Mataram, LombokInsider.com – Untuk lebih mempererat hubungan baik yang telah terjalin selama ini, Golden Palace Hotel Lombok (GPHL) menggelar acara Silaturahmi dengan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (Pemda NTB) pada Selasa malam (30/10). Selain itu, pihak manajemen juga menegaskan lagi bahwa secara struktur bangunan Golden Palace dipastikan aman, pasca terjadinya gempa Agustus lalu.

Teddy Sanyoto, Direktur Utama sekaligus salah satu pemilik GPHL memberikan pemaparan panjang lebar tentang proses pembangunan hotel yang telah memenuhi standar dari segi struktur dan konstruksi bangunan.

“Saya mengikuti sendiri proses pembangunan hotel ini, jadi mengetahui detail prosesnya dari pemasangan tiang pancang, pembangunan basement dan lain-lainnya. Dari awal pembangunan sampai peresmian, semua sesuai dengan standar konstruksi bangunan gedung bertingkat,” jelasnya.

Teddy mengatakan selama tinggal di Lombok, baru merasakan gempa dengan kekuatan seperti yang terjadi pada Agustus lalu. Namun ia bersyukur bahwa struktur bangunan hotelnya tidak rusak oleh gempa tersebut.

“Pasca gempa hotel kami sudah di assessment oleh tim PU PR dan Australia, bahkan dua kali pertama pasca gempa (5/8), yang kedua pasca gempa (9/8) dan dinyatakan aman sehingga mendapat label hijau,” ungkap Teddy.

Dengan latar belakang pendidikan S2 di bidang teknik sipil dan arsitektur, Teddy memang mengetahui secara pasti seluk beluk dari konstruksi gedung GPHL, karena ia juga ikut mengawasi secara langsung proses pembangunannya.

Sementara Ernanda A Dewobroto, General Manager GPHL menegaskan kembali bahwa dengan assessment dan pemberian label hijau dari pihak yang berwenang yakni PU PR dan tim dari Australia maka GPHL dinyatakan aman.

“Silaturahmi ini sekaligus menegaskan kepada semua pihak, terutama dari pemerintahan daerah bahwa hotel ini aman, sehingga tidak ragu lagi untuk mengadakan kegiatan MICE di GPHL,” kata Ernanda.

Menurutnya, mengapa hal ini perlu dilakukan adalah untuk menepis anggapan bahwa GPHL mengalami kerusakan parah pasca gempa Lombok. Ini berkaitan dengan viralnya foto-foto retaknya bagian timur dan barat hotel ini.

Namun Ernanda memastikan bahwa retakan yang terjadi saat itu hanya pada finishing luar dari bangunan hotel.

Hal ini dipertegas lagi oleh pernyataan dari Hananto, salah satu orang yang ikut melakukan assessment terhadap GPHL dari pihak PU PR.

“Dari 136 gedung pemerintahan dan hotel yang kami assessment, struktur dari Golden Palace termasuk yang terbaik dan memenuhi standar gedung bertingkat. Sama sekali tidak ada kerusakan pada struktur utama, hanya retak bagian luar plesteran saja,” tegas Hananto.

Menurut Hananto dengan pola gempa seperti yang terjadi Agustus lalu yakni vertical dan horizontal, maka dampak kerusakan yang ditimbulkan memang lebih parah, terutama jika gedung atau rumah yang dibangun tidak sesuai dengan standar. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com