Praya, LombokInsider.com – Menjelang acara puncak Festival Pesona Bau Nyale (FPBN) 2018, jajaran karyawan Dinas Pariwisata Provinsi NTB bersama Kelompok Sadar Wisata di kawasan Pantai Kuta Mandalika melaksanakan aksi bersih pantai, pada Ahad (4/3). Aksi Sapta Pesona ini juga sebagai bentuk edukasi terhadap wisatawan atau masyarakat sekitar agar tidak membuang sampah sembarangan di pantai.

Kebersihan Destinasi

“Ini merupakan Pekerjaan Rumah (PR) terberat kita adalah memberikan kesadaran pada masyarakat setempat dan juga wisatawan akan pentingnya menjaga kebersihan sekitar pantai,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal, disela-sela kegiatan.

“Sementara ITDC sebagai pengelola belum secara utuh mengurus kawasan ini, karena mereka masih fokus terhadap pembangunan dan penataan sarana dan prasarana. Selain itu terkait even Festival Pesona Bau Nyale kita harus duduk bersama juga dengan pihak ITDC,” lanjutnya.

“Selain sebagai salah satu faktor pendukung pariwisata, kebersihan juga sudah seharusnya menjadi kebiasaan hidup, apalagi ini di destinasi wisata, ketika lingkungan bersih maka dapat dipastikan tempat tersebut akan terlihat lebih rapi dan indah, otomatis wisatawan akan merasa nyaman,” ujar Faozal.

Festival Pesona Bau Nyale

“Yang paling penting adalah Festival Pesona Bau Nyale sebagai 100 Wonderful Event, kita harus menata dan meningkatkan kualitas manajemen, sumber daya pengelolaan dan dampak evennya terhadap kunjungan wisatawan, agar bisa terukur dan bisa tetap bertahan dalam 100 Wonderful even tahun depan,” ungkapnya.

“Even ini merupakan acara tahunan yang selalu ditunggu masyarakat luas dan salah satu yang tertua di Lombok jadi dapat dipastikan akan dihadiri hingga ratusan ribu orang, karena seperti tahun-tahun sebelumnya selalu ramai pengunjung,” jelas Faozal.

“Jika melihat festival sebelumnya, festival tahun ini dipastikan akan lebih seru. Lebih meriah, FPBN itu unik. Selalu menarik dan sudah memiliki branding sendiri, makanya selalu dibanjiri wisatawan,” ucapnya.

“Apalagi besok, Senin (5/3) akan ada Mandalika Fashion Carnival di Kota Praya, diikuti ratusan peserta dengan berbagai kostum menarik dengan gaya seperti JFC,” tegas Kadispar NTB ini.

Bau Nyale adalah sebuah tradisi menangkap cacing laut, yang melegenda di kalangan masyarakat Lombok, tentang kisah seorang putri cantik yang melompat kelaut dan menjelma menjadi cacing (nyale) yang muncul setahun sekali berpusat di Pantai Seger dan dikenal dengan Putri Mandalika.

Masyarakat beramai-ramai datang ke pantai untuk mendapatkan cacing/nyale yang menurut mereka dapat mendatangkan keberkahan. Kisah inilah yang menjadi asal-muasal tempat disekitar Pantai Seger dikenal sebagai kawasan Mandalika. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com