Reza Bovier GM Santika Hotel Santika Mataram
Keluarga juga prioritas. Reza selalu meluangkan waktu untuk bersama keluarga.

Keluarga juga prioritas. Reza selalu meluangkan waktu untuk bersama keluarga.

Mataram, LombokInsider.com – Memimpin sebuah hotel yang sudah punya nama di tingkat nasional bahkan internasional memang bukan sesuatu yang mudah. Itulah yang dirasakan Reza Bovier, General Manager Santika Hotel Mataram.

“Perlu dedikasi dan komitmen yang tinggi sebagai seorang pemimpin dan yang paling penting adalah kedisiplinan,” kata Reza Bovier. “Sebagai pemimpin saya harus disiplin karena harus memberikan contoh yang baik untuk tim di Santika Mataram.”

Perjalanan Karier

Reza mulai berkiprah di bidang perhotelan pada 1996 di Gran Melia Hotel Jakarta. Kariernya dia mulai dari bawah hingga pada 2007 dia menduduki posisi Front Office Manager di hotel bintang lima tersebut. Dari situ kemudian dia pindah ke Amaris Hotel Jakarta yang masih merupakan hotel seinduk dengan Santika. Setelah beberapa tahun menjadi General Manager di Amaris Hotel, Reza dipindahkan ke Lombok saat Hotel Santika Mataram mulai dibuka dan dia dipercaya sebagai General Manager.

Gaya Kepemimpinan

Sebagai pucuk pimpinan di Hotel Santika, Reza menerapkan gaya kepemimpinan yang mengutamakan kedisiplinan kepada timnya. Reza juga terbiasa ikut terjun langsung ke bawah untuk memastikan arah dan tujuan hotel sudah dilakukan dengan baik untuk mencapai target perusahaan. “Itu adalah wujud tanggungjawab saya, karena seorang pemimpin harus memberi contoh yang baik kepada timnya dan di hotel kami memang dibiasakan untuk disiplin dan kerja keras,” kata suami dari Indah Bovier.

“Bahkan saya menularkan kedisiplinan yang saya dapatkan di hotel kedalam kehidupan rumah tangga di rumah karena kedisiplinan merupakan salah satu kunci untuk kesuksesan dan keberhasilan,” ungkap ayah Emira dan Sarah Bovier ini.

Reza terbiasa bekerja keras berkat didikan orang tua angkatnya yang berwarganegara Belanda. “Hasil tempaan beliau yang membuat saya bisa seperti sekarang,” kenangnya.

Reza juga selalu dilibatkan oleh manajemen Santika untuk membantu menata jika Santika hotel membuka cabang baru di setiap daerah. Itu semua karena kredibilitasnya di bidang kepemimpinan serta pengalamannya dalam memulai suatu hotel.

Lewati Tantangan Berat

Pada 2015 Reza merasakan tantangan yang cukup berat karena perubahan kebijakan pemerintah tentang dikuranginya acara MICE di hotel-hotel. Belum lagi lalu disambung lagi dengan hadirnya bulan Ramadhan serta melemahnya perekonomian Indonesia secara umum. Namun hal itu justru membuatnya tertantang untuk mengatur strategi agar bisa tetap berjalan dan berhasil.

“Saya menerapkan manajemen yang ketat. Segala pengeluaran harus diperhitungkan dengan cermat dan terkontrol dengan baik. Dengan kerjasama tim dan semangat yang kuat, kami di Santika dapat melaluinya dengan baik,” jelas Reza lulusan Hotel School Den Haque Belanda 1995 ini.

Bisnis perhotelan di Mataram menurut Reza masih sangat menjanjikan karena jika ditata lebih baik lagi dia yakin Mataram akan dapat menjadi salah satu kota besar di Indonesia.

Setiap memulai memimpin hotel baru Reza juga selalu melakukan pembenahan di tingkat kenyamanan karyawan. “Kalau karyawan sudah mendapat apa yang menjadi haknya dengan baik dan adil, insya Allah mereka akan bekerja dengan semangat dan tidak perhitungan lagi,” tegas pria kelahiran Jakarta 1974 ini.

Keluarga dan Karier

Di tengah kesibukannya memimpin Santika tidak serta merta membuat Reza melupakan keluarga, bahkan menurut dia keluarga juga merupakan prioritas utama. “Sesibuk apapun saya selalu menyempatkan untuk berakhir pekan bersama istri dan anak-anak saya karena mereka merupakan amanah dari Tuhan yang harus saya jaga,” jelas Reza.

Reza juga mengaku perjalanan kariernya saat ini baru sekitar 50% karena dia mempunyai impian kelak untuk bisa menjadi seorang Group Director di sebuah perusahaan. “Setiap orang pasti punya target berkarier. Kalau saya menargetkan sekitar umur 55 tahun sebelum pensiun, sudah menjadi seorang Group Director,” pungkas Reza, Ketua Asosiasi Hotel Mataram. (LI/AA)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono