Mataram, LombokInsider.com – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan BIGGER (BISMA Goes To Get Member) 2019 di Lombok Raya Hotel, Mataram pada Kamis (1/8). Mataram merupakan kota keenam pelaksanaan BIGGER di tahun ini setelah Bogor, Malang, Palembang, Padang dan Banyuwangi.

BIGGER merupakan program sosialisasi platform BISMA (BEKRAF Information System in Mobile Application) kepada pelaku ekraf di Indonesia. BISMA sendiri merupakan platform bagi pelaku ekraf mendaftarkan diri maupun usahanya ke database resmi Bekraf. Aplikasi ini dapat diunduh melalui android maupun ios atau  melalui website BISMA  https://bisma.bekraf.go.id/.

“Kehadiran BIGGER dari Bekraf adalah untuk menyapa dan merangkul para pelaku ekonomi kreatif di NTB, khususnya di Kota Mataram agar dapat masuk dalam database information system nasional yang ada di Bekraf berbasis platform BISMA,” kata Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Puji Mulia Simandjuntak.

Sementara Wawan Rusiawan, Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf menjelaskan dengan rinci mengenai keunggulan dari platform BISMA ini kepada seluruh peserta yang menghadiri acara BIGGER.

“BISMA bertujuan mendukung kepentingan pemerintah memperoleh data mikro ekonomi kreatif dalam menunjang perkembangan ekraf nasional. Sehingga kedepan, data ini dapat kami jadikan acuan untuk menyusun berbagai program maupun kebijakan yang tepat bagi para pelaku ekraf di masing-masing daerah,” ujar Wawan.

Keuntungan lain dengan adanya BISMA bagi pelaku ekraf di antaranya Be Updated dimana pelaku ekraf bisa mendapatkan informasi dan agenda terkini seputar kegiatan ekonomi kreatif yang difasilitasi oleh Bekraf. Be Marketed karena BISMA menyediakan etalase untuk memperkenalkan produk-produk ekonomi kreatif.

Be Supported dimana pelaku kreatif yang terdaftar menjadi prioritas utama memperoleh dukungan dan bantuan investasi bagi pelaku ekonomi kreatif. Be Integrated di mana usaha pelaku ekraf terintegrasi dalam database Bekraf, sekaligus terhubung dengan jejaring investor usaha kreatif di Indonesia. Keuntungan lainnya adalah Be Engaged dimana pelaku kreatif dapat terlibat langsung memberikan masukan melalui kuesioner online di BISMA untuk menyusun kebijakan yang terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Menurutnya, saat ini tercatat lebih dari 45.000 pelaku ekraf di Indonesia dengan 827 jumlah usaha ekraf di NTB yang sudah terdaftar di platform BISMA. Namun angka ini masih jauh lebih kecil dibandingkan data Badan Pusat Statistik (BPS, 2016) yang mencatat terdapat 8,2 juta jumlah usaha ekraf yang tersebar di seluruh Indonesia. Di Mataram sendiri tercatat baru 344 pelaku ekraf yang mendaftar melalui platform BISMA dari 17.193 pelaku ekraf yang ada.

Mataram menjadi salah satu lokasi diselenggarakannya rangkaian BIGGER 2019 karena dalam Rencana Tata Ruang Nasional (RTRN), Kota Mataram ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang berfungsi sebagai pintu gerbang dan simpul utama transportasi serta kegiatan perdagangan dan jasa skala regional. Oleh karena itu Mataram dinilai memiliki banyak pelaku ekonomi kreatif karena ditunjang oleh posisinya sebagai salah satu destinasi wisata nasional.

Selain menyosialisasikan BISMA kepada pelaku ekraf Mataram, rangkaian kegiatan BIGGER ini juga dimaksudkan untuk memberikan fasilitasi pengembangan kapasitas mengenai pengemasan produk, pemasaran produk, teknik fotografi komersil hingga pengelolaan keuangan memperkenalkan program-program Bekraf lain yang mampu mengakselerasi perkembangan ekraf nasional.

Kegiatan ini dibuka oleh Deputi Pemasaran, Joshua Puji Mulia Simandjuntak dan dalam kesempatan tersebut turut hadir Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standardisasi, Sabartua Tampubolon; Direktur Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri, Hassan Abud; Co-Founder Filosofi Kopi, Handoko Hendroyon; Ahli Pengemasan Produk, Endang Warsiki; Direktur PT. Halal Ventures Indonesia, Harjono Sukarno; Community Manager Buka Lapak, Mega Tri Agustina dan Penulis Buku Smartphone Photography, Ariana Octavia.

Melalui kegiatan ini Bekraf berharap dapat memperoleh data mikro yang valid mengenai data ekonomi kreatif untuk mendorong akselerasi ekonomi kreatif Indonesia melalui pemetaan program dan kebijakan yang tepat, sesuai dengan kebutuhan pelaku ekraf di masing-masing wilayah.

Tentang Bekraf

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf. Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio. (LI)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com