Mataram, LombokInsider.com – Bertepatan dengan terbenamnya matahari 9 Dzulhijah, gema takbir, tasbih dan tahmid berkumandang di seantero bumi, mengagungkan asma Allah Azza Wajalla. Demikian juga dengan warga Kota Mataram yang berkumpul di halaman Gedung Pendidikan Komplek Islamic Center (IC), Kamis malam (31/8), dalam acara Idul Adha Religious Night Festival.

Religious Night Festival

“Idul Adha Religious Night Festival merupakan agenda yang ke 16 dari 28 festival, pada rangkaian Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2017. Pemprov, melaui Dinas Pariwisata NTB menggandeng ponpes, sekolah, remaja masjid dan masyarakat Kota Mataram dalam menggelar acara ini,” jelas HL. Moh. Faozal pada laporannya.

“Acara dimeriahkan dengan peserta pawai takbir yang terdiri atas 12 kafilah yang berkeliling Kota Mataram, lomba bedug dan takbir, serta tausiyah dari Ustadz Bobby Herwibowo,” lanjut Faozal.

Faozal menjelaskan bahwa dari ketiga mata lomba, nantinya akan diberikan hadiah masing-masing untuk tiga pemenang. Peserta takbir akan dilepas dan akan kembali finish di Islamic Center, Mataram.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Rosiady Sayuti, menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Dinas Pariwisata yang telah melaksanakan kegiatan ini. Juga kepada seluruh peserta yang terlibat dalam menyemarakan malam Idul Adha 1438 H.

“Semoga malam ini dapat kita lewati sebagai prosesi dari perayaan Idul Adha, yang esok paginya kita juga bersama-sama untuk mengikuti sholat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban di tempat masing masing,” ucapnya pada sambutan sekaligus membuka acara ini.

Sementara dalam tausiyah singkatnya Ustadz. Bobby Herwibowo dari Jakarta, bercerita tentang sejarah singkat tentang asal mula disyariatkannya qurban bagi kaum muslimin.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa pertama kali syariat qurban diperintahkan kepada Nabi Ibrahim Allahisalam, dimana Allah menguji kesabaran dan keikhlasan sang ayah untuk menyembelih anak tercintanya,” ungkap Bobby.

“Demikian juga Nabi Ismail, sebagai seorang anak yang patuh akan perintah orang tuanya dan juga Rabbnya. Maka dengan ikhlas dan pasrah menerima bahwa dirinya akan dikorbankan,” lanjut ustadz yang sering tampil di televisi ini.

Seperti diketahui kemudian Allah menggantikan Nabi Ismail dengan Kibas yang besar, ini semua untuk menguji keimanan dan ketaqwaan hamba-hamba dari kalangan para Nabi. Hal itulah yang kemudian menjadi pelajaran berharga bagi kita umat muslim untuk dapat mengikuti langkah Nabi Ibrahim, yang rela berkorban dengan harta yang disayangi demi menjukan ketaatannya kepada Sang Pencipta Semesta.

Sholat Idul Adha 1438 H

Keesokan harinya kaum muslimin di seluruh Indonesia serentak melaksanakan Sholat Idul Adha 1438 Hijriah, di masjid maupun lapangan terbuka yang ada di daerah masing-masing.

Mayoritas khutbah Idul Adha berisi nasihat yang sama, yakni kita harus mengambil pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail, yang keduanya merupakan hamba-hamba pilihan Allah yang sangat taat dan patuh sehingga rela berkorban bahkan dengan nyawa mereka sekalipun. Sedangkan saat ini kaum muslimin hanya dituntut untuk mengorbankan hewan ternak sebagai ungkapan ketaatan kepadaNya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com