Pembukaan MTQ 2016 di Lombok

Pembukaan MTQN XXVI yang dihadiri oleh Presiden RI, para menteri, para duta besar dan para gubernur seluruh Indonesia.

 

Mataram, Lombokinsider.com – Selama Juli 2016 tingkat penghunian hotel di Kota Mataram mencapai 56,45%, naik 19,86% dibanding 36,59% pada periode yang sama tahun 2015. Dari seluruh 53.780 kamar yang tersedia, sebanyak 30.361 kamar yang terjual.

“Bahkan pada 29 dan 30 Juli okupansi hotel di Kota Mataram mencapai angka tertinggi yaitu 98,99%,” kata Reza Bovier sebagai Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), Minggu (31/7).

Menurut Reza, tingginya tingkat penghunian kamar hotel ini disebabkan adanya dua even besar yang digelar di Kota Mataram yakni Peringatan Hari Anak Nasional pada 19 – 23 Juli dan Musabaqah Tilawatil Qur’an pada 28 Juli – 7 Agustus.

“Anggota hotel yang tergabung dalam AHM sangat sibuk di pekan terakhir bulan Juli karena ada 2 acara besar yaitu Hari Anak Nasional pada 19-23 Juli dan langsung dihadapkan dengan kedatangan para Kafilah MTQN 2016 yang terus berlanjut hingga pembukaan yang dihadiri oleh Presiden RI, Gubernur dan wakilnya dari seluruh Indonesia serta pejabat penting lainnya,” kata Reza.

JUNI SEPI. Jumpa pers BPS NTB di Mataram.

JUNI SEPI. Jumpa pers BPS NTB di Mataram.

Selama Ramadan Hotel Sepi

Pada Juni, tingkat penghunian kamar hotel (TPK) berbintang justeru mengalami penurunan sebesar 12,63 poin  yakni pada angka 38,36% dibandingkan Mei sebesar 50,99%. “Sedangkan bila dibandingkan dengan TPK pada bulan yang sama 2015 yang mencapai 46,13%, berarti terjadi penurunan sekitar 7,77 poin,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Ni Kadek Adi Madri, SE, Senin (1/8) di Mataram.

Bersama Kadek hadir juga Drs. Anas M.Si Kepala Bidang Statistik Produksi mewakili Kepala BPS Drs. Wahyudin, MM yang telah pindah tugas ke Aceh. Selanjutnya Kadek menjelaskan (TPK) hotel non bintang juga mengalami penurunan. “TPK hotel non bintang pada Juni 2016 ini tercatat 25,61% atau turun 7,33 poin dibandingkan TPK Mei 2016 yang tercatat 32,94%. Jika dibandingkan dengan (TPK) pada bulan yang sama tahun lalu yakni 21,14%, maka naik 4,47 poin,” jelas Kadek.

Penurunan (TPK) ini justru berbeda dengan Rata-rata Lama Menginap (RLM) yang mengalami kenaikan 0,03 hari di bulan Juni dibanding bulan sebelumnya. “Jika dibandingkan dengan bulan yang sama 2015, terjadi penurunan 0,37 dari RLM yang mencapai 2,20 hari,” lanjut Kadek. Hal yang sama terjadi terhadap hotel non bintang RLMnya mencapai 2,12 hari, naik 0,15 hari dibanding Mei 2016. Demikian juga jika dibandingkan dengan RLM Juni 2015 yang tercatat 1,52 hari maka angkanya naik 0,60 hari.

Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang juga mengalami penurunan pada Juni 2016, tercatat 56.950 orang jumlah ini turun 24,46% dibanding Mei sebanyak 75.393 orang. Namun jika dibandingkan Juni 2015 sebanyak 51.686 orang maka jumlahnya naik 10,18%. Dari data kelas hotel, tamu yang paling banyak menginap terdapat di hotel bintang 5 yakni 51,34%, kemudian bintang 4 sebesar 40,58%, sedangkan paling sedikit menginap di hotel bintang 1 sebesar 27,61%.

Sedangkan data angkutan udara yang berhubungan dengan kedatangan orang ke NTB melalui Lombok International Ariport (LIA) sebanyak 5.032 orang pada Juni 2016, terjadi penurunan 9,30% dibandingkan Mei. “Kunjungan Wisman juga terjadi penurunan dari Mei 7.634 menjadi 4.452 dan penyumbang penurunan terbesar adalah wisatawan dari Malaysia yakni dari 5.019 orang pada Mei menjadi 1.758 orang pada Juni ini,” ungkap Anas.

“Mungkin yang menjadi salah satu penyebab turunya kunjungan wisman ke NTB pada Juni ini karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, sehingga wisatawan muslim agak malas untuk melakukan traveling,” pungkas Anas.

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono