Hotel Santika Lombok
Kamar tamu di Hotel Santika dilengkapi dengan arah penunjuk kiblat.

Kamar tamu di Hotel Santika dilengkapi dengan arah penunjuk kiblat.

Mataram, Lombokinsider.com – Meski baru empat tahun melayani tamu di Kota Mataram, Hotel Santika menunjukkan kinerja yang sangat bagus. Tingkat penghunian kamar rata-rata mencapai 80%.

“Kami memang bukan yang pertama di Kota Mataram, namun kami bertekad menjadi yang terbaik,” kata Reza Bovier, General Manager Santika Hotel, Jumat (11/6) di Mataram.

Santika merupakan salah satu hotel jaringan nasional terbesar dengan 94 hotel bintang 3 Santika dan bintang 2 Amaris yang merupakan anak usaha Grup Kompas Gramedia. Santika memulai melayani tamu di Mataram pada Juni 2012.

Berawal di Bandung

Kompas Gramedia memulai bisnis perhotelan pada 1981 dengan membeli hotel Suti yang berada di kota kembang Bandung yang kemudian diubah namanya menjadi Hotel Santika. “Itulah awal berdirinya Santika hotel. Baru beberapa tahun kemudian mulai berkembang dan membuka cabang di Jogja, Semarang dan Jakarta pada 1997,” ungkap Reza Bovier.

Sebagai hotel jaringan nasional yang sudah berpengalaman di bidangya, Santika sebelum membangun sebuah hotel cabang di daerah selalu melakukan studi kelayakan dengan mempertimbangkan kemajuan perekonomian di daerah tersebut dengan indikator adanya Bank Indonesia, infrastruktur, keamanan dan juga faktor-faktor pendukung lainnya, jelas Reza.

“Kami di Santika selalu melakukan hal ini karena tidak bisa sembarangan melakukan investasi besar tanpa perhitungan yang matang dan cermat. Dalam pengelolaan, Santika Hotel selalu menjalin kerjasama dengan investor setempat,” jelas Reza, yang sebelumnya bekerja di Grand Melia Hotel Jakarta.

Fasilitas dan Layanan Prima

Hotel Santika Mataram memiliki 123 kamar, satu restoran bersertifikasi halal, kolam renang dan beberapa ball room untuk pertemuan, standar hotel bintang tiga. “Pelanggan kami untuk tingkat nasional banyak yang dari Jakarta, Surabaya, Bali, Depok dan Tanggerang, sedang untuk Internasional banyak dari tetang

Restauran Bayan di Hotel Santika bersertifikat halal.

Restauran Bayan di Hotel Santika bersertifikat halal.

ga kita di ASEAN, tingkat hunian kami juga sangat bagus rata-rata 80% setiap bulannya,” lanjut Reza.

Walaupun belum bersertifikat hotel halal, sejak 2007 kami di Santika seluruh Indonesia sudah menerapkan konsep halal kedalam sarana dan layanan hotelnya sehingga siap menyongsong potensi booming wisata halal di Lombok. “Wujudnya adalah restoran yang bersertifikasi halal, minuman, pelayanan di kamar tersedianya arah kiblat, keran wudhu, tersedianya Al-quran dan sajadah di front office bagi tamu muslim yang membutuhkannya, juga musholla yang ada cukup representatif,” kata Reza.

Dalam menghadapi persaingan, Hotel Santika mengedepankan pelayanan prima. “Secara umum fasilitas di hampir semua hotel kota bintang tiga keatas sama, yang membedakannya adalah dari segi pelayanan, inilah yang menjadi andalan kami di Santika hotel. Pelayanan terbaik untuk para pelanggan dengan sumber daya manusia yang terlatih merupakan standar hotel, kami memang bukan yang pertama, tapi yang terbaik,” tegas Reza.

Reza Bovier menambahkan bahwa Santika hotel baru saja mendapat surat ucapan terima kasih dari Kedubes RI di Abu Dhabi, karena telah memberikan dukungan dan pelayanan pada kegiatan Familiarization Trip KBRI Abu Dhabi dengan menerima dan menyediakan fasilitas akomodasi pada 28 Mei- 1 Juni, kepada jurnalis Media Al-Itihad Abu Dhabi.

Tanggung Jawab Sosial

Manajemen Santika hotel juga memperhatikan segala efek yang ditimbulkan dengan hadirnya mereka di kota Mataram. “Santika selalu memperhatikan perekonomian masyarakat setempat. Kami telah membantu kegiatan UKM untuk bisa hadir dan berkembang di hotel. Kami juga membantu mendirikan sekolah di samping hotel kami. Intinya fokus kami adalah pembangunan ekonomi masyarakat berkelanjutan bukan hanya acara seremonial saja,” kata Reza.

“Karyawan hotel kami pun 99% dari lokal Mataram, mungkin hanya saya yang dikirim dari Jakarta untuk memimpin disini,  rencananya kami juga akan mengadakan pelatihan bagaimana cara pengolahan makanan yang baik dan higienis,” jelasnya.

“Harapan kami adalah bahwa dengan kehadiran Santika hotel di Mataram dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian NTB khususnya dan masyarakat pada umumnya,” pungkas Reza. (LI/AA)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono