Hotel-hotel berbintang di Lombok banyak menerima rombongan tamu yang melakukan rapat.

Hotel-hotel berbintang di Lombok banyak menerima rombongan tamu yang melakukan rapat.

Mataram, Lombokinsider.com – Semakin berkembangnya pariwisata NTB dengan promosi yang gencar dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjadi salah satu penunjang meningkatnya hunian hotel di Nusa Tenggara Barat pada Maret 2016.

“Dari data yang kami dapat angka peningkatannya pun cukup signifikan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang mengalami peningkatan ddari 40,30% pada Februari 2016 menjadi 45,35% pada Maret 2016 atau naik 5,05 persen. Sedangkan bila dibandingkan dengan TPK pada bulan yang sama 2015 yang mencapai 33,81%, maka kenaikannya adalah 11,54%,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. Wahyudin, MM di Mataram (2/5).

Tingkat penghunian kamar hotel non bintang juga mengalami peningkatan walaupun tidak setinggi hotel berbintang. “TPK hotel non bintang pada Maret 2016 ini mencapai 29,14% atau naik 2,34 poin dibandingkan TPK Februari 2016 yang tercatat 26,80%. Jika dibandingkan dengan Maret tahun lalu yang mencapai 23,70%, maka kenaikannya adalah naik 5,44 poin,” jelas Drs Wahyudin, MM.

Namun, kenaikan tingkat penghunian kamar ini tidak dibarengi dengan rata-rata lama menginap (RLM) pada hotel berbintang yang justeru mengalami sedikit penurunan. “Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang pada Maret 2016 ini, tercatat 1,82 hari atau turun 0,04 hari dibanding dengan RLM Februari 2016.  Demikian juga bila dibandingkan dengan Maret 2015 yang mencapai 2,23 hari, terjadi penurunan 0,14 hari,” papar Drs Wahyudin, MM.

Berbeda dengan hotel bintang, RLM untuk hotel non bintang pada Maret 2016 mencapai 2,11 hari, tidak ada perbedaan dengan bulan sebelumnya, Februari 2016. Akan tetapi jika dibandingkan dengan RLM Maret 2015 yang tercatat 1,64 hari maka angkanya naik 0,47 hari.

Wahyudin menjelaskan bahwa peningkatan cukup banyak terjadi pada jumlah tamu hotel bintang pada Maret 2016 yang mencapai 77.162 orang dibandingkan dengan Februari 2016 sebanyak 59.911 orang, atau menigkat 28,79%. Jika dibandingkan dengan Maret 2015 pun peningkatannya luar biasa yaitu mencapai 115,28% dari angka 35.842 orang.

“Berdasarkan data-data diatas, kami menilai ini perkembangan yang luar biasa untuk pertumbuhan ekonomi NTB khususnya di bidang pariwisata. Semoga kedepannya pemasukan dari bidang pariwisata akan terus meningkat,” ungkap Wahyudin. (LI/AA)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono