sangat bersyukur dapat ikut dan lulus dalam diklat ini. “Alhamdulillah dapat mengikuti diklat ini, sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan dari para senior, bagaimana cara menjadi seorang pramuwisata yang lebih baik dan professional dibidangnya,” jelas Maesarah.

Ia menjelaskan bahwa hal ini mutlak diperlukan sehingga dapat memberikan kesan yang positif bagi wisatawan yang datang berkunjung ke NTB dan tentunya juga memberikan kesan positif terhadap pariwisata NTB di luar negeri secara umum.

Maesarah juga menceritakan pengalamannya sebagai pramuwisata yang sering membawa wisatawan dari timur tengah. Menurutnya wisatawan timur tengah sangat terkesan dengan keindahan alam yang hijau dan air terjun yang dimiliki NTB, karena sangat jauh berbeda dengan kondisi di negara mereka. Lama tinggalnya juga rata-rata mencapai seminggu lebih. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com