Mataram, LombokInsider.com – Perkembangan pariwisata di Nusa Tenggara Barat semakin terlihat, salah satunya adalah dengan peningkatan pergerakan penumpang di Lombok International Airport (LIA) selama 2016-2017. Hal ini ditegaskan oleh Kepala BPS Endang Tri Wahyuningsih, pada pemaparan data bulanan pada Selasa (1/8), di kantor BPS NTB.

“Peningkatan ini bahkan menempatkan LIA berada di tempat ketiga setelah Sam Ratulangi, Manado dan Sultan Syarif Kasim II, Riau dalam hal jumlah pergerakan penumpang khususnya wisatawan mancanegara,” kata Endang. Kepala BPS ini yakin bahwa kedepan perkembangan pariwisata Lombok dan Sumbawa akan membaik.

Berikut data-data yang yang dipaparkan berkaitan dengan kepariwisataan kenaikan jumlah penumpang yang datang melalui jalur laut pada Juni 2017, naik 53,26% dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlahnya mencapai 6.541 orang, hal yang sama terjadi pada penumpang yang berangkat, naik sebesar 18,69%.

Sementara melalui LIA, jumlah penumpang yang datang lewat penerbangan domestik, terjadi penurunan sebesar 9,43%, dari bulan sebelumnya, yakni 153.557 orang pada Juni. Hal yang sama terjadi juga pada jumlah penumpang yang berangkat, turun 26,92% yakni 116.022 orang.

“Ini juga terjadi pada terminal kedatangan internasional, jumlah penumpang yang datang pada Juni sebanyak 14.083 orang, turun 15,09% dari bulan sebelumnya,” jelas Endang.

Menurutnya salah satu penyebabnya yakni bulan Ramadhan, dimana tidak banyak aktivitas atau kurangnya orang bepergian selama bulan itu.

Penurunan juga terjadi pada penumpang yang berangkat melalui terminal keberangkatan internasional, angkanya mencapai 24,2%. Menurunnya angka kunjungan juga berbanding lurus dengan jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Juni 2017.

Penurunan terjadi dengan jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Juni 2017 ini, tercatat hanya 68.994 orang. Mengalami penurunan 14,66%, dibanding Mei lalu yang mencapai 80.846 orang. Namun jika dibandingkan dengan tamu menginap pada Juni 2016 yaitu sebanyak 56.950 orang, berarti mengalami kenaikan sebesar 21,15%.

Pada Juni ini, TPK hotel bintang mengalami penurunan, sebesar 8,88 poin dari 50,83% menjadi 41,95%, jika dibandingkan Juni 2016, angkanya justru naik 3,59 poin, atau 38,36%. Hal ini juga terjadi pada TPK hotel non bintang pada Juni 2017, yang tercatat 21,63%, atau turun sebesar 3,80 poin dibandingkan dengan TPK Mei 2017 yang tercatat 25,43%. Juga bila dibandingkan dengan TPK pada Juni 2016 yang mencapai 25,61%, maka turun 3,98 poin.

Sementara untuk Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang pada Juni 2017 tercatat 2,13 hari. Angka ini lebih rendah 0,11 hari dibandingkan dengan RLM pada Mei yang mencapai 2,24 hari. Namun jika dibandingkan dengan RLM pada Juni 2016, terjadi kenaikan 0,30 hari.

Sedangkan Rata-rata Lama Menginap (RLM) di hotel non bintang pada Juni 2017 tercatat 1,93 hari. Atau naik 0,03 hari dibandingkan dengan RLM Mei lalu yang mencapai 1,90 hari. Namun jika dibandingkan dengan RLM pada Juni 2016 yang tercatat 2,12 hari, maka nilai ini turun sebesar 0,19 hari. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com